Sunday, November 28, 2021

TERNYATA Sadap WhatsApp Pasangan Bisa Dilakukan Tanpa Scan, Cukup Pakai Nomor WA, Berikut Caranya

Kini, sudah tidak banyak lagi orang yang menelpon menggeser fungsi telpon atau SMS lewat jaringan telpon seluler, semua bisa dilakukan via WhatsApp.

Itulah yang kemudian membuat WhatsApp semakin populer.

Karena semakin banyak aktivitas di WhatsApp, maka orang jadi semakin sibuk dengan ponsel atau aplikasi WA nya.

Inilah yang kemudian membuat banyak orang penasaran dengan aktivitas di WhatsApp.

Terlepas dari etika dan hukum menyadap WhatsApp, sebaiknya pertimbangkan dengan baik sebelum kamu memutuskan menyadap WA pasangan.

Tunggu apalagi? cara menyadap HP suami jarak jauh tanpa aplikasi? buruan simak cara menyadap whatsapp lewat google terbaru 2021.

Berikut ini cara sadap WhatsApp lewat Google atau kamu juga bisa menggunakan browser lainnya:

Ini adalah aplikasi mata-mata WhatsApp yang merupakan ekstensi dari Google Chrome.

Aplikasi mata-mata WhatsApp ini juga seratus persen gratis dan dapat digunakan oleh siapa pun.

Lewat WhatsApp Hack ini, menyadap WA menjadi lebih mudah.

Tinggal masukkan nomor WA yang ingin disadap, dan ikuti langkahnya.

Berikut cara gunakan WhatsApp Hack:

1. Instal plugin ini di browser Chrome desktop atau kunjungi situs web berikut >>> https://pointszone.net/v2/whatshack/

Jika browser Anda tidak mendukung ekstensi Chrome, salin dan tempel tautan ke browser Anda

2. Setelah memuat skrip, masukkan nomor Whatsapp apa pun di kotak input

3. Klik tombol 'Lanjutkan' dan pilih semua opsi

4. Tunggu antara 4-7 menit hingga skrip kami dieksekusi

5 CARA AMPUH AMBIL HP YANG MAU DISADAP MINTA PASSWORDNYA LALU BUKA WA NYA SELESAI BISA MELIHAT ISI WA KORBAN terimakasih saran ini tidak boleh diitiru cukup tau saja 😁😆

Wednesday, November 24, 2021

Tahap penyusunan karya ilmiah


tahap-tahap penyusunan karya ilmiah


Dalam menyusun karya ilmiah ada berbagai tahapan yang diperlukan antaralain adalah sebagai berikut :
1.       Tahap Persiapan;
2.      Tahap Pengumpulan Data;
3.      Tahap Pengorganisasian atau Pengonsepan;
4.      Tahap Penyuntingan Konsep; dan
5.      Tahap Penyajian.


 I.     Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, penulis suatu karya ilmiah harus mempersiapkan topik. Hal ini berarti penulis harus menentukan apa yang dibahas dalam tulisan. Kadang-kadang topik ditentukan oleh dosen, tetapi kadang pemilihan topik ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri secara bebas. Topik dapat dipilih misalnya mengenai persoalan kemasyarakatan, pertanian, manajemen, sumber daya manusia, hukum, dan sebagainya.
Tahap persiapan atau prapenulisan adalah ketika penulis menyiapkan diri, mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan fokus, mengolah informasi, menarik tafsiran terhadap realitas yang dihadapinya, berdiskusi, membaca, mengamati, dan lain-lain yang memperkaya masukan kognitif yang akan diproses selanjutnya.
Dalam tahap persiapan kita terlebih dahulu menentukan suatu topik  karena topik hal penting dalam penulisan karya ilmiah. Dalam menuliskan topik kita harus memahami dan mengerti hal-hal yang memudahkan kita untuk menguraikan topik yang kita buat itu.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menuliskan topik antaralain adalah sebagai berikut:

