Thursday, November 26, 2020

Pengolahan Bahan Tulisan

Teknik Menulis Kutipan
Pengolahan bahan tulisan pada materi ini diperlukan dalam penulisan yang 
menggunakan referensi lain. Pendapat, tabel, gambar, dan bagan milik orang lain dapat 
diolah dengan benar sebagai rujukan untuk meningkatkan kualitas tulisan. Hal ini dapat 
memperdalam kajian tulisan dengan menggunakan referensi dari sumber lain, baik cetak 
maupun elektronik.
Praktik pengembangan kepribadian yang jujur, terbuka, dan lebih menghargai 
karya/pikiran orang lain dapat dilihat pada hasil tulisan. Penulis secara adil merujuk 
pendapat penulis lain dengan menambahkan sumber dan daftar rujukan/pustaka. Sikap 
terbuka dan objektif dapat tumbuh melalui subjektivitas berbagai pendapat hingga 
menumbuhkan pemikiran yang objektif. Sikap saling menghargai antarpenulis pun 
tumbuh dengan baik.
Pengolahan bahan tulisan yang benar dapat menghindarkan penulis dari tindakan 
plagiat. Tindakan copy-paste teks bukan perbuatan terlarang dalam menulis asal 
dilakukan melalui teknik penulisan kutipan langsung. Tindakan copy-paste ide juga 
bukan perbuatan terlarang dalam menulis asal dilakukan melalui penulisan kutipan tidak 
langsung. 
Pada bagian ini, dijelaskan dua hal dalam pengolahan bahan tulisan. Kedua hal ini 
adalah (a) teknik menulis kutipan dan (b) teknis menulis daftar rujukan. Berikut 
penjelasan keduanya.
Teknik menulis kutipan terdiri atas dua model, yaitu kutipan langsung dan tidak 
langsung. Kutipan langsung berarti merujuk pada pendapat penulis lain melalui teks 
aslinya (salin-tempel teks). Kutipan tidak langsung berarti merujuk pendapat penulis lain 
melalui ide/gagasannya (salin-tempel ide). Berikut ini penjelasan keduanya.
1. Kutipan Langsung
Kegiatan kutipan langsung merupakan kegiatan copy-paste. Kewajiban atas kegiatan 
copy-paste ini adalah mencatumkan sumber rujukan. Hal ini dilakukan untuk memberi 
penghargaan kepada penulis aslinya. Kegiatan copy-paste memiliki rasa bangga yang 
rendah bagi penulis. 
Kutipan langsung ini memiliki tiga model, yaitu (a) kutipan ringkas kurang dari 40 
kata, (b) kutipan 40 kata atau lebih, dan (c) kutipan yang sebagian dihilangkan. Berikut 
ini penjelasan ketiga model kutipan tersebut dengan contoh teks di bawah ini.

Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah
Penyusunan karya ilmiah memberikan manfaat yang besar sekali, baik bagi penulis maupun bagi masyarakat pada umumnya. Sekurang-kurangnya adabeberapa manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut, yang intinya adalah sebagai berikut:
Manfaat bagi penulis :
1. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahasa.
2. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan, seperti mencari bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
4. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.
5. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
6. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
7. Membentuk budaya akademik di pendidikan perkuliahan baik pada mahasiswa,
dosen dan staff lainnya.
8. Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya.

Manfaat bagi pembaca :
1. Pembaca dapat mengetahui, memahami konsep dasar penulisan karya ilmiah.
2. Pembaca dapat mengetahui dan memahami naskah ilmiah, jenis-jenis dan ciri-ciri serta syarat-syarat dalam penulisan karya ilmiah.
3. Pembaca dapat mengetahui, memahami dan mampu mengimplementasikan teori, konsep dan langkah-langkah penulisan karya ilmiah dan unsur-unsurnya.
4. Pembaca mengetahui, memahami dan menguasai tentang kajian kepustakaan untuk mengimplementasikan dalam penulisan karya ilmiah.
5. Pembaca dapat mengetahui, memahami dan menguasai tentang pembuatan skipsi, tesis, disertasi jurnal.
Manfaat penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa :
1. Mahasiswa dapat mengetahui, memahami konsep dasar penulisan karya ilmiah
2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami naskah ilmiah, jenis-jenis dan ciri-ciri serta syarat-syarat dalam penulisan karya ilmiah.
3. Mahasiswa dapat mengetahui, memahami dan mampu mengimplementasikan teori, konsep dan langkah-langkah penulisan karangan ilmiah dan unsur-unsurnya.
4. Mahasiswa mengetahui, memahami dan menguasai tentang kajian kepustakaan untuk mengimplementasikan dalam penulisan karangan ilmiah.
5. Mahasiswa mengetahui, memahami dan menguasai tentang pembuatan skripsi, tesis, disertasi jurnal .
6. Mahasiswa mengetahui, memahami, dan menguasai cara menyajikan tabel, grafik beserta petunjuk pembuatan tabel.
7. Mahasiswa dapat memahami dan menguasai pembuatan biografi, summary dan indeks.
Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah Berdasarkan Para Ahli:
1. Menurut Sikumbang (1981)
a. Penulis dapat terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya ilmiah, ia mesti membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang hendak dibahas.
b. Penulis dapat terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber, mengambil sarinya, dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
c. Penulis dapat berkenalan dengan kegiatan perpustakaan seperti mencari bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
d. Penulis dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasi dan menyajikan data dan fakta secara jelas dan sistematis.
e. Penulis dapat memperoleh kepuasan intelektual.
f. Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

2. Menurut Nursisto (2000:6)

a. Pengungkapan diri.
b. Pemahaman akan sesuatu
c. Kepuasan pribadi, kebanggaan, dan rasa harga diri,
d. Peningkatan kesadaran dan penyerapan terhadap lingkungan sekeliling,
e. Pelibatan diri dengan penuh semangat, dan
f. Pemahaman dan peningkatan kemampuan menggunakan bahasa.
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:

1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
5. Memperoleh kepuasan intelektual;
6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
7. Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

Tuesday, November 24, 2020

Perubahan Unsur Serapan dari Bahasa Inggris dari segi Fonologi, Morfologi dan Semantiknya

Apa yang dimaksud dengan kata serapan? kata serapan merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa asing dan kemudian dipakai kedalam bahasa indonesia dan telah menjadi bahasa sehari-hari yang dipakai oleh masyarakat luas. pengambilan atau penyerapan bahasa asing kedalam bahasa indoneisa dapat dilakukan dengan beberapa cara, asalkan bahasa tersebut memenuhi persyaratan yaitu :

  1. Istilah serapan harus memiliki konotasi yang sama
  2. bahasa yang akan diserap harus disepakati oleh khalayak ramai (pengguna)
  3. Bahasa serapan harus lebih simple dari sinonim yang ada di bahasa indonesia.

