LukFih Artikel

Menu

  • Home
  • YouTube
  • Facebook
  • ArsLuk Artikel
  • Kios 18+

Friday, December 25, 2020

Monitoring pekerjaan di Dua kecamatan Kabupaten Bantaeng, Andi Ugi Pastikan Jalanya kegiatan di lokasi

 Anggota DPRD Provinsi  Hj. A. Sugiarti Mangun Karim atau biasa di sapa Andi Ugi dari fraksi PPP itu  lakukan monitoring di pekerjaan Tanggul sungai dan talud jalan di dua kecamatan di Bantaeng pada hari Jumat, 25/12/2020

Kecamatan yang di datangi ialah  kecamatan sinoa dan kecamatan Bissappu , Kunjungan A. Ugi tersebut dilakukan sebagai  tugas dan tanggung jawabnya sebagai Anggota dewan yang memiliki tupoksi pengawasan pada pembangunan yang biayai oleh pemerintah Provinsi dan memastikan jalan nya kegiatan tanggul sungai dan talud pinggir jalan.

Di ketahui tahun ini A. Ugi mampu memperjuangkan Aspirasi masyarakat untuk perbaikan tanggul sungai di desa Bonto Maccini dan talud jalan poros sinoa loka.

menurutnya pembangunan tanggul sungai dan talud jalan tersebut memang harus di lakukan karna selain untuk mengantisipasi genangan Air ke jalan bangunan, ini juga berfungsi untuk menahan longsor yang bisa saja saat musim penghujan datang bisa mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara dan bisa merusak jalan poros sinoa tersebut.


Kepada awak media A.ugi mengatakan perlu juga kita ketahui bahwa lokasi Kunjungan ini memang masuk dianggaran Provinsi Karna jalan poros tersebut adalah jalan Provinsi jadi sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat di Provinsi untuk perjuang kan hal tersebut.


” Kan sudah ada bukti yang nampak kita liat bersama pembangunan atau perbaikan jalan dan tanggul sungai seperti yang sudah di kerjakan sekarang” tutur A.ugi

dalam kunjungannya A. Ugi juga menekankan kepada pelaksana lapangan Agar tetap menjaga kualitas  bangunan guna untuk ketahanan struktur bangunan agar bisa di nikmati dengan baik bagi oleh masyarakat bantaeng. 

di December 25, 2020 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, December 24, 2020

Aplikasi Penambah View dan Jam Tayang Youtube 2021

Tahukah Anda bahwa YouTube merupakan mesin pencari online terbesar di dunia? Hingga kini, pengguna YouTube telah mencapai lebih dari satu miliar atau sama dengan sepertiga dari seluruh pengguna internet. Hal tersebut membuat YouTube sangat dipertimbangkan oleh berbagai brand untuk promosi. Terlebih, ternyata menurut GlobalWebIndex, satu dari empat YouTubers menonton video sponsor.

Jadi, apa yang bisa brand bisa lakukan agar video mereka meraih banyak views?

Untuk itu, Anda perlu mempelajari tentang algortima YouTube terlebih dulu. Dengan video berdurasi total 400 jam yang di-upload setiap menitnya, YouTube tentu membutuhkan suatu cara untuk menyeleksi video yang ditampilkan kepada pengguna. Algoritma inilah yang membantu YouTube untuk melakukan hal tersebut.

Apa itu algoritma YouTube?

YouTube menyebut sistem algoritma mereka sebagai “search and discovery system”. Algoritma YouTube tak hanya menentukan video-video yang ditampilkan ketika Anda mengetikkan keywords pada kolom search, tetapi juga menentukan video-video yang akan muncul di bagian lainnya. Setidaknya ada enam bagian di YouTube yang menjadi obyek algoritma dalam menempatkan video, yakni di hasil pencarian, home page, trending stream, di bawah daftar deskripsi, suggested video stream, dan notifikasi.

Dilansir dari situs resmi YouTube, setidaknya mereka memiliki dua tujuan utama dalam penerapan “search and discovery system” ini, yaitu untuk membantu viewers menemukan video yang ingin mereka tonton dan mengoptimalkan kepuasan serta engagement para penonton.

Bagaimana YouTube menentukan algoritma mereka?

Pada tahun 2016, YouTube merilis ulasan resmi mereka tentang sistem algoritma mereka. Algoritma YouTube fokus pada bagaimana audiens berinteraksi dengan video. Mereka menggunakan artificial intelligence (AI) yang diklaim mampu mempelajari lebih dari 80 miliar feedback dari audiens untuk menyediakan video yang tepat untuk penonton yang tepat pada waktu yang tepat. Nah, setidaknya ada empat jenis feedback audiens yang menjadi pertimbangan YouTube, yaitu:

  • Video yang audiens tonton dan tidak
  • Berapa lama audiens menonton sebuah video (watch time)
  • Berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk menonton video dalam satu kali kunjungan (session time)
  • Likes, dislikes, dan “not interested” feedback

Bagaimana cara mengoptimalkan channel YouTube dengan algoritma ini?

Nah, setelah mengenal lebih jauh tentang algoritma YouTube melalui ulasan di atas, kira-kira langkah apa yang bisa Anda ambil untuk mendapatkan banyak viewers dan subscribers?

“Bermain” dengan SEO Youtube

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk menjaring banyak viewers adalah membuat audiens menemukan video Anda terlebih dulu. YouTube memberikan kontrol kepada para creator untuk mengisi metadata, yang isinya mencakup judul, deskripsi, tags, thumbnail, hingga playlist. Jangan asal membuat judul click-bait yang bisa membuat audiens Anda merasa kesal, tapi buatlah judul yang memang sesuai dengan konten video yang Anda sajikan.

Optimalkan watch time pada video

Jika Anda tidak memiliki watch time yang baik, video-video Anda akan muncul pada peringkat bawah pada hasil pencarian. Namun, ingat, watch time mengacu pada persentase isi video yang ditonton, bukan hanya total jumlah menitnya. Video berdurasi 30 detik yang ditonton sejak awal hingga akhir akan mendapatkan peringkat yang lebih bagus dari video berdurasi 10 menit tetapi hanya ditonton beberapa menit saja. Cobalah untuk tidak menggunakan intro dan outro yang terlalu panjang pada video agar watch time video Anda bisa meningkat.

Tambahkan closed-caption pada video

Dengan adanya closed-caption, script Anda dapat dibaca oleh YouTube dan Google. Jika memungkinkan dan Anda memiliki resource yang tepat, tuliskan hal-hal yang Anda utarakan pada video menjadi sebuah caption dan terjemahkan ke bahasa-bahasa yang digunakan oleh target audiens Anda

Untuk mengetahui apakah strategi Anda memberikan hasil yang diinginkan, jangan lupa untuk rutin mengecek YouTube Analytics. Melalui perangkat ini, Anda bisa mengetahui berapa banyak views yang berasal dari search, jumlah viewers bulanan, dan sebagainya. Anda pun bisa mengambil langkah berdasarkan data dari analitik tersebut.

berikut link unduh aplikasinya Aplikasi Penambah View dan Jam Tayang Youtube 2021

klik  Unduh atau Download

di December 24, 2020 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Saturday, December 19, 2020

Ternyata Zona Merah Itu Haram


Zona merah haram dimasuki bahkan dilarang makan di zona itu, haram pokoknya apalagi singgah minum dan makan di sana banyak larangan, ingat pake yang ada sayapnya supaya aman endak basah😎
di December 19, 2020 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Friday, December 18, 2020

Tidak Puas, Istri Tuntut Cerai Suami😱🙈🤣



Wanita itu mengatakan ia ingin berhubungan dengan suaminya dua atau tiga kali sehari. Tapi suaminya tak bisa memenuhinya.

Seorang wanita asal Dubai berusaha untuk menceraikan suaminya karena pasangannya itu tidak bisa memenuhi kebutuhan seksualnya.

Wanita itu mengajukan gugatan perceraian di Pengadilan Syariah Dubai karena suaminya tidak bisa berhubungan seks dengan dia, dua sampai tiga kali per hari.

Wanita itu mengklaim bahwa suaminya hanya bisa berhubungan dengan dia tiga sampai empat kali seminggu. Dan itu dianggap tidak memuaskannya.

Setelah ia dan suami gagal mencapai penyelesaian secara damai, kasus tersebut kemudian dirujuk Pengadilan Syariah untuk menanggapi tuntutan cerai wanita tersebut, kata sumber yang dekat dengan kasus ini kepada Gulf News, Rabu 18 Februari 2015.

Saat dihadapkan pada jaksa, wanita itu mengatakan ia ingin berhubungan dengan suaminya dua atau tiga kali sehari. Tapi suaminya tak bisa memenuhinya.