Topik itu ada manfaatnya dan layak unuk dibahas. Ada manfaatnya, mengandung pengertian bahwa bahasaan topik tersebut akan memberikan sumbangan bagi ilmu. Layak dibahas, mengandung pengertian topik tersebut layak dibahas dan sesuai bidang yang ditekuni penulis ;
Topik yang akan di pilih harus yang ada di sekitar penulis, karena memudahkan penulis untuk melakukan suatu penelitian dan memudahkan penulis mengetahui hal-hal sekitar penelitiannya;
Topik yang di pakai harus topik yang paling menarik dari topik yang ada, terutama bagi penulis dan pembaca. Karena jika suatu karya tulis memiliki topik yang menarik membuat seseorang mempunyai keinginan yang besar untuk membaca sehingga jika banyak pembaca maka banyak saran yang masuk sehingga menyempurnakan karya ilmiah kita;
Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai. Bahan tersebut harus memilki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi, sehingga memudahkan kita untuk mengembangkan karya ilmiah kita;
Pembahasan harus terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas, karena jika pembahasan tidak terpusat maka karya ilmiah akan menuju ke hal-hal yang tidak penting yang sehingga banyak kata atau kalimat yang terbuang secara mubazir dan tidak sesuai dengan topik yang sudah di buat. Namun, topik yang terlalu sempit akan menyebabkan topik terlalu khusus dan tidak dapat digeneralisasikan
Harus diketahui prinsip-prinsip ilmiahnya meskipun sedikit dan harus memiliki sumber acuan atau bahan kepustakaan yang bisa dijadikan referensi;

Setelah kita menentukan topik, langkah selanjutnya adalah menentukan judul. Judul adalah label atau nama suatu karangan. Judul juga harus sesuai dengan topik karya ilmiah dan jelas ( tidak bermakna ganda ). Penulisan judul harus sesuai dengan isi-isi daripada karya ilmiah yang kita buat. Judul tersebut harus menarik dan mempunyai makna yang tersirat, karena jika mempunyai makna yang baik membuat orang ingin membaca karya ilmiah kita. Menurut Arifin ( 2003 : 9 ) penentuan judul karya ilmiah dapat ditempuh dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana, dan kapan. Penentuan judul karya ilmiah harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandung unsur 4W + 1H yakni what (apa), why (kenapa), who (siapa), where (dimana) dan how (bagaimana).
Pertama, kita bertanya dengan pertanyaan masalah apa. Jawaban yang kita temukan bermacam-macam, sehingga kita akan memilih masalah yang dekat dengan kita atau menarik bagi kita. Oleh karena itu kita akan mencari judul karya ilmiah yang mempunyai penalaran yang banyak sehingga kita bisa menalarkan suatu karya ilmiah agar lebih baik.
Agar karya ilmiah memiliki masalah yang tidak terlalu luas dan dan tidak terlalu sempit, judul karya ilmiah di atas harus dibatasi lagi, misalnya dengan menyebut suatu tempat. Pertanyaan di mana akan menjawab mengenai objek yang diteliti. Kalau pertanyaan di mana dirasa masih terlalu luas, pertanyaan kapan dapat mempersempit judul karya ilmiah. Pertanyaan kapan akan memberikan jawaban tanggal, bulan, tahun, dan pernyataan yang berhubungan dengan waktu.
Adakalanya judul disertai pula dengan subjudul yang tujuannya untuk membatasi judul dan keterangan pada judul utama. Oleh karena itu, antara judul utama dan subjudul harus di sertai dengan titik dua ( : ) . Contohnya , Peningkatan Produksi Sapi Potong di Takalar Tahun 2010 : Segi Kualitas dan Kuantitas.
Bagian akhir dari tahap persiapan adalah pembuatan kerangka karangan. Dalam membuat kerangka karangan adalah melakukan pembimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan. Kemudian membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih dalam penulisannya.
 Misalnya, penulisan karya ilmiah mengambil topik mengenai Motivitas dan Kepemimpinan dengan judul Pengaruh Motivasi dan Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hotel Claro . Hal-hal yang akan dibahas berkenaan dengan judul itu, antara lain “manajemen sumber daya manusia” , “motivasi” , “kepemimpinan“ , dan “kepuasan kerja”. Hal-hal tersebut dapat dijadikan empat judul bab analisa. Bab-bab tersebut adalah dapat dirinci dengan memecahkan menjadi beberapa bagian. Misalnya “motivasi” dapat dipecahkan lagi menjadi “pengertian motivasi”,“teori motivasi”, ”motivasi&perilaku”.
Setelah disusun menjadi bab dan subbab, maka langkah selanjutnya adalah membuat kerangka karangan. Dengan tujuan agar pembuatan kerangka karanganan mengarahkan penulis agar fokus dalam analisinya.