Proses Penyerapan Bahasa Inggris menjadi Bahasa Indonesia.

 

Secara umum, proses penyerapan bahasa inggris kedalam bahasa indonesia dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :

 

1.ADOPSI

Adopsi yaitu pengambilan bahasa asing secara mentah-mentah sehingga tidak ada perubahan sama sekali, baik dalam tulisan maupun pelafalan.

 

2.ADAPTASI

 

Adaptasi yaitu pengambilan bahasa asing namun dirubah tulisan dan juga pelafalanya. sehingga tidak di serap secara mentah mentah namun juga di sesuaikan dengan bahasa indonesia itu sendiri.

 

3.PENGUATAN

 

Penguatan yaitu proses penyerapan bahasa inggris kedalam bahasa indonesia dengan cara penerjemahan. sehingga bahasa inggris tersebut diterjemahkan kedalam bahasa indonesia.

 


Kumpulan Kata Serapan Beserta Contoh

 

1.Actor : Aktor

  • I see the actor play in the drama (aku melihat aktor itu bermain drama)
  • Do you know the actor of the film? (apakah kamu tau pemain dari film itu?)

2. Cartoon : Kartun

  • My brother likes cartoon very much (adik laki-laki ku sangat menyukai kartun)
  • I will see the cartoon in the television tonight (aku akan menonton kartun di TV malam ini)

3.Action : Aksi

  • I need your action not your word (aku butuh aksi mu bukan kata-kata mu)
  • this is the action film (ini adalah film tentang aksi)

4.Central : sentral

  • Jakarta is the central of Indonesia (jakarta adalah pusat indonesia)
  • My mother is the central of my life (ibuku adalah pusat jidupku)

5.Check : cek

  • You should check your wallet before you go (kamu harus mengecek dompetmu sebelum kamu pergi)
  • check this room please (tolong check ruangan nya)

6.Career : karir

  • she is proud with her career (dia bangga dengan karir nya)
  • my career is a banker (karirku adalah seorang karyawan bank)

7.Business : Bisnis

  • what is your business now? (apa bisnismu sekarang?)
  • I like this business (aku suka bisnis ini)

8.Calculator : kalkulator

  • They need calculator to count mathematic (mereka membutuhkan kalkulator untuk menghitung matematika)
  • My calculator is new (kalkulatorku baru)

9.Double : dobel

  • I bring the double cake for you (aku membawa kueh dobel untuk mu)
  • Do you like double chocolate? (kamu suka coklat yang dobel?)

10. Doctor : Dokter

  • There is a doctor in every hospital (ada seorang dokter di setiap rumah sakit)
  • I wanna be a doctor (aku ingin menjadi seorang dokter)

Kumpulan kata lainya yaitu :

 

BAHASA INGGRISBAHASA INDONESIA
designdisain
dollardolar
dosedosis
domesticdomestik
embryoembrio
energyenergi
evacuationevakuasi
Evaluationevaluasi
Groupgrup
episodeepisod
hydrogenhidrogen
capsulekapsul
circuitsirkuit
cholestrolkolestrol

Saturday, November 21, 2020

Suami Curiga Istri Main Di HotelπŸ˜±πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

Maaf sebelum nya saya hanya minta saran.
Dari cerita teman saya ini istrinya sudah 1bulan belakangan ini sifatnya berubah drastis. Keseringan telpon-telponan dengan suara yang pelan, kalau ditanya bilangnya salah sambung atau dari teman kerja.
_
Dan Minggu-minggu ini sering pulangnya kemalaman karena katanya lembur di kantor . Terus nama di akun Facebooknya diganti, status relationshipnya jg berubah dan kemana-mana selalu gak pernah lepas dari HPnya..bahkan ke kamar mandi aja bawa HP.
_
Karna curiga, teman saya ini menemui bosnya di tempat istrinya bekerja. Justru bosnya malah menjelaskan kantor mereka lagi sepi kegiatan dan tidak ada karyawan yg disuruhnya lembur. ..
_
Nah, di suatu hari ketika istrinya bilang mau ada meeting di sebuah hotel sama rekan kantornya, dia ingin membuntuti istrinya pergi.. sampai-sampai
pinjam motor dan helm punya saya supaya istrinya tidak mengenali dirinya yg sedang di ikuti.
_
Singkat cerita .. sampailah motor istrinya berhenti di parkiran hotel, teman saya buru-buru matikan mesin motor karna takut kedengaran suara knalpot motornya.
_
Tidak lama kemudian ada seorang laki-laki yg menghampiri motor istrinya, lalu spertinya mereka lagi ngobrol-ngobrol dikit, lalu gak lama si istrinya teman saya itu pindah naik mobil laki-laki itu.
Tambah curiga saja teman saya ini melihat kejadian itu di depan matanya..
_
Pada saat mobil laki2 itu mau pergi, teman saya langsung starter motor supaya tidak ketinggalan jauh dari mobil laki-laki itu yg sudah mulai jalan.
_
Tapi apa yg terjadi ..., motornya gak mau nyala.
Sudah di starter bahkan didoble stater beberapa kalipun tetep mesin motornya gak mau nyala..
_
Nah sekarang yg mau saya tanyakan sama teman-teman semua, kira-kira masalahnya dimana yaa...?
Apa karburator nya kotor...???
Busi...???
Atau wayarnya konslet...?????
Batre nya soak...?
Tolong kasih solusinya Smart Reader
TERIMA KASIH..!!!πŸ™πŸ™

Thursday, November 19, 2020

Jenis-jenis Karya Ilmiah

Karya tulis ilmiah atau yang biasa disebut karya ilmiah ialah laporan tertulis yang menyajikan hasil temuan atau penelitian yang dilakukan sang penulis.

Menurut kamus bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah merupakan karya tulis yang dibuat dengan prinsip ilmiah, menurut data dan fakta (observasi, eksperimen, kajian pustaka).

Karya ilmiah bisa dikatakan erat dengan dunia pendidikan dan penelitian. Kebanyakan karya ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil dari riset yang dilakukan lembaga penelitian dan pendidikan.

Pembuatan karya ilmiah bertujuan untuk kepentingan memecahkan masalah dari suatu persoalan yang ada dan dipilih oleh penulisnya. Jadi, dalam karya ilmiah berisi data, fakta, dan solusi mengenai masalah yang diangkat.

Ciri-ciri dalam penulisan karya ilmiah menggunakan metodologi penyampaian riset yang didasarkan pada teori serta aturan baku. Jadi, saat membuat karya ilmiah, seorang penulis harus mentaati bagian-bagian penting dalam kaidah kepenulisan karya ilmiah.

Kaidah penting dalam penulisan karya ilmiah, antara lain penggunaan bahasa harus formal, baku, sesuai teori, dan fakta yang ada di lapangan.

Di sisi lain, karya ilmiah mempunyai beberapa jenis. Apa saja karya ilmiah yang ada di bidang pendidikan dan penelitian?