Saat ditanya berapa kali berhubungan selama seminggu, wanita itu mengaku hanya tiga atau empat kali.

" Pengadilan memberitahu wanita itu bahwa gugatan cerai dengan alasan mengalami kerugian tidak bisa diteruskan. Namun wanita itu bersikeras bahwa suaminya gagal memenuhi kebutuhannya. Dalam gugatannya, istri menuntut bahwa terdakwa (suami) harus bisa menyenangkannya atau menceraikannya," tambah sumber tadi.

Hakim ketua kemudian menyatakan bahwa wanita itu sebaiknya menjalani perawatan medis, namun ia menolak dan balik meminta suami yang diperiksa oleh ahli medis.

Hakim kemudian memberitahu istri bahwa melakukan hubungan suami-istri 3-4 kali seminggu bagi pasangan yang sudah menikah, tidak dianggap sebagai kerugian. Dan itu tidak bisa menjadi alasan cukup untuk mengklaim perceraian.

Ketika wanita itu bersikeras, pengadilan memutuskan untuk merujuk suami melakukan medical check up. Hal itu untuk mengkonfirmasi bahwa suaminya sehat dan bugar serta mampu menyenangkan istrinya. Kasus persidangan cerai tersebut masih berlanjut. (Ism)
di December 18, 2020 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, December 17, 2020

Dikira Perempuan, Pria Ini Nyaris Diperkosa🙈😱😱😱😆🤣

 Seorang pria bernama Mursalim, 24 tahun, di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, nyaris diperkosa. Parahnya lagi, ia hendak diperkosa oleh seorang pria juga, inisial SA, 48 tahun. Karena tak terima hal itu, Mursalim langsung melaporkan SA ke Polsek Mattiro Bulu, Polres Pinrang.
.
Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Negara mengatakan, peristiwa percobaan pemerkosaan yang menimpa Mursalim ini, terjadi di Bungalosie, Desa Pananrang, Kecamatan Mattiro Bulu, Pinrang, Sulsel, pada Senin 7 Desember 2020 lalu, sekitar pukul 04.00 WITA.
.
Percobaan pemerkosaan ini bermula ketika korban, MU, hendak kerumahnya dengan berjalan kaki. Ia dari arah Kariango menuju Bungalosie.
.
Tapi, ketika hendak masuk ke dalam gang rumahnya, pelaku, SA, 48 tahun, warga Bulu, Kelurahan Manarang, Mattiro Bulu, tiba-tiba muncul.
Pelaku langsung menangkap dan membanting korban ke tanah, bermaksud untuk memperkosanya.
.
Karena, sempat berusaha membuka pakaian korban. Tapi, korban langsung memberikan perlawanan, ia mengamuk dan berusaha melepaskan pelukan pelaku.
.
Melihat korban memberontak, pelaku SA, malah makin bringas, dia mencekik leher dan menggigit pangkal lengan dari korban. Beruntung, korban berhasil melepaskan diri dari pelaku.
di December 17, 2020 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah

 ETIKA PENULISAN
A Pengertian Etika Penulisan Ilmiah

Etika adalah konsep nilai yang mengarah pada perilaku yang baik dan
pantas berdasarkan nilai-nilai norma, moralitas, pranata, baik kemanusiaan
maupun agama (Setiawan, 2011). Kode etik dalam penulisan ilmiah merupakan
aturan-aturan yang perlu diperhatikan dan ditaati dalam penulisan karya ilmah.
Etika dalam penyusunan karya tulis ilmiah meliputi hal-hal sebagai berikut.
1. Penulisan harus dilakukan secara bertanggung jawab, cermat, dan seksama
2. Karya tulis ilmiah harus orisinil, bukan jiplakan dari hasil karya orang
lain
3. Menjaga kebenaran, fakta, dan manfaat yang disampaikan
4. Bertanggung jawab atas tulisannya
5. Menerima saran dan kritik yang diterima dari pembaca, reviewer, maupun
editor
6. Menyadari secara sepenuhnya untuk tidak melakukan pelanggaran dalam
penulisan karya ilmiah
Etika penulisan ilmiah memiliki beberapa tujuan sebagai berikut :
1. Menjamin akurasi temuan penelitian dan pengembangan ilmu
pengetahuan.
2. Untuk melindungi haki peneliti.
3. Untuk melindungi objek peneliti dari pemalsuan dan kerusakan.
4. Menjaga reputasi ilmuwan.
5. Menegakkan etika moral dalam berperilaku.
Fungsi dari etika penulisan ilmiah antara lain :
1. Sebagai bagian sistem iptek yang menentukan kemajuan ilmu
pengetahuan.
'
2. Memelihara hati nurani diri peneliti dengan berpegang pada moralitas
peneliti.
3. Mengawal penghormatan pada nilai-nilai etika dalam penelitian.
4. Membangun iklim penelitian yang sehat, kuat dan bermartabat.

B. Sikap yang Harus Dimiliki dalam Menulis Karya Ilmiah
1. Kejujuran
Jujur dalam melakukan penelitian, pengumpulan data, dan pelaksanaan
metode. Apabila karya tulis ilmiah memiliki kekurangan ataupun terjadi
kegagalan dalam melaksanakan metode penelitian, penulis harus mengakui
dan jujur akan hal tersebut.

2. Objektif
Dalam menulis karya ilmiah jangan sampai terpengaruhi oleh pendapat
atau pandangan pribadi. Apa yang ada di dalam karya tulis ilmiah
semuanya harus berdasarkan fakta.

3. Ketelitian
Hindari terjadi kesalahan seminimal mungkin yang diakibatkan oleh
ketidakpedulian. Ketelitian muncul dari kepedulian dari penulis atau
peneliti. Cara mudah untuk menghindari kesalahan adalah dengan cara
mencatat setiap apa yang dilakukan, hasil dari pengamatan, waktu, tempat,
sumber, dan hal lainnya secara rinci.

4. Keterbukaan
Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan harus bisa bermanfaat bagi para
pembacanya dan khalayak umum serta dapat dijadikan acuan untuk
penelitian-penelitian yang selanjutnya. Oleh karena itu, penulis harus
terbuka untuk membagikan hasil data penelitian, ide, alat, atau sumber
daya penelitian terhadap para pembaca. Penulis juga harus terbuka
terhadap saran dan kritik dari pembaca meskipun terdapat beberapa
perbedaan pendapat.

5. Bertanggung Jawab
Karya tulis ilmiah yang baik harus berguna untuk masyarakat,
meningkatkan taraf hidup, memudahkan serta membuat aktivitas
,
kehidupan menjadi lebih efisien dan efektif. Penulis juga harus bisa
mempertanggungjawabkan setiap penelitiannya dan apa yang ditulisnya.

6. Berkompetensi
Karya tulis ilmiah yang baik adalah karya tulis ilmiah yang bisa
bermanfaat bagi khalayak umum. Untuk menghasilkan karya tulis yang
baik diperlukan kompetensi dan kemampuan dalam menulisnya.
Kompetensi dan kemampuan bisa didapatkan melalui pendidikan ataupun
pelatihan. Semakin banyak seseorang melakukan pembelajaran dan
pelatihan, semakin baik juga acara berpikir dan teknik penelitiannya. Maka
dengan itu, karya tulis ilmiah yang dihasilkan pun bisa lebih baik.

C. Bentuk Pelanggaran dalam Penulisan Karya Ilmiah
1. Fabrikasi dan Falsifikasi Data
2.Salami Slicing
Salami Slicing merupakan salah satu dari tindak pelanggaran publikasi
karya ilmiah, hal tersebut dapat terjadi apabila terdapat sebuah studi yang berskala
besar namun studi tersebut dibagi menjadi dua publikasi yang terpisah. Hal
tersebut dapat menimbulkan kepercayaan kepada pembaca bahwa sampel yang
digunakan pada dua publikasi tersebut merupakan sampel yang berbeda padahal
hal tersebut tidaklah benar. Adapun hal lain yang menyangkut permasalahan
salami slicing ini adalah data augmentation, pada data augmentation dapat terjadi
apabila seorang penulis melakukan penulisan karya ilmiah lalu karya tersebut
dipublikasikan namun selanjutnya penulis terus memperdalam penelitian karya
ilmiah tersebut dengan hanya menambahkan atau memperdalam data-data terkait
lalu mengklaim penelitian tersebut sebagai penelitian baru. Salami slicing dan
data augmentation keduanya berpotensi menimbulkan pelanggaran hak cipta
karena data atau teks yang tampil dilebih dari satu copywrited publication.

3.Pelanggaran Hak Kepenulisan, Kepemilikan dan Ucapan Terimakasih
Mencantumkan sumber data yang didapat untuk menyusun karya tulis
merupakan hal yang sangat penting. Apabila penulis terlalu berfokus hanya pada
penyusunan karya ilmiah tanpa memperhatikan dan mencantumkan sumber data
yang diperolah dapat berakibat fatal. Selain itu, ucapn terimakasih terhadap pihak-
pihak yang telah membantu proses penulisan karya ilmiah juga sangat penting.