      II. Tahap Pengumpulan Data
Tahap pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan peristiwa, mencari informasi melalui wawancara informan, mencari informasi melalui pencatatan dokumen dalam kartu data, melakukan eksperimen di laboratorium, melakukan rekaman audio, dan catatan lapangan yang lengkap yang diperlukan dalam tahap-tahap penelitian.
Pada tahap pengumpulan data hal yang di lakukan antara lain sebagai berikut :
1. Pencarian berbagai keterangan dari bahan bacaan atau referensi tentang karya tulis yang kita buat.
2. Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dijadikan tema dalam karya ilmiah.
3. Pengamatan langsung (observasi) ke obyek yang akan diteliti dan dijadikan tema dari karya ilmiah.
4. Melakukan percobaan di labolatorium atau pengujian data di lapangan.
   III. Tahap Pengonsepan
 Setelah kita mengumpulkan berbagai data yang kita peroleh, maka tahap selanjutnya tahap pengonsepan data. Pada tahap pengonsepan ini adalah kita melakukan penyeleksian data yang kita peroleh dari berbagai refensi dan sumber media yang membantu proses dalam karya ilmiah kita dan kemudian kita mengelompokan bahan dari berbagai referensi.
Dalam pengelompokan bahan untuk mengorganisasikan bagian mana yang termasuk dalam karya ilmiah, data yang terkumpul di seleksi kembali dan dikelompokan sesuai jenis, sifat dan bentuk data, kemudian menentukan juga data yang akan dipergunakan dalam penelitian selanjutnya dan menyimpan data yang lain yang mungkin diperlukan dalam tahap penelitian berikutnya dan dijadikan sumber informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin ada pertanyaan dari karya ilmiah kita.
Setelah tahap reduksi data dirasa cukup, maka penulis melakukan analisis data sesuai permasalahan karya ilmiah kita. Tapi pada tahap pengonsepan karya ilmiah harus sesuai dengan urutan dalam kerangka karanagan yang telah ditetapkan.

IV. Tahap Penyuntingan
Sebelum mengetik konsep, penelitian harus memeriksa data yang sudah dianalisis tersebut. Hal-hal yang tidak koheren atau penjelasan yang berulang-ulang dapat diedit. Pada tahap ini, kalau ada data yang dirasa masih kurang maka perlu adanya perbaikan dan melengkapi data tersebut dengan tambahan-tambahan informasi yang diperlukan.
Tahap ini juga termasuk perbaikan dalam segi kebahasaan penelitian karya ilmiah itu. Jika ada data yang perlu di edit atau membuang data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pokok bahasan karya ilmiah. Dalam mengedit setiap kata-kata dalam karya ilmiah untuk menghindari penyajian bahan-bahan secara berulang-ulang atau terjadi tumpang tindih antara tulisan satu dengan tulisan yang lain dan menghidari pemakaian bahasa yang kurang efektif, contoh dalam pemilihan penyusunan dan pemilihan kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian kalimat, penyesuaian paragraph, maupun penerapan karya ejaan sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
      V. Tahap penyajian
Dalam tahap penyajian, peneliti siap menyusun karya ilmiah tersebut untuk dibaca orang lain. Maka, penataan segi teknis dan materi harus diperhatikan dengan cermat oleh peneliti karya ilmiah.
Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan :
1. Segi kerapian dan kebersihan karya ilmiah itu.
2. Tata letak (layout) unsure-unsur dalam format karya ilmiah, misal pada halaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar table, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.
3. Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misal standar penulisan kutipan, catatan kaki, dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.

Sunday, November 21, 2021

Ternyata Gosip Itu BAIK Bagi Kesehatan

Berkumpul tanpa melakukan gosip mungkin akan terasa hambar bagi sebagian orang. Rasa-rasanya kayak ada yang kurang jika saat berkumpul, tidak membicarakan seseorang yang dikenal maupun bergunjing tentang kehidupan selebritis.