Artikel Ilmiah

Dalam konteks jurnalistik, artikel merupakan karya ilmiah yang berisi pendapat subjektif pembuatnya mengenai sebuah peristiwa atau masalah tertentu.

Sedangkan menurut sudut pandang ilmiah, artikel dapat diartikan sebagai karya tulis yang sengaja dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau kumpulan artikel dengan memperhatikan kaidah penulisan ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang berlaku.

Makalah

Makalah bisa diartikan sebagai karya tulis ilmiah, yang kajian masalahnya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif. Makalah biasanya dipaparkan dalam sebuah seminar berupa presentasi atau bisa juga untuk dipresentasikan di kelas.

Adapun beda makalah dengan artikel ilmiah adalah objek penelitiannya. Makalah disajikan dalam bentuk yang sederhana, tetapi tetap mengacu pada kaidah tata cara penulisan yang berlaku.

Oleh Faozan Tri Nugroho pada 09 Sep 2020, 16:20 WIB
Ilustrasi Menulis
Ilustrasi menulis. (dok. Pixabay.com/Free-Photos/Putu Elmira)

Bola.com, Jakarta - Karya tulis ilmiah atau yang biasa disebut karya ilmiah ialah laporan tertulis yang menyajikan hasil temuan atau penelitian yang dilakukan sang penulis.

Menurut kamus bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah merupakan karya tulis yang dibuat dengan prinsip ilmiah, menurut data dan fakta (observasi, eksperimen, kajian pustaka).

Karya ilmiah bisa dikatakan erat dengan dunia pendidikan dan penelitian. Kebanyakan karya ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil dari riset yang dilakukan lembaga penelitian dan pendidikan.

Pembuatan karya ilmiah bertujuan untuk kepentingan memecahkan masalah dari suatu persoalan yang ada dan dipilih oleh penulisnya. Jadi, dalam karya ilmiah berisi data, fakta, dan solusi mengenai masalah yang diangkat.

Ciri-ciri dalam penulisan karya ilmiah menggunakan metodologi penyampaian riset yang didasarkan pada teori serta aturan baku. Jadi, saat membuat karya ilmiah, seorang penulis harus mentaati bagian-bagian penting dalam kaidah kepenulisan karya ilmiah.

Kaidah penting dalam penulisan karya ilmiah, antara lain penggunaan bahasa harus formal, baku, sesuai teori, dan fakta yang ada di lapangan.

Di sisi lain, karya ilmiah mempunyai beberapa jenis. Apa saja karya ilmiah yang ada di bidang pendidikan dan penelitian?

Berikut ini rangkuman mengenai jenis-jenis karya ilmiah seperti dikutip dari DosenBahasa dan Liputan6, Rabu (9/9/2020).

2 dari 4 halaman

Jenis-jenis Karya Ilmiah

Ilustrasi buku, buku elektronik, e-book, ebook
Ilustrasi buku, buku elektronik, e-book, ebook. Kredit: Perfecto_Capucine via Pixabay

Artikel Ilmiah

Dalam konteks jurnalistik, artikel merupakan karya ilmiah yang berisi pendapat subjektif pembuatnya mengenai sebuah peristiwa atau masalah tertentu.

Sedangkan menurut sudut pandang ilmiah, artikel dapat diartikan sebagai karya tulis yang sengaja dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau kumpulan artikel dengan memperhatikan kaidah penulisan ilmiah dan mengikuti pedoman ilmiah yang berlaku.

Makalah

Makalah bisa diartikan sebagai karya tulis ilmiah, yang kajian masalahnya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif. Makalah biasanya dipaparkan dalam sebuah seminar berupa presentasi atau bisa juga untuk dipresentasikan di kelas.

Adapun beda makalah dengan artikel ilmiah adalah objek penelitiannya. Makalah disajikan dalam bentuk yang sederhana, tetapi tetap mengacu pada kaidah tata cara penulisan yang berlaku.

3 dari 4 halaman

Jenis-jenis Karya Ilmiah

Ilustrasi menulis
Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com

Paper

Paper merupakan satu di antara jenis karya ilmiah yang populer di kalangan mahasiswa. Tak jarang, dosen memberikan tugas kepada para mahasiswanya untuk membuat paper.

Konten yang disajikan paper hampir mirip dengan artikel ilmiah. Bedanya, dalam paper tidak ada tata cara penulisan tertentu seperti bab dan sub-babnya.

Paper biasanya hanya terdiri atas beberapa halaman saja.

 

Skripsi

Skripsi erat kaitannya dengan mahasiswa semester akhir. Pasalnya, jenis karya ilmiah tersebut digunakan sebagai syarat wajib untuk lulus jenjang strata 1 dan mendapat gelar Sarjana (S1).

Penulisan skripsi biasanya dilakukan pada akhir masa studi. Hampir sama seperti artikel ilmiah, penulisan skripsi harus didasarkan teori dari para ahli.

Secara lengkap, penulisan karya ilmiah ini berupa pengujian suatu teori yang diterapkan pada suatu permasalahan yang dipilih oleh penulis.

Hasil penulisan biasanya berupa analisis maupun pembuktian yang berhasil ditemukan oleh penulis. Analisis yang ditulis dalam skripsi dibedakan menjadi 2 metode penelitian, yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif.


Tesis

Tesis merupakan jenis karya ilmiah yang hampir mirip dengan skripsi. Bedanya, tesis diperuntukkan mahasiswa pascasarjana sebagai syarat wajib untuk menyelesaikan studi dan mendapatkan gelar Magister.

Jika skripsi ditulis berdasarkan pendapat subjektif dilandasi teori yang berlaku, tesis ditulis dengan menyajikan analisis lebih mendalam menggunakan teori.

Tak hanya itu, tesis juga bisa berupa pembuatan produk baru, seperti media pembelajaran atau semua hal yang berkaitan dengan jurusan yang dipilih.

 

Disertasi

Dalam jenjang pendidikan perkuliahan ada tiga strata, yaitu strata 1 alias S1, strata 2 atau S2, dan strata 3 yakni S3. Jenjang S1 dan S2 secara berurutan diwajibkan untuk menciptakan karya ilmiah berupa skripsi dan tesis.

Sementara, bagi mahasiswa program S3 diwajibkan menyusun disertasi untuk meraih gelar Doktor atau yang biasa disingkat Dr.

Di luar negeri, gelar ini menggunakan predikat internasional yaitu Ph.D. Dalam penulisan disertasi harus berdasarkan pada penemuan atau teori baru yang dicetuskan si penulis.