4. Publikasi Ganda
Apabila penulis mengirimkan karyanya ke lebih dari satu penerbit tanpa
adanya pemberitahuan kepada penerbit sebelumnya, maka dia dianggap telah
melakukan publikasi ganda. Pelanggaran lain terkait publikasi ganda adalah
apabila penulis menggunakan data yang sama dengan data yng pernah ia laukan
sebelumnya dengan hanya mengganti kalimatnya.

5. Konflik Kepentingan
Dalam menulis karya ilmiah tidak bisa melibatkan konflik kelompok
tertentu ataupun kepentingan pribadi dalam melihat suatu permasalahan. Hal ini
dikarenakan karya tulis ilmiah harus ditulis secara objektif

di December 17, 2020 5 comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Kaidah Menulis

2.1 Etika dan Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah
            Etika dan kode etik yang lazim ditumbuhbudayakan dalam penulisan karya ilmiah harus diikuti. Hak cipta dan paten dari segi hukum harus diikuti dan difahami dengan baik. Penulis harus memahami etika penulisan karya ilmiah secara baik. Kode etik adalah norma-norma yang telah diterima dan diakui oleh masyarakat dan citivitas akademik perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan, perujukan, perijinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data ataupun informan.

2.2 Bahasa dan Tanda Baca
  Bahasa tulisan dapat dimengerti dengan baik bila kalimat-kalimat yang telah ditulis sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dalam bahasa tersebut. Tandabaca berperan penting dalam bahasa tulisan. Tanda baca yang tidak lengkap dapatmenyebabkan isi tulisan sulit dimengerti. Oleh karena itu dalam bab ini dibahas aturan-aturan penulisan tanda baca, kata-kata serta judul-judul yang menjadimateri dalam tulisan tersebut.

Penulisan Tanda Baca
Tanda baca  titik (.), titik dua (:), titik koma (;),  tanda seru (!), persen (%), dan tanda tanya (?) diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya.

Tidak Baku
Sampel dipilih secara acak .
Jumlahnya sekitar 10 %
Adapun asumsi-asumsi yang digunakan adalah :

·         Baku
Sampel dipilih secara acak.
Jumlahnya sekitar 10%.
Adapun asumsi-asumsi yang digunakan adalah:

Tidak ada spasi (jarak) antara kata di dalam kurung dengan tanda kurungdan tanda kutip.
·         Tidak Baku
Kelima kelompok  “ sepadan ”.
Kesalahan ( error ) dapat diabaikan.
·         Baku
Kelima kelompok  “sepadan”.
Kesalahan (error) dapat diabaikan.
Tanda sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil(<), tambah (+), kurang (-), kali (x), dan bagi (:) diketik dengan spasi satu ketukan sebelum dan sesudahnya.
·         Tidak Baku
P=0,01       S:T=Y
A>B          C<G
A+B=C
·         Bentuk Baku
P = 0,01     S : T = Y
A > B        C < G
A + B = C
Jika dalam penulisan persamaan dengan menggunakan wordprocessor seperti Microsoft Office, maka persamaan-persamaan diketik dengan equation editor yang secara otomatis sudah memberikan jarak yang cukup untuk tanda sama dengan, lebih kecil, lebih besar, tambah, kurang, kali dan bagi. Konsistensi dalam penggunaan simbol sangat penting dipertahankan dalam penulisan.Bila symbol ditulis dengan huruf miring maka penjelasan dalam teksnya juga harus ditulis dengan huruf miring.Berikut ini diberikan contoh hasil persamaan yang ditulis dengan equation editor dalam Microsoft Office.

A+ B = C
x = a2 + c
D > 4 b2 − 4abc

Penulisan Kata
Penulisan kata dapat dikelompokkan atas kata dasar, kata turunan, kata ulang, kata gabungan, kata depan, partikel, dan kata ganti.

Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis satu kesatuan.
Contoh:
Buku ini buku baru
Kelas itu penuh sesak
Siswa sedang makan nasi

Kata Turunan
Kata turunan adalah kata dasar yang telah berubah karena mendapatkan imbuhan baik itu awalan, sisipan, dan akhiran.Kata dasar tersebut telah dirangkai dengan imbuhan-imbuhan itu.Dari contoh-contoh ini diharapkan dapat mengingat kembali aturan- turan yang berlaku dalam bahasa Indonesia.
Contoh:
berkembang biak
melipatgandakan
memberitahukan
berwisata
belajar
beri tahukan
merindukan
pascasarjana
dasawarsa
dwiwarna

Kata Ulang
Bentuk kata ulang harus ditulis lengkap dengan kata hubung. Contoh: pura-pura, mata-mata, hura-hura, mondar-mandir, sayur-mayur, undang undang, kupu-kupu, lauk-pauk.

 Kata Depan
Kata depan, di, ke, dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
Contoh:
Ibu pergi ke Bandung
Paman datang dari Bali
Kakak tiba di Singapura

 Kata Ganti
Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata-kata yang mengikutinya. –ku, –mu dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Contoh: Bukuku dan bukumu tertinggal di meja perpustakaan. Apa pun yang kaumiliki tidak dapat dipinjam.

 Partikel
Partikel –lah, –kah, –tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Contoh:
Marilah kita berangkat ke kampus.
Siapkah yang menang dalam pertandingan nanti?

Partikel pun ditulis terpisah dengan kata yang mendahuluinya kecuali untuk kata-kata yang telah dianggap terpadu benar seperti meskipun, adapun, kendatipun, maupun, sungguhpun, andaipun, biarpun, bagaimanapun, dan kalaupun.
Contoh:  Dia pun mengetahui sindikat tersebut.
Mobil-mobil besar pun diijinkan melewati jalan ini.



 Penulisan Judul
Penulisan judul yang umum digunakan dalam penulisan karya ilmiah sangat penting untuk diuraikan di sini. Dengan demikian keseragaman dalam tulisan karya ilmiah yang diatur dengan panduan ini dapat diperoleh. Judul Bagian dan Sampul Depan Laporan Judul Bagian ditulis dengan gaya penulisan semua huruf kapital. Bila terdiri atas beberapa baris, maka baris pertama paling panjang dan baris berikutnya lebih pendek serta ditulis dengan gaya di tengah-tengah.
Contoh:
PENGEMBANGAN MESIN PENDINGIN HEMAT ENERGI
STUDI TEKNO EKONOMI DALAM PERANCANGAN MESIN

Judul Bab
Judul bab ditulis dengan gaya penulisan huruf pertama kapital kecuali partikelatau kata depan.
Contoh:
Bab III
Prosedur Optimasi dan Formulasi
Bab I
Pendahuluan
Bab IV
Pengujian dan Analisis


Judul Subbab
Judul bab juga ditulis dengan gaya penulisan huruf pertama kapital kecuali partikel atau kata depan.
Contoh:
Subbab pada Bab II
2.2 Ulasan Singkat Penelitian Terdahulu
2.3 Prinsip Dasar
Subbab pada Bab III
3.3 Metode Optimasi dan Parameter Studi
3.4 Penurunan Formulasi dan Pemrograman
Penyingkatan Kata
            Tulis penuh semua singkatan seperti: dan lain lain, dan sebagainya, dan seterusnya (bukan ditulis dengan cara ini: dll., dsb., dst.). Penyingkatan suatu istilah dapat diberlakukan, bila memang istilah tersebut panjang dan terlalu sering muncul dalam teks.Untuk penyingkatan ini, kepanjangan istilah tersebut harus dimuculkan pertama kali ketika istilah tersebut pertama kalinya disebutkan dalam teks.


Penggunaan dan Penulisan Istilah Asing
            Sesuai dengan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, istilahistilah keilmuwan ataupun teknik yang telah dibakukan sebaiknya digunakan dengan benar. Istilah-istilah asing yang sudah punya pandaan dalam bahasa Indonesia, sebaiknya penggunaan istilah Indonesia yang diutamakan.


2.3 Penggunaan Huruf
   Ejaan bahasa Indonesia menggunakan aksara Latin, yang terdiri dari 26 huruf. Setiap huruf digunakan untuk melambangkan satu bunyi atau satu fonem, kecuali gabungan huruf kh, ng, ny, dan sy yang juga digunakan untuk melambangkan satu bunyi, serta huruf e yang digunakan untuk melambangkan dua buah bunyi. Sementara huruf qdan x hanya digunakan pada kata serapan tertentu.
Secara ortografi[1], kita kenal adanya empat macam huruf, yaitu (1) huruf kapital, (2) huruf biasa atau huruf kecil, (3) huruf miring, dan (4) huruf tebal (bold, fat).

