Pertama, kamu akan menerima cemoohan orang tentang jurusanmu.
"Kuliah jurusan Bahasa Indonesia? Emangnya kamu nggak bisa bahasa Indonesia?"
"Lah, nenek gw aja bisa tuh bahasa Indonesia tanpa harus kuliah."
Kedua, kamu dianggap sebagai KBBI berjalan. Ketika kamu ditanyai kosakata bahasa Indonesia dan kamu tidak tau, kamu akan dicemooh. Jika kamu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar pun kamu juga akan dicemooh.
"Katanya anak bahasa Indonesia,masa itu aja nggak tau?"
(Emangnya ada orang yang sanggup ngafal sebegitu banyaknya kosakata di kamus?)
Ketiga, kamu akan merasa remeh dengan mata kuliah yang akan kamu pelajari seperti mata kuliah di awal semester yaitu keterampilan membaca, keterampilan menulis, keterampilan menyimak, dan keterampilan berbicara (kayak anak TK aja gitu ya?).
Bagi kamu yang pernah menganggap "ngapain sih kuliah di jurusan Bahasa Indonesia, toh udah bisa bahasa Indonesia juga", sekarang saya tanya, kamu pemuda Indonesia, 'kan? Kamu lupa sama salah satu isi sumpah pemuda?
"Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia."
Dengan kamu mempelajari bahasa Indonesia, itu sudah termasuk "menjunjung tinggi bahasa Indonesia".
Tau nggak, di jurusan Bahasa Indonesia itu kita tidak hanya mempelajari empat keterampilan berbahasa tadi tapi juga mempelajari seluk beluk lainnya seperti fonologi, morfologi,sintaksis, pragmatik, wacana, psikolinguistik, sosiolinguistik, puisi, drama, dll. Bahkan juga mempelajari bahasa daerah, adat dan budaya daerah, sastra, dll.
Nah, jadi, sebelum kamu berkata "apaan sih", kamu harus tau dulu apa yang dipelajari ya. Tidak sesuai ekspektasimu loh.
(Status Sosmed)
No comments:
Post a Comment