 

Sumber: DosenBahasa, Liputan6.com (Reporter: Yunisda Dwi Saputri, Editor: Nanang Fahrudin. Published: 20/3/2019)


Proses Menulis

Makalah Proses Menulis

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini maka sang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur.
Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk tujuan, misalnya memberi tahu, meyakinkan, atau menghibur. Hasil dari proses kreatif ini biasa disebut dengan istilah karangan atau tulisan. Kedua istilah tersebut mengacu pada hasil yang sama meskipun ada pendapat mengatakan kedua istilah tersebut memilikipengertian yang berbedaIstilah menulis sering melekatkan pada proses kreatif yang berjenis ilmiah.  Sementara istilah mengarang sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis non-ilmiah.
Dengan demikian dapat dikatakan menulis adalah sebuah proses kreatif untuk mengeluarkan gagasan yang berbentuk bahasa tulis sebagai alat atau medianya untuk berkomuniakasi.dengan demikian dalam komunikasi tulis terdapat empat unsur yang terlibat yaitu : (1) Penulis sebagai penyampai pesan, (2) Pesan atau isi tulisan, (3) Saluran atau media berupa tulisan, dan (4) Pembaca sebagai penerima pesanMenulis memiliki banyak manfaat yang dapat dipetik dalam kehidupan ini diantaranya adalah : (1) peningkatan kecerdasan, (2) pengembangan daya inisiatif dan kreatifitas, (3) penumbuhan keberanian, dan (4) pendorongan kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.
Berkenaan dengan proses menulis terdapat beberapa tahap diantaranya, seperti : (1) Tahap prapenulisan (persiapan), (2) tahap penulisan, (3) tahap pascapenulisan. Tahap prapenulisan merupakan fase persiapan menulis seperti menentukan topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi serta membuat kerangka karangan. “Tahap penulisan merupakan tahapa untuk mengembangkan ide atau informasi yang diperoleh pada tahap prapenulisan. Tahap pascapenulisan merupakan tahap penghalusan dan penyempurnaan buram yang kita hasilkan. 

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa itu menulis?
2.      Apa saja tahapan proses menulis?
3.      Apa itu menulis sebagai proses?
4.      Apa saja langkah-langkah menulis?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian menulis
2.      Untuk mengetahui tahapan proses menulis
3.      Untuk mengetahui pengertianmenulis sebagai proses
4.      Untuk mengetahui langkah-langkah menulis







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Menulis
Menulis merupakan suatu aktivitas komunikasi bahasa yang menggunakan tulisan sebagai mediumnya.( akhadiah,dkk. 2001:13)”.
“Menulis adalah sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Tulisan merupalan sebuah simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakainya (Dalman,2009 : 8)”
Menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis untuk tujuan, misalnya memberi tahu, meyakinkan, atau menghibur. Hasil dariproses kreatif ini biasa disebut dengan istilah karangan atau tulisan. Kedua istilah tersebut mengacu pada hasil yang sama meskipun ada pendapat mengatakan kedua istilah tersebut memilikipengertian yang berbedaIstilah menulis sering melekatkan pada proses kreatif yang berjenis ilmiah.  Sementara istilah mengarang sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis non ilmiah.
Menulis dan mengarang sebenarnya dua kegiatan yang sama karena menulis berarti mengarang (baca: menyusun atau marangkai bukan menghayal) kata menjadi kalimat, menyusun kalimat menjadi paragraf, menyusun paragraf menjadi  tulisan kompleks yang mengusung pokok persoalan.
Menulis sebagai keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam mengemukakan  gagasan-pikirannya kepada orang atau pihak lain dengan dengan media tulisan. Setiap penulis pasti memiliki tujuan dengan tulisannya antara lain mengajak, menginformasikan, meyakinkan, atau menghibu pembaca.
Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Dalam komunikasi tulis terdapat empat unsur yang terlibat yaitu : (1) Penulis sebagai penyampai pesan, (2) Pesan atau isi tulisan, (3) Saluran atau media berupa tulisan, dan (4) Pembaca sebagai penerima pesan. Menulis memiliki banyak manfaat yang dapat dipetik dalam kehidupan ini diantaranya adalah :
1.      Peningkatan kecerdasan,
2.      Pengembangan daya inisiatif dan kreatifitas,
3.      penumbuhan keberanian, dan
4.      pendorongan kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.
Menurut Graves dalam yusuf (2008) seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa dia menulis, merasa tidak berbakat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana harus.
Smith dalam yusuf (2008) mengatakan bahwa pengalaman belajar menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Umumnya guru tidak dipersiapkan untuk terampil menulis dan mengajarkannya.Karena itu, untuk menutupi keadaan yang sesuangguhnya muncullah berbagai mitos atau pendapat yang keliru tentang menulis dan pembelajarannya. Diantara mitos tersebut adalah
1.      Menulis itu mudah Teori menulis atau mengarang, memang mudah. Gampang dihafal. Tetapi, menulis atau mengarang bukanlah sekedar teori, melainkan keterampilan. Bahkan, ada seni atau art di dalamnya. Teori hanyalah alat untuk mempercepat pemilikan kemampuan seseorang dalam mengarang. Seseorang tanpa dilibatkan langsung dalam kegiatan dan latihan menulis, tidak akan pernah mampu menulis dengan baik.
2.      Kemampuan menggunakan unsur mekanik tulisan inti dari menulis
Seseorang perlu memiliki keterampilan mekanik seperti penggunaan ejaan, pemilihann kata, pengkalimatan, pengalineaan, dan pewacanaan dalam mengarang. Namuan, kemampuan mekanik saja tidak cukup, karangan harus mengandung ide, gagasan, perasaan, atau informasi yang akan diungkapkan penulis kepada orang lain.
3.      Menulis itu harus sekali jadi Tidak banyak orang yang dapat menulis sekali jadi. Bahkan, penulis profesional sekalipun. Menulis merupakan sebuah proses. Proses yang melibatkan tahap prapenulisan, penulisan, serta penyuntingan, perbaikan, dan penyempurnaan.
4.      Orang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis dapat mengajarkan menulis Seseorang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis tidak akan mungkin dapat mengajarkan seseorang menulis. Seseorang yang akan mengajarkan menulis harus dapat menunjukkan kepada muridnya manfaat dan nikmatnya menulis. Dia pun harus dapat mendemonstrasikan apa dan bagaimana mengarang.