2.3.1   Penggunaan Huruf Kapital
Huruf kapital atau sering juga disebut huruf besar digunakan pada  :
huruf pertama kata awal kalimat. Misalnya,
  Pada satu proses                                
  Apa maksudnya ?
  Kita tidak tahu maksudnya

 huruf pertama pada kata pertama pada petikan langsung atau kalimat langsung,
  Hakim bertanya,  “Nama Saudara siapa ?”
  Poltak berseru, "Diam kau!"
  Petugas polantas berkata, " Tolong tunjukkan SIM dan STNK!"

 huruf pertama kata atau ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, nama kitab suci, nama agama, termasuk kata gantinya.  Misalnya  :
  Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih; Quran, Weda, Islam, Kristen, Katolik.
  Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau ridhoi.
  Mohon ampunlah kepada-Nya.
huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama diri. Misalnya  :
  Mahaputera Yamin; Sultan Hasanudin; Haji Agus Salim; Imam Syafi'i; Nabi Muhammad.

Namun, kalau tidak diikuti nama diri, huruf kapital itu tidak digunakan. Misalnya,
  Tahun ini ia pergi naik haji.
  Beliau baru dinobatkan jadi sultan.
  Banyak orang mengaku nabi pada awal abad ke-21 ini.

 huruf pertama unsur nama jabatan dan nama pangkat yang diikuti nama diri, atau yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya  :
  Wakil Presiden Budiono.                    
  Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian.
  Gubernur DKI Jaya.                          
  Profesor Doktor Bejo Suyanto.
        
  Namun, kalau tidak diikuti nama diri, nama jabatan, nama orang, nama instansi atau nama tempat, huruf kapital itu tidak dipakai. Misalnya  :
  Siapa gubernur yang baru dilantik itu.
  Beberapa orang jenderal hadir di situ.
  Kemarin Letnan Jenderal Ahmad dilantik menjadi jenderal.

huruf pertama unsur-unsur nama orang. Contohnya  :
  Halim Perdana Kusuma.
  Wage Rudolf Supratman.                            
  Helvy Tiara Rosa.

Namun, kalau nama orang itu digunakan sebagai nama benda, nama jenis, dan nama ukuran, maka huruf kapital tidak digunakan. Contohnya  :
  mesin diesel
  10 volt
  5 ampere

 huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan nama bahasa. Contohnya  :
  bangsa Indonesia
  suku Batak                        
  bahasa Inggris
                                     Namun, kalau nama bangsa, nama suku bangsa dan nama bahasa itu digunakan sebagai bentuk dasar sebuah kata turunan, huruf kapital itu tidak digunakan. Contohnya  :
  mengindonesiakan kata asing              
  agak kejawa-jawaan                     
  wanita yang kebelanda-belandaan

 huruf pertama nama tahun, nama bulan, nama hari, nama hari raya, dan nama peristiwa sejarah. Contohnya  :
  tahun Hijriah
  bulan Agustus   
  hari Jumat         
  hari Natal
  Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 

 huruf pertama nama geografi.  Contohnya  :
-  Asia Tenggara           -  Bukit Barisan
-  Gorontalo                  -  Danau Limboto     
-  Gunung Salak            -  Selat Sunda
-  Teluk Jakarta             -  Kali Brantas
        
 Namun, pada istilah geografi yang bukan merupakan nama diri, huruf kapital tidak digunakan. Contohnya  :
  berlayar ke teluk
  mandi di kali
  menyeberangi selat   
  menuju arah utara     

Pada nama geografi yang dipakai sebagai nama jenis, huruf kapital juga tidak digunakan. Contohnya  :
-  garam inggris       -  gulajawa
-  salak bali              -  dodol garut
-  sate madura         -  pisang ambon

huruf pertama unsur-unsur nama negara, nama lembaga pemerintahan, dan nama dokumen resmi; kecuali kata seperti, dan, atau, ataupun kepada. Contoh :   
  Republik Indonesia     
  Majelis Permusyawaratan Rakyat
  Departeman Pendidikan Nasional
  Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57, Tahun 1972         

         Namun, simak contoh berikut !    
  menurut undang-undang yang berlaku  
  menjadi sebuah negara republik      
  beberapa badan hukum              

huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga pemerintahan, dan dokumen resmi. Contoh :
  Undang-Undang Dasar 1945                        
  Perserikatan Bangsa-Bangsa  
  Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial

 huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan; kecuali kata di, ke, dan, yang untuk; yang tidak terletak pada posisi awal. Contohnya :   
  Bukunya berjudul Membongkar Gurita Cikeas  
  Dia agen surat kabar Media Indonesia         
  Bacalah majalah Tempo minggu lalu

(m) huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. Contohnya :

  Dr.  →  doktor          
  M.A.  →   master of art
  Prof.  →  profesor      
  Tn.  →   tuan            
  Sdr.  →  saudara                                                

(n) huruf pertama kata perkerabatan seperti bapak, ibu, kakak, saudara, dan adik yang dipakai
     sebagai kata ganti, kata sapaan, atau kata sebutan (pengacuan).  Contoh :
  "Kapan Bapak berangkat ?" tanya Hasan   
  Adik bertanya, "Itu apa, Bu ?"                  
  "Silakan duduk, Kak " kata Adi
  Besok Paman akan datang

Namun, bila kata perkerabatan dipakai sebagai istilah perkerabatan, huruf kapital tidak digunakan.
  Kita harus menghormati bapak dan ibu kita 
  Semua kakak dan adik saya sudah menikah 

(o)  huruf pertama kata ganti Anda.  Contoh :      
  Apakah Anda sudah berkeluarga ?    
  Surat Anda sudah kami terima      

2.3.2   Penggunaan Huruf Kecil
Huruf kecil digunakan pada tempat yang tidak menggunakan huruf kapital.

2.3.3   Penggunaan Huruf Miring
         Huruf miring digunakan untuk  :   

menuliskan nama buku, nama majalah, dan nama surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Contoh :
  Bukunya berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang
  Setiap pagi dia membaca koran Kompas
  Majalah Bahasa dan Sastra terbitan Pusat Bahasa
 menuliskan istilah ilmiah, dan kata atau ungkapan asing yang ejaannya belum disesuaikan. Contoh :
  Nama ilmiah nyamuk penyebab deman berdarah adalah aedes agypti
  Politik devide et empera pernah merajalela di negara kita
  Bailout pada Bank Century menjadi topik pembicaraan di DPR

menuliskan kata-kata yang dianggap belum baku. Contoh :
  Beliau memang nggak tahu
  Keadaan semakin semrawut
  Di sini kamu jangan berlaku neko-neko

menuliskan kata atau huruf yang dianggap penting dalam sebuah teks. Contoh :
Buatlah kalimat dengan kata apalagi dan kata lagi pula
Dalam bab ini tidak dibicarakan penulisan huruf kapital
Dia bukan menipu, melainkan ditipu

2.3.4   Penggunaan Huruf Tebal (bold, fat)
Penggunaan huruf tebal belum atau tidak diatur dalam pedoman EYD (ejaan yang disempurnakan); tetapi tampaknya huruf tebal digunakan pada kata-kata yang dianggap penting. Dalam tulisan tangan atau ketikan manual kata-kata yang akan dicetak tebal diberi dua garis bawah.


2.4    Penggunaan Tanda Baca
Dalam bahasa tulis, tanda baca ini sangat penting karena dengan adanya tanda baca itu kita akan terbantu untuk dapat memahami suatu tulisan. Dalam sistem ejaan dikenal adanya tanda baca titik (.), koma (,), titik koma (;), titik dua (:), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda petik ("......"), tanda hubung (-), tanda pisah (—), tanda kurung ([......]), tanda garis miring (/), dan tanda penyingkat ('). Bagaimana menggunakan tanda baca itu, dijelaskan di bawah.

2.4.1    Penggunaan Tanda Titik ( . )
Tanda titik digunakan pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
         Misalnya :
  Ayahku mantan anggota DPR.
  KPK menahan Anggodo Widjoyo kemarin.
  Partai koalisi mulai retak.

Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
         Misalnya  :
  pukul 3.15.10 (pukul 3 lewat 15 menit 20 detik)
Tanda titik digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
         Misalnya : 
  5.35.20 jam (5 jam, 35 menit, 20 detik)    
  0.25.30 jam (25 menit, 30 detik)       
  0.0.30 jam (30 detik)

Tanda titik digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
         Misalnya :                                        
  Penduduk di desa itu ada 25.325 orang
  Harganya Rp 4.850.000,-
  Gempa di sana menelan 1.274 jiwa tewas

Tanda titik tidak digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
         Misalnya  :
  Dia lahir tahun 1951 di Surabaya       
  Nomor teleponnya adalah 8657712        
  Nomor pendaftarannya adalah 2657718       

Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul berita, judul karangan, judul tabel, dan sebagainya.
         Misalnya  :
  Tabrakan Beruntun di Jalan Tol
  Habis Gelap Terbitlah Terang 
  Masalah Kawin Siri-di Indonesia

Tanda titik tidak digunakan di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat; dan (2) nama dan alamat penerima surat.
         Misalnya  :                           
  Jalan Taman Malaka Utara 5 Jakarta Timur
  25 Februari 2010

2.4.2    Penggunaan Tanda Koma ( , )
Tanda baca koma ( , ) digunakan dengan aturan sebagai berikut :
 digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
         Misalnya  :
  Yang hadir anggota fraksi Golkar, fraksi PDIP, fraksi PKS, dan fraksi Demokrasi
  Yang salah jawaban nomor 8, 9, 12, 13, dan 15

digunakan untuk memisahkan bagian kalimat setara yang satu dari bagian kalimat setara lainnya yang didahului oleh konjungsi seperti tetapi dan melainkan.
         Misalnya :
  Saya ingin hadir, tetapi tidak diundang
  Yang menyusahkan rakyat bukan hanya penjahat, melainkan juga pejabat        

digunakan untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat bila anak kalimat itu mendahului induk kalimat.
         Misalnya :
  Karena sakit, dia tidak jadi datang     
  Kalau diundang, saya tentu datang    

Catatan  :       
       Kalau anak kalimat berada di belakang induk kalimat, maka tanda koma itu tidak digunakan.
Misalnya  :                                       
  Dia tidak jadi datang karena sakit      
  Saya tentu datang kalau diundang

digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung antar-kalimat yang terdapat pada awal kalimat sepertijadi, oleh karena itu, akan tetapi, maka dan sebagainya.
         Misalnya  
  Jadi, utangmu semua menjadi 10 juta rupiah
  Oleh karena itu, kita harus selalu waspada
  Akan tetapi, saya masih akan mencoba lagi tahun depan

digunakan di belakang kata seruan seperti oh, nah, aduh, ya, alangkah, dan kasihan di dalam sebuah kalimat.
         Misalnya :
  Oh, begitu ?
  Wah, bukan main besarnya!
  Hati-hati, ya, nanti jatuh

digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
         Misalnya  :                      
  Kata ibu, "Saya senang sekali."   
  "Saya gembira sekali", kata bapak, "karena terpilih jadi anggota DPR."

digunakan di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, nama keluarga atau marga.
         Misalnya  :     
  Dr. Ahmad Dimyati, S.H  
  Ny. Komala Sari, MA.
  Abdul Aziz, M. Hum.

digunakan di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
         Misalnya  :  
  12,5 Cm     
  Rp 1.255,25       

digunakan untuk mengapit keterangan tambahan (aposisi) yang sifatnya tidak membatasi.
         Misalnya  :          

  Ruhut Sitompul, anggota pansus dari partai Demokrat, sering membuat ulah
  Sukarno, presiden pertama RI, dimakamkan di Blitar
  Banyak anggota DPR, dari fraksi mana pun, disinyalir sering bolos dari sidang

dapat digunakan untuk menghindari salah baca dan salah paham di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
         Misalnya  :
  Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang sungguh-sungguh
  Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan banyak terima kasih
  Menurut keterangan bapak, Iskandar adalah anggota DPRD yang baru dilantik

tidak digunakan untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringnya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
         Misalnya  :                                            
  "Saudara bekerja di mana?" tanya ayah     
  "Ayo kita serang !" teriaknya keras-keras       

2.4.3    Penggunaan Tanda Koma ( ; )
        Tanda titik koma dapat digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Misalnya  :
  Malam semakin larut; pekerjaan belum selesai juga; aku jadi bingung
  Ayah membaca koran di ruang tamu; ibu sibuk di dapur; adik mengerjakan PR; saya sendiri asyik menonton televisi

Catatan :    
Jika kita lihat contoh di atas, sebenarnya tanda titik koma itu bisa diganti dengan tanda koma.
2.4.4    Penggunaan Tanda Titik Dua ( : )
Tanda titik dua dapat digunakan :
(a)     pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.
         Misalnya  :
  Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari
  Hanya ada dua pilihan bagi pejuang kemerdekaan itu: hidup atau mati

Namun, bila rangkaian kata itu merupakan pelengkap (objek) yang mengakhiri pernyataan, tanda titik dua itu tidak perlu digunakan.
  Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari
  Fakultas ini memiliki jurusan pendidikan anak terbelakang dan anak usia dini

(b) sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
         Misalnya  :
Ketua                   :   Abdul Aziz
Sekretaris             :   Ny. Sarbini
Bendahara           :   Ny. Waluyo
Tempat sidang     :   Gedung A, ruang 208

di December 17, 2020 1 comment:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sunday, December 6, 2020

Pria Gigit Mantannya Sampai Terseret Motor Gara-gara Diputuskan🙈😱😱😱🥺

Seorang pria di Makassar nekat merampas ponsel mantan pacarnya.

Aksi nekat itu dilakukan Ivan Eka Syaputra alias Ivan (32) warga Villa Mutiara, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Ia merampas ponsel mantan kekasihnya, CRA (25), mahasiswi yang tinggal di Kecamatan Tamalanrea.

Aksi perampasan ponsel itu terjadi saat CRA berdiri di tepi Jalan Manggis NTI, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Sabtu kemarin.

Ivan yang menghampiri CRA menggunakan motor, langsung menarik ponsel sang mantan.

Namun, upayanya membawa kabur ponsel itu tak mudah lantaran genggaman CRA yang kuat.

Tangan CRA pun digigit Ivan dan ponsel yang diincarnya berhasil digenggam.

Saat hendak tancap gas, CRA menarik jaket Ivan. Wanita kelahiran Jakarta 1995 itu pun terseret.

"Korban (CRA) terjatuh dan terseret di jalanan kemudian pelaku (Ivan) langsung meninggalkan tempat kejadian perkara," kata Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus, Minggu (6/12/2020) malam.

Akibat perbuatannya, Ivan diringkus Tim Opsnal Polsek Tamalanrea atas laporan kasus perampasan dan pencurian.

Ivan ditangkap saat berada di rumahnya, beberapa jam setelah CRA melaporkan kejadian itu.

"Hasil interogasi, pelaku Ivan, melakukan tindakan tersebut karena tidak terima keputusan sepihak korban (CRA) yang meminta memutuskan hubungan dengan pelaku," ujarnya.

Kini Ivan mendekam di sel tahanan Polsek Tamalanrea. Ia dijerat pasal 368 dan atau 365 tentang pencurian. 

Sumber : https://makassar.tribunnews.com/2020/12/06/diputuskan-pria-di-makassar-rampas-ponsel-mantannya-sampai-terseret-motor
di December 06, 2020 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, December 3, 2020

Mengenal Artikel Ilmiah

PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI 
Artikel ilmiah sering diartikan sebagai karya tulis yang memenuhi memenuhi kaidah-kaidah ilmu pengetahuan. 
Artikel ilmiah berbeda dengan artikel populer. Berikut adalah perbedaannya:
ARTIKEL POPULER
ARTIKEL ILMIAH

Tujuan 
Memberikan sumbangan pemikiran berdasarkan informasi atau wawasan penulisnya dan selanjutnya (lazimnya diharapkan) sebagai bahan wacana atau diskursus tentang topik itu bagi pembacanya
Tujuan 
Menyampaikan pemikiran kita ke khalayak akademik lebih luas melalui media massa baik cetak maupun elektronik, seperti jurnal, koran, majalah atau website.

Kajian 
Materinya tidak selalu harus berdasarkan pada fakta-fakta empirik (penelitian), boleh juga dari hasil pengamatan atau perenungan (refleksi)
Kajian 
Berdasarkan hasil penelitian lapangan sehingga memuat informasi-informasi dan fakta-fakta empirik yang akurat, mutakhir dan komprehensif dengan metodologi yang jelas. 

Sistematika 
Pembahasan dan analisis tidak perlu terlalu mendalam dan rinci, namun logika serta sistematika pemikiran harus tetap diperhatikan, agar pembaca dapat menangkap pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan
Sistematika 
Dipaparkan secara singkat, rinci, logis, sistematis, padat, dan komprehensif (namun tidak bertele-tele). 