Ada yang berpendapat bahwa bergosip bukan sesuatu yang mesti dilakukan. Buang-buang energi positif, katanya. Lagipula perbuatan itu tidak baik bagi tubuh kita

Namun, riset terbaru membuktikan bahwa gosip berdampak baik untuk kita. Seperti dikutip dari situs Today dot com, penelitian baru dari Personality and Psychology Bulletin, mengatakan, gosip dapat membantu kita belakar tentang diri sendiri, mengukur kebaikan orang sekitar, dan seberapa baik diri kita di lingkungan masyarakat.


Seorang peneliti di departemen manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi di University of Groningen, Belanda, Elena Martinescu, mengatakan,"Gosip memberikan cara yang bagus kepada orang-orang untuk belajar tentang lingkungan sosial mereka dari pengalaman orang lain."

Elena dan rekan-rekannya telah melakukan beberapa percobaan guna menengok bagaimana seseorang bereaksi terhadap gosip. Sebanyak 183 orang mahasiswa diminta untuk mendeskripsikan secara singkat mengenai tugas kelompok sebelumnya, dan satu anggota berbagi evaluasi--positif atau negatif--dari para anggota lain, yang ditunjuk sebagai X.


Tanggapan menunjukkan bahwa orang memang menggunakan gosip sebagai cara penyesuaian perilaku mereka. Gosip yang positif mendorong orang untuk memperbaiki diri.


Sedangkan dari gosip negatif kasusnya lebih rumit. Beberapa melihatnya sebagai dorongan untuk ego mereka sendiri, sementara yang lain menganggapnya sebagai peringatan.


“Orang yang berpartisipasi saat menggosip dapat menyimpulkan hal-hal tentang diri mereka sendiri dan mengevaluasi diri tanpa harus menguji semuanya secara langsung. Untuk penerima, gosip dapat menjadi semacam simulator realitas: Perhatikan apa yang terjadi pada orang lain di lingkungan Anda dan Anda dapat memahami diri Anda dengan lebih baik dan membentuk harapan yang lebih akurat untuk masa depan, " kata Elena menambahkan.


Sumber liputan 6

Saturday, November 20, 2021

Waoow ini Bagian Terenak Dirasakan Perempuan


Kehidupan rumah tangga yang bahagia tentu jadi dambaan tiap keluarga, bukan? Sayangnya, meski sama-sama punya visi misi membangun keluarga yang bahagia, terkadang suami dan istri masih belum paham keinginan masing-masing. Banyak suami yang mengaku masih bingung dengan kelakuan istrinya yang suka marah-marah tanpa sebab. Istri pun terkadang bingung dengan sikap suami yang tak pernah peka terhadap keinginan istri.

Bahkan banyak pasangan suami istri yang sudah menikah bertahun-tahun, tapi masih belum mengerti juga bagaimana cara membahagiakan pasangan. Padahal cara membahagiakan pasangan itu sangat mudah. Coba lakukan 9 cara ini kepada istrimu.

1. Berikan pelukan

Setelah seharian penuh bekerja di kantor dan merawat anak-anak, berikan pelukan kepada istrimu. Entah dia bahagia, sedih, marah, atau puas, pelukan selalu hadiah luar biasa dari suaminya. Tunjukkan padanya, tanpa isyarat seksual yang terlibat bahwa kamu mencintainya dan ingin dekat. Selain itu pelukan juga mengisyaratkan bahwa kamu merindukannya dan senang bertemu kembali dengannya.

2. Genggam tangannya di depan umum

Beberapa wanita tidak suka pernyataan cinta di depan publik, tetapi jangkaulah dan genggamlah tangannya. Genggaman tangan yang kamu lakukan membuatnya merasakan bahwa kamu bangga dia milik kamu dan dia akan berjalan dengan lebih tegap dan tersenyum lebih lebar.

3. Biarkan dia yang memilih
Baik dalam memilih film untuk ditonton maupun kegiatan untuk dilakukan. Dia perlu tahu bahwa opininya penting dalam pernikahan kalian. Bergiliran membuat pilihan-pilihan kecil menjadikan kompromi lebih mudah bahkan pada pilihan-pilihan yang lebih besar.

4. Jangan lupakan acara spesial
Kamu tidak perlu mengingat tanggal pertama kali kamu makan pasta bersama atau saat kalian mengadopsi anjing. Tapi, ingat tanggal-tanggal penting seperti ulang tahun kamu, ulang tahun anak-anak, ulang tahun istri, ulang tahun pernikahan, Hari Valentine, atau apapun yang telah kalian rayakan di masa lalu. Dengan teknologi akhir-akhir ini, tidak ada lagi alasan untuk melupakan hari yang spesial.