B.     Tahapan proses menulis
1.      Pramenulis (Prewriting)
Pramenulis merupakan tahap siap menulis, Murray (1985) menyebut tahap ini dengan tahap penemuan menulis. Murray (1982) meyakini bahwa 20% atau lebih waktu tersita pada tahap ini. Aktifitas dalam tahap ini meliputi:
a.       Memilih topik.
b.      Memikirkan tujuan, bentuk dan audiens.
c.       Memanfaatkan dan mengorganisir gagasan-gagasan.
Pada tahap pramenulis siswa berusaha mengemukakan apa yang akan mereka tulis. Dalam hal ini guru bisa menggunakan berbagai strategi pramenulis yang diimplementasikan di kelas untuk membantu siswa memilih tema dan menentukan lncarnya proses menulis. Bila guru menentukan tema untuk siswa dan tem tersebut tidak sesuai dengan minat serta skemata siswa maka kegiatan menulis siswa akan terhambat. Misalnya saja dalam pembelajaran menulis cerita, tema cerita yang harus ditulis siswa harus sesuai dengan minat mereka.
Pada tahap ini siswa mengumpulkan gagasan dan informasi serta mencoba membuat kerangka atau garis besar yang akan ditulis. Di sini guru dapat melakukan kolaborasi melaui ramu pendapat, membuat klaster, atau menyusun daftar ide, sehingga menghasilkan tema dan topik tulisan yang sesuai dengan minat dan keinginan mereka. Safi’ie (1988) berpendapat bahwa untuk dapat menemukan perihal pokok karangan yang akan ditulis , maka dapat dilakukan dalam kegiatan penjajagan ide melalui ramu pendapat. Melalui kegiatan ini juga guru dapat mengetahui seberapa luas skemata yang dimiliki siswa berkaitan dengan hal atau topik yang akan dibahas.
Masih dalam tahap pramenulis, siswa mulai mencari dan menemntukan arah dan bentuk tulisannya. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan membaca untuk menelaah satu bentuk tulisan. Selain melakukan kegiatan membaca, khususnya dalam memilih topik siswa juga dapat melakukan observasi, membaca buku dan sastra, serta menggunakan chart dan gambar.

2.      Penyusunan Draf Tulisan (Drafting)
Tahap kedua dalam proses menulis adalah menulis draf. Dalam proses menulis, siswa menulis dan menyaring tulisan mereka melalui sejumlah konsep. Selama tahap penyusunan konsep, siswa terfokus dalam pengumpulan gagasan. Perlu disampaikan kepada siswa bahwa dalam tahap ini mereka tidak perlu merasa takut malakukan kesalahan. Kesempatan dalam menuangkan ide-ide dilakukan dengan sedikit memperhatikan ejaan, tanda baca, dan kesalahan mekanikal yang lain. Aktifitas dalam tahap ini meliputi:
a.       Menulis draf kasar
b.      Menulis konsep utama
c.       Menekankan pada pengembangan isi
Penyusunan konsep merupakan tahap saat siswa mengorganisasikan dan mengembangkan ide yang telah dikumpulkannya lewat kegiatan ramu pendapat dalam bentuk draf kasar. Misalnya dalam pembelajaran menulis cerita, selama tahap penyusunan konsep siswa terfokus pada aktifitas menuangkan ide dan menyusun konsep cerita yang akan dibuatnya.
Untuk membantu siswa mengembangkan ide dan menyusun konsep tulisannya, dapat dilaukan pemberian chart struktur cerita sebagai media bagi siswa untuk menuangkan semua ide ynag dimilikinya. Hal ini diharapkan dapat memudahkan mereka untuk mengungkapkan idenya berkaitan dengan struktur cerita secara tidak ragu-ragu, karena pada tahap berikutnya teks yang sudah disusun akan diperbaiki dan disusun ulang.
3.      Perbaikan (Revising)
Selama tahap perbaikan, penulis menyaring ide-ide dalam tulisan mereka. Siswa biasanya mengakhiri proses menulis begitu mereka mengakhiri dan melengkapi draf kasar, mereka percaya bahwa tulisan mereka telah lengkap. Revisi bukan penyempurnaan tulisan, revisi adalah mempertemukan kebutuhan pembaca dengan menambah, mengganti, menghilangkan, dan menyusun kembali bahan tulisan. Kata revisi berarti melihat kembali, pada tahap ini penulis dapat melihat tulisannya kembali dengan teman sekelas dan guru yang membantu mereka. Aktifitas dalam tahap ini meliputi:
a.       Membaca ulang draf kasar
b.      Menyempurnakan draf kasar dalam proses menulis
c.       Memperbaiki bagian yang mendapat balikan dari kelompok menulis
Pada tahap perbaikan ini siswa melihat kembli tulisannya untuk selanjutnya menambah, mengganti, atau menghilangkan sebagian ide dalam tulisannya. Misalnya dalam menulis cerita, berkaitan dengan penggarapan struktur  cerita yang telah disusunnya siswa dapat mengubah watak pelau yang semula jahat menjadi baik. Atau siswa dapat juga menyelipkan peristiwa lain dalam rangkaian cerita yang disusunnya.

4.      Penyuntingan (Editing)
Penyuntingan merupakan penyempurnaan tulisan sampai pada bentuk akhir. Sampai tahap ini, fokus utama proses menulis adalah pada isi tulisan siswa dengan fokus berganti pada kesalahan mekanik. Siswa menyempurnakan tulisan mereka dengan mengoreksi ejaan dan kesalahan mekanikal yang lain. Tujuannya membuat tulisan menjadi “siap baca secara optimal” (optimally readable). (Smith:1982).
Cara paling efektif untuk mengajarkan keterampilan mekanikal adalah pada saat penyuntingan. Ketika penyuntingan tulisan disempurnakan melalui kegiatan membaca, siswa lebih tertarik pada pemakaian keterampilan mekanikal secara benar karena mereka dapat berkomunikasi secara efektif.
Para peneliti menyarankan bahwa pendekatan fungsional dalam pengajaran mekanikal tulisan lebih efektif daripada latihan praktis. Aktifitas dalam tahap ini meliputi:
a.       Mengambil jarak dari tulisan
b.      Mengoreksi awal dengan menandai kesalahan
c.       Mengoreksi kesalahan
Sebagai contoh, dalam pembelajaran menulis cerita, proses penyuntingan merupakan tahap penyempurnaan tulisan cerita yang dilakukan sebelum kegiatan publikasi cerita yang ditulis siswa. Pada tahap ini siswa menyalin kembali draf yang telah dibuatnya ke dalam polio bergaris  sehingga menjadi sebuah karangan yang utuh. Pada saat yang sama siswa juga melakukan perbaikan kesalahan yang bersifat mekanis berkaitan dengan ejaan dan tanda baca.

5.      Pemublikasian (Publishing)
Pada tahap akhir proses penulisan, siswa mempublikasikan tulisan mereka dan menyempurnakannya dengan membaca pendapat dan komentar yang diberikan teman atau siswa lain, orangtua dan komunitas mereka sebagai penulis. Pada tahap publikasi siswa mempublikasikan hasil penulisannya melalui kegiatan berbagi hasil tulisan (sharring). Kegiatan berbagi hasil ini dapat dilakukan diantaranya melalui kegiatan penugasan siswa untuk membacakan hasil karangan di depan kelas (Tompkins,1994). Sebagai contoh dalam pembelajaran menulis cerita, kegiatan publikasi dapat dilakukan dengan menugaskan siswa membacakan hasil cerita yang telah ditulisnya, sementara siswa lain memberikan pendapat berkaitang dengan cerita tersebut. Kegiatan sharing lainnya dapat dilakukan dengan meminta orangtua siswa membaca dan memberi komentar terhadap cerita yang telah ditulis siswa. Dengan demikian, dalam kegiatan publikasi siswa mendapat beragam penguatan.