Kaidah Penulisan 
Pembahasan dan analisisnya sedapat mungkin menggunakan kata-kata, istilah-istilah atau kalimat yang mudah dicerna dan sudah populer di masyarakat. Semua itu tidak harus secara ketat mengikuti “aturan main” penggunaan tata bahasa yang berlaku di dunia akademi
Kaidah Penulisan 
Ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau asing yang sesuai dengan “aturan main” yang berlaku di dunia akademik. Dengan artikel ilmiah hasil penelitian menjadi lebih enak dibaca, dicerna dan dipahami karena telah melalui proses penyempurnaan penulisan dan penyuntingan ulang (pembahasan dan analisis termasuk materi, data, bahasa, dsb.)

Kadang-kadang orang juga menyamakan artikel ilmiah dengan karya ilmiah yang notabene merupakan tulisan akademis, padahal sebenarnya punya bentuk dan peruntukan yang berbeda.
ARTIKEL ILMIAH
KARYA ILMIAH AKADEMIS

Dari segi bahasa, artikel lebih sederhana karena sasaran pembacanya menjangkau semua kelompok masyarakat
Bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah haruslah menggunakan bahasa yang formal sehingga kadang-kadang terasa kaku.

Dari segi isi, gagasan-gagasan dalam sebuah artikel tidak perlu ditunjang oleh bukti-bukti yang lengkap sebagaimana dalam karya tulis ilmiah
Di dalam karya tulis ilmiah, penulis harus menyertakan sumber data berupa kutipan, catatan kaki, biografi, serta daftar pustaka pada akhir tulisan

JENIS ARTIKEL ILMIAH 
Terdapat 3 jenis artikel ilmiah yang dikenal, yaitu 
Artikel ilmiah hasil pemikiran 
 Meskipun hasil pemikiran, bukan berarti penulis artikel ilmiah jenis ini tidak melakukan penelitian. Tentu saja ada penelitian, meski penelitian itu dilakukan tidak secara sistematis dan bukan untuk suatu tujuan akademis (misal, mencapai gelar kesarjanaan). Artikel hasil pemikiran bisa kita temukan dalam jurnal ilmiah, biasanya mengulas permasalahan dan menganalisisnya berdasarkan kajian teori dan fakta-fakta yang relevan. 
Artikel ilmiah hasil penelitian
Seorang mahasiswa menulis skipsi, seorang guru menulis tesis dan mengadakan penelitian tindakan kelas. Hasil dari penelitian tersebut kemudian dibuat sedemikian rupa dalam bentuk artikel ilmiah. Jika skripsi dan PTK sulit untuk bisa dinikmati masyarakat luas, maka dalam artikel ilmiah hasil penelitian digunakan bahasa-bahasa yang lentur sehingga enak dibaca dan dipahami. Sebagaimana artikel ilmiah hasil pemikiran, artikel ilmiah hasil penelitian ini bisa kita temukan dalam jurnal-jurnal ilmiah. 
Artikel ilmiah populer
Artikel ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang disajikan dengan format dan bahasa yang populer sehingga enak dibaca dan mudah dipahami. Meskipun demikian, artikel ilmiah populer tetap menjaga kaidah-kaidah penulisan ilmiah sebagaimana telah disampaikan di atas. Artikel ilmiah populer memiliki kerangka isi yang lebih bebas. Contoh artikel ilmiah populer mudah kita temukan di surat kabar maupun majalah, biasanya berupa opini dan esai. 
SISTEMATIKA ARTIKEL ILMIAH 
Dari tiga jenis artikel di atas, secara umum memiliki sistematika penulisan yang sama, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Namun begitu, secara khusus terdapat perbedaan dari ketiganya. Berikut ini kami sampaikan sistematika masing-masing: 
Sistematika Artikel Ilmiah Hasil Pemikiran 
Bagian pendahuluan; terdiri dari judul, abstrak, dan kata-kata kunci 
Bagian isi; terdiri dari pernyataan permasalahan, uraian teori hal-hal yang dipermasalahkan, uraian fakta-fakta hal-hal yang dipermasalahkan, diskusi, dan kesimpulan serta saran 
Bagian penunjang; berupa daftar pustaka dan data diri penulis 
Sistematika Artikel Ilmiah Hasil Penelitian 
Bagian pendahuluan; terdiri dari judul, abstrak (Indonesia dan atau Inggris), dan kata-kata kunci 
Bagian isi; terdiri dari: 
Pendahuluan (berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan kajian teori yang singkat dan relevan) 
Metode penelitian 
Hasil penelitian dan pembahasan 
Simpulan dan saran
3. Bagian penunjang; berupa daftar pustaka dan data diri penulis 
Sistematika Artikel Ilmiah Populer 
Bagian pendahuluan; berisi ungkapan hal-hal menarik dan mutakhir dari permasalahan yang diajukan. Permasalahan merupakan ketimpangan antara teori dan kenyataan, atau antara realitas dan idealitas. Maka dari itu, seorang penulis mesti memahami teori untuk bisa mengungkapkan permasalahan. 
Bagian isi; berisi bahasan yang dimulai dengan memaparkan hal-hal umum menuju kesimpulan yang spesifik, atau sebaliknya. Pada bagian ini, tidak jauh beda dengan artikel ilmiah pemikiran atau hasil penelitian, terdapat teori yang diungkapkan. Tetapi teori tersebut tidak detil dan tidak kaku. Pada bagian ini pula dijelaskan saran, pendapat, dan rekayasa alternatif dalam mengatasi persoalan. 
Bagian penutup; berisi simpulan atau saran. Kesimpulan dan saran biasanya dikemukakan dengan tidak lugas, bisa pula berupa ungkapan yang menggelitik untuk dijadikan renungan bagi pembaca menyangkut permasalahan yang diketengahkan.
di December 03, 2020 10 comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

ORGANISASI TULISAN

PENGERTIAN ORGANISASI TULISAN - ARTI DEFINISI PENGERTIAN

Isi atau pikiran yang terdapat dalam tulisan, terutama tulisan ilmiah, menuntut penyampaian yang sistematis. Pikiran disusun dalam satu kerangka atau bagan (outline). Dengan sistematika yang dipakai, pembaca dapat mengikuti jalan pikiran lain harus jelas terlihat. Pikiran yang disampaikan berjalan melalui garis lurus (yang menanjak), dari satu titik ke titik berikutnya, sehingga mencapai titik akhir tulisan (klimaks).
Tulisan biasanya dibagi menjadi tiga bagian utama, vaitu (1) pendahuluan atau p^mbuka, (2) batang tubuh tulisan dan (3) penutup. Masing-masing bagian dapat terdiri dari beberapa alinea. Biasanya pendahuluan dan penutup lebih pendek daripada batang tubuh tulisan. Pendahuluan memperkenalkan isi tulisan, batang tubuh memaparkan isi tulisan, dan penutup menyimpulkan isi tulisan.
Alinea, biasanya, mengandung satu pokok pikiran tertentu yang biasanya terdapat dalam apa yang disebut kalimat topik. Ide yang terdapat dalam kalimat topik dikembangkan melalui ide-ide penunjang (supporting ideas) yang dikemukakan melalui kalimat-kalimat lain dalam alinea. Jadi, dalam alinea yang baik terdapat satu ide pokok dengan ide-ide penunjang yang semuanya membentuk satu keterpaduan (koherensi), dan keterpaduan ini diwujudkan dengan bentuk bahasa atau hubungan yang terdapat di antara satuansatuan makna (pikiran) yang terdapat dalam alinea. Jika sebuah kalimat topik sebuah alinea berbunyi, misalnya, “salah satu sebab kenakalan remaja ialah broken home”, maka kalimat-kalimat lain harus mengandung pikiran-pikiran yang memperjelas pernyataan dalam kalimat topik. Berikut terdapat beberapa contoh mengembangkan ide yang terdapat dalam kalimat topik.
Pikiran yang terdapat dalam kalimat topik dapat dikembangkan dengan (1) urutan alami (natural order) dan (2) urutan logis (logical order) (Moore, R.H. 1964 : 78-83).
Urutan alami dapat dirinci sebagai berikut.
1. Urutan menurut waktu (the order of time)
Urutan semacam ini biasanya digunakan untuk memaparkan proses. Misalnya, bagaimana membuat kue bolu.
2. Urutan menurut ruang (the order of space)
Urutan semacam ini digunakan dalam Jeskripsi karena lebih mudah mengikuti suatu penjelasan jika digambarkan dari kiri ke kanan, dari bawah ke atas, dari depan ke belakang, dari luar ke dalam, atau sebaliknya.
Urutan logis dapat dirinci menjadi:
a. Urutan Klimaks (the order of klimaks)
Dalam urutan semacam ini, detail yang paling penting diberikan pada akhir tulisan.
b. Urutan umum ke Khusus (the order of general to specific)
Urutan semacam ini menyajikan gambar umum terlebih dulu sebelum memberikan hal-hal yang spesifik atau rinci. Dalam pelajaran biologi, misalnya, klasifikasi binatang atau tumbuh-tumbuhan dimulai dari phylum, dari phylum ke genus, dan dari genus ke species.
c. Urutan Khusus ke Umum (the order of specific to general)
Urutan semacam ini adalah kebaiikan dari urutan nomor dua di atas.
d. Urutan sebab-akibat (the order of causa to effect). Urutan semacam ini mulai dengan suatu sebab dan menurut akibat-akibat yang mungkin terjadi. Misalnya, terjadinya resesi ekonomi mengakibatkan apa-apa saja ?
e. Urutan akibat sebab (the order of effect to causa) Urutan semacam ini adalah kebaiikan dari urutan nomor empat di atas.
f. Urutan dikenal tidak dikenal (the order of familiarity)
Cara semacam ini mencoba menerangkan sesuatu yang rumit ) yang belum dikenal) melalui sesuatu yang lebih dikenal).
g. Urutan Mudah Sulit (the order of complexity)
Urutan semacam ini bergerak dari yang mudah ke yang lebih sulit.
h. Urutan kegunaan 1[the order of utility)
Urutan semacam ini menyajikan hal-hal yang rinci terlebih dulu sedemikian rupa sehingga pembaca dapat memahami apa yang datang kemudian. Sebelum perlunya pemberantasan korupsi dilakukan, harus diterangkan terlebih dulu akibat-akibat yang sangat merugikan yang ditimbulkan korupsi.
i. Urutan keberterimaan (the order of acceptability)
Urutan semacam menyajikan terlebih dulu pikiranpikiran yang dapat diterima oleh pembaca sebelum pikiran-pikiran yang mungkin akan ditolaknya. Penulis mengakui hal-hal yang tidak dapat disangkal yang dikemukakan lawannya. Lalu penulis mematahkan argumentasi lawannya.
j. Urutan Kesan Dominan ke Kurang Dominan (the order of the dominant impression)
Urutan semacam ini menyajikan kesan yang paling dominan mengenai sesuatu terlebih dulu, lalu memberikan detail-detail yang mendukung kesan yang dominan itu.
k. Urutan Efek Psikologis (the order of psychological effect) Dalam urutan semacam ini, seseorang menceritakan atau melukiskan apa yang paling menarik menurut penglihatannya atau pikirannya. Sebuah mobi! Mercy, misalnya, dilukiskan keindahan bentuknya oleh
seorang anak, dan kekuatan mesinnya oleh ayahnya.
KALIMAT
1. Pola Dasar Kalimat Bahasa Indonesia
Apabila ftta menulis karangan, sering kita membuat kalimat baru yang belum pernah muncul sebelumnya. Kalimat tersebut dikatakan baru karena unsurunsur pembentuknya baru, sedangkan pola kalimatnya merupakan pola kalimat yang memang terdapat dalam bahasa yang bersangkutan dan digunakan berulang kali. Perhatikanlah kedua kalimat berikut ini:
a. Guru membuat kalimat.
b. Wartawan menulis karangan. Jika dibandingkan kalimat a dengan kalimat b, maka akan terlihat bahwa pola kalimat a sama dengan pola kalimat b, yang berbeda adalah kosakata yang mengisi gatra kedua kalimat. Pada kalimat a, yang mengisi gatra subjek adalah sebuah nomina (kata benda) : guru; dan yang mengisi gatra predikat adalah verba (kata kerja) membuat dan objek yang terdiri dari nomina kalimat.
Makna kedua kalimat di atas berbeda karena unsur-unsur pembentuknya (kosakata,nya) berbeda. Kedua contoh kalimat di atas memperlihatkan bahwa dengan memakai pola yang sama kita dapat membuat kalimat baru-dalam arti maknanya lain— yang jumlahnya “tidak terbatas”.
Selain membuat kalimat baru dengan memakai pola yang sama, dapat diadakan perluasan (expansion) pada struktur kalimat tanpa mengubah pola dasarnya. Kalimat
di atas dapat diperluas menjadi :
1) Guru kami membuat kalimat.
2) Guru yang mengajar bahasa Indonesia membuat kalimat.
3) Guru membuat kalimat di papan tulis.
4) Kemarin, guru membuat kalimat di papan tulis.
Kalimat-kalimat yang diperluas di atas memperlihatkan bahwa pola dasar kalimat tidak mengalami perubahan. Pola dasarnya masih tetap : Nomina-1 Verba Trans (itif) Nomina-2. Pada kalimat 1), subjek kalimat diberi keterangan yang terdiri dari adjektiva (kata sifat) : kami; pada kalimat 2), subjek diterangkan oleh sebuah anak kalimat 3), dan 4) verba membuat, secara berturut-turut, diterangkan oleh sebuah frase adverbial tempat : di papan tulis dan adverba waktu : kemarin. Jika keterangan yang ditambahk^n melalui perluasan dihilangkan, maka kalimat asal akan diperoleh kembali dengan pola dasar yang sama. Dalam menulis kalimat yang struktur-nya rumit, kita harus mempertahankan pola dasar, sebab kalau tidak, maka akan terjadi kalimat rancu. Kalimat (a) di atas, dapat diperluas’tanpa menghasilkan* kalimat yang rancu. Misalnya-
Beberapa hari yang lalu, guru yang mengajar bahasa Indonesia banyak membuat kalimat panjang yang rancu serta sukar dimengerti di kala para murid sudah mulai mengantuk.
2. Jumlah Pola Dasar Bahasa Pada umumnya, pola dasar setiap bahasa terbatas jumlahnya. Pola dasar kalimat seperti itu menghasilkan kalimat-kalimat sederhana, yaitu
kalimat-kalimat yang rmempunyai satu subjek dan satu predikat.
Dalam bahasa Indoensia terdapat, antara lain, pola dasar berikut.
a. Nomina-1 Nomina-1
Saya guru.
b. Nomina Adjektiva
Anak itu gembira.
c. Nomina-1 verba-Trans(itif)
Wartawan menuiis
Nomina-2
karangan.
d. Nomina Verba-lntrans (itif)
Dia bekerja
e. Nomina Adverba
Dia di luar.
f. Nomina Mereka
Kata Penghubung
(Lingking Verb)
kelihatan Adjektiva gembira.
g. Nomina-1 Verba-Trans
Mereka membuat

(1) Saya guru.
(2) Dia dokter.
Kalimat kompleks adalah gabungan kalimat sederhana dengan sebuah anak kalimat (dependent clause).
(1) Dia berpesan.
js. Dia berpesan sebelum dia berangkat.
(2) Dia berangkat.
Kalimat setara-kompleks merupakan gabungan dua atau lebih kalimat sederhana dengan sebuah anak kalimat.
(1) Ali sedang membaca buku.
(2) Ali sedang menulis surat.
(3) Lampu mati.

Keempat kalimat di atas dapat digabung sebagai berikut: Mahasiswa (yang) rajin itu membeli buku sejarah setelah dia menerima uang. atau
Setelah menerima uang, mahasiswa (yang) rajin itu membeli buku sejarah.
Unsur-unsur Bahasa Bahasa dapat dibagi ke dalam beberapa unsur, yaitu (a) kata, (b) frase, (c) klausa, (d) kalimat, dan (e) wacana. Kata dapat digabung dengan kata lain untuk membentuk frase. Klausa adalah rangkaian kata dan salah satu diatara kata tersebut ada yang bertugas sebagai subjek kata kerja dan satu lagi dapat bertugas sebagai kata kerja : ketika dia tiba. Ketika dia tiba adalah sebuah klausa yang tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat. Oleh karena itu rangkaian demikian disebut anak kalimat (dependent clause). Klause yang bisa berdiri sendiri disebut kalimat (sentence atau independent clause). Wacana (discource) adalah rangkaian kalimat yang satu sama lain diikat oleh hubungan makna. Rangkaian kalimat A di bawah ini adalah sebuah wacana, sedangkan rangkaian B bukan.
A. Bagaimanakah kedudukan manusia dalam tata susun ciptaan itu? Penyair Inggris Shakespeare menyebut ma-nusia the apogee of creation (puncak dari ciptaan). Kitab Injil menyebutnya penguasa alam atas nama Allah, dan dia juga sebagai “teman sekerja Allah” yang mempunyai tanggungjawab atas terpeliharanya alam yang diciptakan Allah sebagai tempat dan sumber hidupnya.
B. Kemarin saya didatangi oleh seorang mahasiswa
yang sedang menulis tesis tentang kebudayaan Batak. Walaupun begitu konsep kebudayaan sering membingungkan banyak orang. Salah satu hal yang sering dilupakan ialah manusia adalah produk budayanya.

di December 03, 2020 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Thursday, November 26, 2020