C.    Menulis Sebagai Proses
Dalam pembelajaran menulis terdapat beberapa pendekatan yang sering digunakan antara lain :
1.      Pendekatan frekuensi menyatakan bahwa banyaknya latihan mengarang akan membantu meningkatkan keterampilan menulis seseorang,
2.      Pendekatan gramatikal menyatakan bahwa pengetahuan seseorang mengenai struktur bahasa akan mempercepat kemahiran dalam menulis,
3.      Pendekatan koreksi menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi penulis yang baik apabila banyak mendapat masukan dari orang lain,
4.      Pendekatan formal menyatakan bahwa keterampilan menulis akan diperoleh bila pengetahuan bahasa, pengalineaan, pewacanaan serta aturan menulis dikuasai dengan baik.
Sebagai proses, menulis merupakan serangkaian aktivitas yang terjadi dan melibatkan beberapa fase/tahap yaitu:
1.      Tahap prapenulisan (persiapan)
                  Tahap prapenulisan merupakan fase persiapan menulis seperti menentukan topik dan tujuan karangan, mengumpulkan informasi serta membuat kerangka karangan. Tahap prapenulisan mencakup tahap-tahap berikut diantaranya:
a.       Menentukan topik
Topik adalah pokok persoalan atau permasalahan yang menjiwai seluruh tulisan. Ada pertanyaan pemicu yang dapat digunakan untuk menentukan topik, misalnya: ”Saya mau menulis apa? Apa yang akan saya tulis?
Tulisan saya akan berbicara tentang apa?”.Nah, jawaban atas pertanyaan tersebut berisi topik tulisan.
Topik harus dibedakan dengan tema, karena tema mencakup hal yang lebih umum.Sementara topik sudah mengarah pada hal yang lebih khusus. Jadi,akan lebih tepat bila topik tulisan disejajarkan dengan sub tema.
Masalah yang dihadapi dalam memilih dan menentukan topik tulisan adalah:
1)      Sangat banyak topik yang harus dipilih, karena semua topik menarik. Untuk itu pilihlah yang paling dikuasai.
2)      Tidak memiliki ide sama sekali. Untuk itu, banyaklah membaca buku atau majalah/koran, berdiskusi dengan orang lain, melakukan pengamatan pada persoalan-persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
3)      Terlalu ambisius sehingga jangkauan topik yang dipilih terlalu luas.
b.      Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Tujuan dan sasaran penulisan harus diperhatikan agar tulisan dapat tersampaikan dengan baik. Tujuan dan sasaran penulisan akan mempengaruhi corak dan bentuk tulisan, gaya penyampaian dan tingkat kerincian isi tulisan. Agar tulisan kita dapat dipahami oleh pembaca, kita harus memperhatikan siapa yang akan membaca tulisan kita, bagaimana level pendidikannya, status sosialnya dan apa yang diperlukannya?.
c.       Mengumpulkan Bahan dan Informasi Pendukung
Ketika akan menulis, kita tidak selalu memiliki bahan atau informasi yag benar-benar siap dan lengkap. Untuk itulah sebabnya, sebelum menulis kita perlu mencari, mengumpulkan, dan memilih informasi yang dapat mendukung, memperluas, memperdalam dan memperkaya tulisan kita.Tanpa pengetahuan dan wawasan yang memadai.Maka, tulisan kita akan dangkal dan kurang bermaka. Karena itulah, penelusuran dan pengumpulan informasi sebagai bahan tulisan sangat diperlukan.
Mengumpulkan bahan dan informasi untuk mendukung tulisan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti :
1)      Wawancara
2)      Studi kepustakaan
3)      Observasi
4)      Diskusi kelompok
d.      Mengorganisasikan Ide atau Gagasan
Mengorganisasikan ide atau gagasan penting dilakukan tulisan yang kita buat menjadi saling bertaut, runtut dan padu.
Untuk mempermudah mengorganisasikan ide atau gagasan, maka sebelum menulis kita perlu membuat kerangka tulisan. Kerangka tulisan ini memuat garis-garis besar tulisan yang akan kita buat. Secara umum, kerangka tulisan terdiri atas:
1)      Pendahuluan atau pengantar, yang berisi mengapa dan untuk apa menulis topik tertentu serta apa yang akan disajikan.
2)      Isi, yang berisi butir-butir penting isi tulisan
3)      Penutup.
Seorang penulis mulai dari penulis pemula sampai penulis yang sudah profesional pun, harus tetap mengunakan langkah-langkah pra penulisan, mungkin sebagian orang menganggap langkah-langkah ini sebagai hal yang sepele, namun di lain sisi tahap pra penulisan dapat membantu dan menuntun penulis agar pada saat tahap penulisan nantinya, tulisan yang dihasilkan dapat koheren dan kohesif. Tulisan atau karangan dapat dikatakan kohesif dan koheren apabila memenuhi syarat berikut, karangan tersebut mempunyai kalimat tesis yang dapat mewakili seluruh isi tulisan serta setiap paragraf mempunyai kalimat topik dan hubungan antara kalimat topik dengan kalimat penjelas saling berkaitan.Untuk kita sebagai seorang penulis pemula yang baru seumur jagung dalam dunia tulis menulis, mulailah menulis dari pengalaman yang terjadi sehari-hari. Cobalah dari pengalaman sehari-hari tersebut kita tuangkan semua pikiran, pengalaman dan ide-ide ke dalam bentuk karya tulis, supaya kegiatan menulis tidak hanya dijadikan sebuah pekerjaan untuk mencari uang, melainkan juga dapat dijadikan sebuah kesenangan agar kebiasan menulis tertanam dalam  jiwa kita.
2.      Tahap penulisan
      “Tahap penulisan merupakan tahapa untuk mengembangkan ide atau informasi yang diperoleh pada tahap prapenulisan
      Struktur karangan terdiri atas bagian awal, isi, dan akhir. Awal karangan berfungsi untuk memperkenalkan  sekaligus menggiring pembaca terhadap pokok tulisan kita. Isi karangan menyajikan bahasan topik atau ide utama karangan, berikut hal-hal yang memperjelas atau mendukung ide tersebut seperti: contoh, ilustrasi, informasi, bukti atau alasan. Akhir karangan berfungsi untuk mengembalikan pembaca pada ide-ide inti karangan melalui perangkuman atau penekanan ide-ide penting.