Pengolahan Bahan Tulisan

Teknik Menulis Kutipan
Pengolahan bahan tulisan pada materi ini diperlukan dalam penulisan yang 
menggunakan referensi lain. Pendapat, tabel, gambar, dan bagan milik orang lain dapat 
diolah dengan benar sebagai rujukan untuk meningkatkan kualitas tulisan. Hal ini dapat 
memperdalam kajian tulisan dengan menggunakan referensi dari sumber lain, baik cetak 
maupun elektronik.
Praktik pengembangan kepribadian yang jujur, terbuka, dan lebih menghargai 
karya/pikiran orang lain dapat dilihat pada hasil tulisan. Penulis secara adil merujuk 
pendapat penulis lain dengan menambahkan sumber dan daftar rujukan/pustaka. Sikap 
terbuka dan objektif dapat tumbuh melalui subjektivitas berbagai pendapat hingga 
menumbuhkan pemikiran yang objektif. Sikap saling menghargai antarpenulis pun 
tumbuh dengan baik.
Pengolahan bahan tulisan yang benar dapat menghindarkan penulis dari tindakan 
plagiat. Tindakan copy-paste teks bukan perbuatan terlarang dalam menulis asal 
dilakukan melalui teknik penulisan kutipan langsung. Tindakan copy-paste ide juga 
bukan perbuatan terlarang dalam menulis asal dilakukan melalui penulisan kutipan tidak 
langsung. 
Pada bagian ini, dijelaskan dua hal dalam pengolahan bahan tulisan. Kedua hal ini 
adalah (a) teknik menulis kutipan dan (b) teknis menulis daftar rujukan. Berikut 
penjelasan keduanya.
Teknik menulis kutipan terdiri atas dua model, yaitu kutipan langsung dan tidak 
langsung. Kutipan langsung berarti merujuk pada pendapat penulis lain melalui teks 
aslinya (salin-tempel teks). Kutipan tidak langsung berarti merujuk pendapat penulis lain 
melalui ide/gagasannya (salin-tempel ide). Berikut ini penjelasan keduanya.
1. Kutipan Langsung
Kegiatan kutipan langsung merupakan kegiatan copy-paste. Kewajiban atas kegiatan 
copy-paste ini adalah mencatumkan sumber rujukan. Hal ini dilakukan untuk memberi 
penghargaan kepada penulis aslinya. Kegiatan copy-paste memiliki rasa bangga yang 
rendah bagi penulis. 
Kutipan langsung ini memiliki tiga model, yaitu (a) kutipan ringkas kurang dari 40 
kata, (b) kutipan 40 kata atau lebih, dan (c) kutipan yang sebagian dihilangkan. Berikut 
ini penjelasan ketiga model kutipan tersebut dengan contoh teks di bawah ini.
di November 26, 2020 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah
Penyusunan karya ilmiah memberikan manfaat yang besar sekali, baik bagi penulis maupun bagi masyarakat pada umumnya. Sekurang-kurangnya adabeberapa manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut, yang intinya adalah sebagai berikut:
Manfaat bagi penulis :
1. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahasa.
2. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan, seperti mencari bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
4. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.
5. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
7. Membentuk budaya akademik di pendidikan perkuliahan baik pada mahasiswa,
dosen dan staff lainnya.
8. Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

Manfaat bagi pembaca :
1. Pembaca dapat mengetahui, memahami konsep dasar penulisan karya ilmiah.
2. Pembaca dapat mengetahui dan memahami naskah ilmiah, jenis-jenis dan ciri-ciri serta syarat-syarat dalam penulisan karya ilmiah.
3. Pembaca dapat mengetahui, memahami dan mampu mengimplementasikan teori, konsep dan langkah-langkah penulisan karya ilmiah dan unsur-unsurnya.
4. Pembaca mengetahui, memahami dan menguasai tentang kajian kepustakaan untuk mengimplementasikan dalam penulisan karya ilmiah.
5. Pembaca dapat mengetahui, memahami dan menguasai tentang pembuatan skipsi, tesis, disertasi jurnal.
Manfaat penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa :
1. Mahasiswa dapat mengetahui, memahami konsep dasar penulisan karya ilmiah
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami naskah ilmiah, jenis-jenis dan ciri-ciri serta syarat-syarat dalam penulisan karya ilmiah.
3. Mahasiswa dapat mengetahui, memahami dan mampu mengimplementasikan teori, konsep dan langkah-langkah penulisan karangan ilmiah dan unsur-unsurnya.
4. Mahasiswa mengetahui, memahami dan menguasai tentang kajian kepustakaan untuk mengimplementasikan dalam penulisan karangan ilmiah.
5. Mahasiswa mengetahui, memahami dan menguasai tentang pembuatan skripsi, tesis, disertasi jurnal .
6. Mahasiswa mengetahui, memahami, dan menguasai cara menyajikan tabel, grafik beserta petunjuk pembuatan tabel.
7. Mahasiswa dapat memahami dan menguasai pembuatan biografi, summary dan indeks.
Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah Berdasarkan Para Ahli:
1. Menurut Sikumbang (1981)
a. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahas.
b. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
c. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
d. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.
e. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
f. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

2. Menurut Nursisto (2000:6)

a. Pengungkapan diri.
b. Pemahaman akan sesuatu
c. Kepuasan pribadi, kebanggaan, dan rasa harga diri,
d. Peningkatan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan sekeliling,
e. Pelibatan diri dengan penuh semangat, dan
f. Pemahaman dan peningkatan kemampuan menggunakan bahasa.
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:

1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
5. Memperoleh kepuasan intelektual;
6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
7. Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
di November 26, 2020 12 comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
  • HAKIKAT METODE PENELITIAN
    BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan dimasyaratkan mengharuskan adanya penelitian...

Total Pengunjung


Blog Archive

  • ►  2023 (14)
    • ►  January (14)
  • ►  2022 (40)
    • ►  December (5)
    • ►  November (3)
    • ►  May (23)
    • ►  April (2)
    • ►  January (7)
  • ►  2021 (46)
    • ►  November (7)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (3)
    • ►  May (17)
    • ►  April (2)
    • ►  March (7)
    • ►  February (2)
    • ►  January (5)
  • ▼  2020 (93)
    • ▼  December (10)
      • Monitoring pekerjaan di Dua kecamatan Kabupaten Ba...
      • Aplikasi Penambah View dan Jam Tayang Youtube 2021
      • Ternyata Zona Merah Itu Haram
      • Tidak Puas, Istri Tuntut Cerai Suami😱🙈🤣
      • Dikira Perempuan, Pria Ini Nyaris Diperkosa🙈😱😱...
      • Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah
      • Kaidah Menulis
      • Pria Gigit Mantannya Sampai Terseret Motor Gara-ga...
      • Mengenal Artikel Ilmiah
      • ORGANISASI TULISAN
    • ►  November (17)
      • Pengolahan Bahan Tulisan
      • Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah
    • ►  October (10)
    • ►  September (11)
    • ►  August (10)
    • ►  July (1)
    • ►  June (12)
    • ►  May (8)
    • ►  April (8)
    • ►  February (1)
    • ►  January (5)
  • ►  2019 (42)
    • ►  December (9)
    • ►  November (1)
    • ►  August (10)
    • ►  July (22)
  • ►  2018 (5)
    • ►  September (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2017 (16)
    • ►  November (7)
    • ►  August (1)
    • ►  March (5)
    • ►  February (3)
  • ►  2016 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  November (2)
    • ►  October (19)
    • ►  September (1)
  • ►  2015 (6)
    • ►  December (1)
    • ►  November (5)

Popular Posts

  • BIDARA BENEFITS, EFFICIENT AND ANTIFULL OF MAGIC DISTURBANCE
    There have been many articles written about this one plant in both print and electronic media, but it could be that not many peo...
  • 6 Benefits of Cinnamon Stew Water for Health
    Cinnamon boiled water is a healthy drink that has many medicinal properties. The benefits of this drink range from weight loss t...
  • Compulsory Food for Pregnant Women in the First Trimester
    There are many nutrients that mothers need in pregnancy in the first trimester. Therefore, it is very important to meet the inta...
  • Seringki Salah Paham Sama Status orang yuk Kuliah Bahasa Indonesia di Unismuh Bagus
    Pertama, kamu akan menerima cemoohan orang tentang jurusanmu. "Kuliah jurusan Bahasa Indonesia? Emangnya kamu nggak bisa ba...
  • Benefits of Waking Up Early for Health
    For some people, getting up early is a routine that can be done automatically without trying. However, for others, getting up e...
  • HAKIKAT METODE PENELITIAN
    BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan dimasyaratkan mengharuskan adanya penelitian...
  • Use of Fire in Everyday Life
    Fire can form when there are 3 important elements, namely heat, oxygen, and flammable materials.  In human daily life, fire is o...

Al

Alam

Lukfih Official. Picture Window theme. Powered by Blogger.