3.      Tahap pascapenulisan
“Tahap pascapenulisan merupakan tahap penghalusan dan penyempurnaan buram yang kita hasilkan. Tahap ini merpakan tahap penghalusan dan penyempurnaan buram (konsep) yang kita hasilkan. Kegiatannya terdiri atas penyuntinganan perbaikan (revisi). Penyuntingan  pemeriksaan dan perbaikan unsur mekanik karangan, seperti ejaan, pungtuasi, diksi, pengkalimatan, pengaleniaan, gaya bahasa, pencatatan kepustakaan, dan konvensi penulisan lainnya. Revisi atas perbaikan lebih mengarahka pada pemeriksaan dan perbaikan karangan .
Langkah-langkah kegiatan penyuntingan dan perbaikan karangan:
a.       Membaca keseluruhan karangan;
b.      Menandai hal-hal yang perlu diperbaiki, atau memberikan catatan bila ada hal-hal yang harus diganti, ditambahkan, disempurnakan; serta
c.       Melakukan perbaikan sesuai dengan temuan saat penyuntingan.

D.    Langkah-langkah Menulis
Menulis merupakan kegiatan yang profuktif dan ekspresif, sehingga penulis harus dapat memanfaatkan kemampuan menggunakan tata tulisan, struktur bahasa, dan kosakata. Bila ingin berhasil dalam menulis, sebaiknya mengikuti langkah-langkah tertentu sebagai berikut:
1.      Tahap perencanaan
a.       Pemilihan topic
b.      Pembatasan topik/perumusan tujuan
c.       Penyusunan kerangka karangan
2.      Tahap pelaksanaan penulisan
Tahapan ini merupakan tahap pengembangan kerangka karangan yang sudah disusun pada tahap perencanaan dengan menggunakan bahan-bahan sesuai dengan topik yang telah dipersiapkan. Pada tahap penulisan ini perlu diperhatikan:
a.       Penyusunan bahasanya, yaitu:
1)      Penulisan paragraf yang benar
2)      Penulisan kalimat yang efektif
3)      Penulisan pilihan kata yang tepat
4)      Penulisan ejaan yang benar
b.      Teknik penulisan yang sesuai dengan aturan yang berlaku:
1)      Cara menulis judul/sub judul
2)      Cara menulis kutipan/catatan kaki
3)      Cara menulis daftar pustaka
4)      Teknik pengetikan
3.      Tahap pemeriksaan/revisi
Apabila karangan sudah selesai ditulis, tahap pemeriksaan perlu dilakukan agar tulisan itu lebih sempurna.Mungkin ada yang perlu diperbaiki, dibuang karena informasi itu tidak relevan atau bisa saja ditambah dan diperluas.Pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh yaitu:
a.       Pemeriksaan melalui kerangka dilihat dari sudut sistematika dan logika;
b.      Periksaan bahasa menyangkut penulisan paragraf, kalimat efektif, pilihan kata, dan ejaan;
c.       Pemeriksaan teknik penulisan. Apakah sudah sesuai dengan pedoman umum ejaan yang disempurnakan?
Sejalan dengan pendapat Sabarti, menyusun tulisan diperlukan tahap-tahap sebagai berikut:
1)      Tahap Prapenulisan/ Tahap Perencanaan
Tahap prapenulisan merupakan tahap persiapan sebelum menulis. Dalam tahap ini langkah yang ditempuh sebagai berikut :
a)      Menentukan topik
Topik diperoleh dari pengalaman, membaca, pengamatan, pendapat, sikap, dan tanggapan yang dipertanggungjawabkan.
b)      Membatasi topik
Membatasi topik berarti mempersempit dan mengkhususkan lingkup pembi-caraan. Topik yang terlalu luas akan menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam. Topik yang terlalu sempit akan menghasilkan tulisan yang tidak jelas.
c)      Menentukan tujuan
Tahap menentukan tujuan berguna sebagai pola yang didasari tulisan secara menyeluruh.Tujuan yang dirumuskan secara jelas karena merupakan sesuatu yang ingin dicapai dalam kegiatan menulis.
d)     Membuat kerangka karangan
Kerangka tulisan merupakan rencana kerja penulis dalam mengembangkan gagasan. Kerangka tulisan yang disusun secara cermat akan sangat membantu penulis dalam hal-hal berikut:
·         Membantu penulis dalam mengembangkan tulisan secara teratur sesuai dengan susunan pikiran dalam kerangka.
·         Mencegah penulis mengulangi bahasa pada bagian-bagian sebelumnya.
·         Menyajikan pikiran-pikiran pokok yang dapat dirinci dan diperhalus.
·         Mencegah penulis ke luar dari sasaran yang telah ditentukan sesuai dengan topik atau judul.
·         Membantu penulis dalam mengatur urusan pembicaraan
·         Menunjukkan kepada penulis bahan-bahan penulisan yang diperlukan dalam pengembangan gagasan.
e)      Menentukan bahan
Bahan penulisan adalah semua informasi atau data yang digunakan untuk mencapai tujuan penulisan.Bahan penulisan dapat berupa rincian, sejarah kasus, contoh penjelasan, definisi, fakta, hubungan sebab akibat, hasil penelitian, dan sebagainya.Bahan penulisan dapat diperoleh dari berbagai sumber.
2)      Tahap penulisan
Tahapan penulisan merupakan bahasan dari semua topik yang terdapat dalam kerangka karangan.Dalam penulisan karangan sangat diperlukan pilihan kata yang tepat, cermat, dan lugas, sehingga dalam tahap penulisan ini, penulis harus dapat mencurahkan seluruh penguasaan kosakata yang dimiliki.Tulisan yang baik adalah tulisan yang tidak lepas dari kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku.Oleh karena itu, dalam hal ini karangan harus ditulis dengan ejaan yang tepat, tanda baca yang tepat, dan sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku.
3)      Tahap revisi
Pada tahap ini penulis harus membaca kembali tulisan yang telah dibuat.Kegiatan membaca kembali ini untuk melihat secara teliti bagian-bagian yang perlu mendapat perbaikan, terutama dalam penggunaan ejaan, tanda baca, pilihan kata, paragraf, logika kalimat, sistematika tulisan, pengetikan, dan sebagainya.
Menulis merupakan suatu proses. Didalamnya diperlukan proses-proses agar tulisan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam menentukan tema yang akan diangkat diperlukan intuisi yang kuat dalam mengembangkan gagasan yang akan dituangkan. Konsentrasi dan fokus pada apa yang dikerjakan, setelah selesai bacalah kembali dan lakukan proses revisi agar apa yang ditulis menghasilkan tulisan yang baik.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pramenulis merupakan tahap siap menulis, Murray (1985) menyebut tahap ini dengan tahap penemuan menulis. Pada tahap pramenulis siswa berusaha mengemukakan apa yang akan mereka tulis. Dalam hal ini guru bisa menggunakan berbagai strategi pramenulis yang diimplementasikan di kelas untuk membantu siswa memilih tema dan menentukan lncarnya proses menulis. Bila guru menentukan tema untuk siswa dan tem tersebut tidak sesuai dengan minat serta skemata siswa maka kegiatan menulis siswa akan terhambat.
Misalnya saja dalam pembelajaran menulis cerita, tema cerita yang harus ditulis siswa harus sesuai dengan minat mereka.Selama tahap perbaikan, penulis menyaring ide-ide dalam tulisan mereka. Siswa biasanya mengakhiri proses menulis begitu mereka mengakhiri dan melengkapi draf kasar, mereka percaya bahwa tulisan mereka telah lengkap.
Revisi bukan penyempurnaan tulisan, revisi adalah mempertemukan kebutuhan pembaca dengan menambah, mengganti, menghilangkan, dan menyusun kembali bahan tulisan. Penyuntingan merupakan penyempurnaan tulisan sampai pada bentuk akhir. Sampai tahap ini, fokus utama proses menulis adalah pada isi tulisan siswa dengan fokus berganti pada kesalahan mekanik. Siswa menyempurnakan tulisan mereka dengan mengoreksi ejaan dan kesalahan mekanikal yang lain.Pada tahap akhir proses penulisan, siswa mempublikasikan tulisan mereka dan menyempurnakannya dengan membaca pendapat dan komentar yang diberikan teman atau siswa lain, orangtua dan komunitas mereka sebagai penulis. Pada tahap publikasi siswa mempublikasikan hasil penulisannya melalui kegiatan berbagi hasil tulisan (sharring).



DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah. Sabarti.dkk. 2001. Menulis I. Jakarta: Universitas Terbuka (UT).
Badudu. J.S. 1985. Pelik-Pelik  Bahasa Indonesia. Bandung : Pustaka Prima.
Dalman. 2009. Keterampilan Menulis. Bandar Lampung.
Nadeak, wilson. 1983. Bagaimana Menjadi Penulis yang Sukses?. Bandung: Gramedia.
Tarigan, Henry Guntur. 1981. Menulis; Sebagai Suatu KetrampilanBerbahasa. Bandung Angkasa.
Yusuf, Mohammad Suparno. 2008. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka (UT).


Wednesday, November 18, 2020

Istri Tewas Gara-gara Menuduh Suaminya Selingkuh 😱πŸ₯Ί


Jabaruddin (34) tega membunuh istri sirinya, Suharni Salihi (49), di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Jabaruddin mengaku gelap mata karena dituduh selingkuh.

"Memang awalnya pelaku terlibat cekcok dengan korban, tepatnya pukul 21.30 Wita. Bahkan, dalam percekcokan itu, korban mengeluarkan kata-kata kasar yang membuat pelaku emosi dan gelap mata. Dalam perselisihan korban juga menuduh pelaku memiliki simpanan lain," jelas Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Yuliansyah, Rabu (18/11/2020).
Sebelum pembunuhan terjadi, kata Yuliansyah, Suharni sempat melaporkan Jabaruddin ke Polresta Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Saat itu Suharni menuding Jabaruddin menggasak uang dan perhiasannya.

"Sebelumnya memang korban telah melaporkan Jabaruddin ke pihak kepolisian Polres Palu atas kasus penggelapan, pelaku ini mengambil uang dan perhiasan milik korban senilai Rp 13 juta," ujar Yuliansyah.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan ini mengakhiri hidup istri sirinya di rumah kontrakannya, Jalan Pelita IV, Perumahan Sambutan Asri, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, pada Sabtu (14/11) dini hari.

Jabaruddin membunuh Suharni dengan cara mencekik leher saat melihat korban tertidur lelap. Polisi menyebut korban tak kuasa melawan.

"Sang istri tidur langsung dicekik pelaku, posisi tangan dan kaki ditahan oleh pelaku dengan menindis tubuh korban, hingga dipastikan tak bernyawa," jelas Yuliansyah.
Setelah memastikan korban tewas pelaku, kemudian pergi meninggalkan korban begitu saja. Dia lalu bergegas ke rumah ibunya dan memberi tahu bahwa ia telah menghabisi korban.

Ibu dan kakak dari Jabaruddin lalu melaporkan kasus pembunuhan ini kepada Polsekta Samarinda Kota. Tiga hari usai dilaporkan, Jabaruddin diciduk.

"Sang ibu juga meminta kepada pelaku untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, namun sayang saat petugas datang, pelaku malah kabur," tutur Yuliansyah.

Jabaruddin ditangkap di Jalan Poros Tengah Lintas Kubar pada Selasa (17/11). Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 338 KUHP juncto Pasal 340 tentang Pembunuhan.

"Ancaman hukuman 15 tahun hingga seumur hidup," tandas Yuliansyah.

Tuesday, November 17, 2020

Suaminya Melaut, Istrinya Nyaris Disetubuhi Tetangga😱😱😱

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) inisial EK, di Jalan Nipa-nipa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, nyaris menjadi korban pemerkosaan oleh suami tetangga sendiri. Polisi sementara menyelidiki dan mengejar pelaku berinisial IW.

Aksi percobaan pemerkosaan terhadap EK, terjadi pada Jumat 13 November 2020 lalu, sekitar pukul 03.08 dini hari WITA. Kala itu, IRT ini hanya sendiri di rumahnya, karena suaminya tengah melaut di luar daerah.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan, kasuspercobaan pemerkosaan sementara dalam penyelidikan. Pelaku adalah tetangganya sendiri berinisial IW.

"Pelaku untuk saat ini sementara dalam pengejaran, karena ia melarikan diri usai mencoba memperkosa korban di rumahnya," kata Agus kepada Tagar, Selasa 17 November 2020.

Agus menceritakan, korban pada saat itu tengah tertidur di rumahnya. Kemudian, merasakan adanya seseorang tengah meraba-raba badannya.

Sehingga korban terbangun. Dan seketika itu juga, pria yang diduga berinisial IW yang sudah tidak mengenakan sehelai pakaian atau telanjang langsung menaiki tubuh korban.

Korban sempat berteriak minta tolong. Tapi, pelaku (IW) langsung menutup mulutnya. Kemudian, pelaku menodongkan atau mengarahkan badik ke leher EK dan mengancam akan membunuhnya jika dia memberontak dan teriak. Sehingga, korban ketakutan.

"Korban hanya tinggal sendiri di rumahnya dan suaminya melaut. Saat aksi percobaan pemerkosaan itu, korban sempat diancam badik agar tidak teriak dan memberontak," tambahnya.

"Karena ketakutan, korban terus meminta agar dia dilepaskan. Namun, pelaku minta dicium, tapi korban ini mengatakan ia lebih baik dibunuh daripada menciumnya," sambungnya.

Ketika mendengar pernyataan dari korban, pelaku pun luluh dan berdiri melepaskan korban, lalu mengenakan pakaiannya. Dan kemudian, pelaku meminta kepada korban membuka pintu rumahnya agar bisa keluar. Sehingga korban bergegas membukakan pintunya, pelaku pun langsung keluar dan kabur.

"Pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencungkil dinding rumah bagian belakang korban yang terbuat dari seng. Setelah itu, pelaku masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar korban," jelasnya.