5. Luangkan waktu untuk berkencan secara rutin
Di dunia yang super sibuk, sangatlah mudah untuk terjebak dalam rutinitas anak-anak, pekerjaan, komunitas, keluarga besar, dan rutinitas lainnya yang sangat penat. Luangkan satu malam spesial setiap minggunya hanya untuk kalian berdua. Tidak perlu mahal ataupun mewah, tetapi berusahalah menyenangkannya, seperti ketika kamu masih pacaran dulu.

6. Perkenalkan dia dengan pujian
Mengatakan sesuatu seperti "Saya ingin kalian bertemu dengan istri saya yang cantik," atau "Ini belahan jiwa saya" sangat bermakna. Mengenalkan istri kamu secara publik sebagai mitra terbaik kamu membuktikan bahwa kamu mencintainya.

7. Katakan "Aku sayang kamu"
Ucapkan 3 kata ini dengan bahasa kamu. Ucapan sayang yang tulus akan memberikan energi positif dan pengakuan bahwa waktu tidak akan melunturkan rasa sayang kamu kepadanya.

8. Membukakan pintu
Cara ini mungkin terdengar klasik dan sepele, tapi membukakan pintu mobil terbukti ampuh membuat hati istri bahagia.

9. Dukung cita-citanya
Suami adalah orang terdekat istri, dukungan kamu bagi cita-citanya akan membuat istri merasa bahagia.

7 Tanda Kebelet Nikah yang Diam-Diam Sudah Kamu Alami


Sebelum membahas tujuh tanda yang anu banget ini. Mari kita hembuskan napas bareng-bareng terlebih dahulu! Sudah? Oke mari kita langsung mulai! Uhuk! Seperti yang sudah kita pahami bersama, perkara nikah itu enggak rumitnya. Serius! Anda yang masih lajang tapi umur sudah dobel-dobel pasti paham. Apalagi yang ibu sama bapaknya sudah hastag code suka gendongin cucu tetangga. Haduh, bisa nyesek!

Nah , menanggapi serangan bertubi-tubi seperti ini kita pasti bingung dan akhirnya cari banyak alasan. Mulai dari alasan masih laki-laki nikah. Belum punya pekerjaan yang mapan. Belum punya rumah yang bisa nampung anak istri. Terakhir, belum nafsu banget pengin main di ranjang tidur!

Semua alasan bisa jadi bener, atau bisa jadi dibener-benerin. Tapi tahukah? Sebenarnya beberapa tingkah laku yang sering kita lakukan itu banyak yang pengen ini lho : “Anakmu kawin, mak!” Tapi kita tetap diam, pura-pura sok cool , dan cuek saja meski jomblo ngenes.

Anyway , ini lho tujuh tanda-tanda kebelet nikah yang anti mainstream namun sering banget kamu alami itu. Ssst! Diam-diam saja, jangan sampai ketahuan orang kalau kamu sudah enggak kuat pengin segera nikah. monggo!

1. Demen Lihat Anak Kecil, Bawaannya Pengen Gendong Meski Takut Dikencingi!

2. Judesnya Minta Ampun Jika Lihat Teman Posting Foto Pernikahan atau Anaknya.

3. Suka Galau Saat Tidur Sendirian di Malam Hari yang Penuh Kesepian!

4. Hobi Banget Nabung Meski Bingung Uangnya Mau Buat Apa.

5. Selalu Menjadi Orang yang Merasa Tua Sejagat Raya!

6. Suka Demen Lihat Suami Atau Istri Orang Lain Ketika Jalan di Mall!!

7. Ngiri Baget Jika Teman Datang Dibawain Bekal Sama Pasangannya!

Tujuh tanda di atas mungkin ada yang cocok, mungkin juga tidak buat Anda semua. Namun satu hal yang pasti, nikah adalah hal yang kompleks, enggak sederhana. Meski kebeletnya empet-empetan, tetap harus tetap matang-matang. Jangan sampai menyesal di kemudian hari. Jadi , nikmati hidup anda dengan sebaik-baiknya, karena ada kalanya yang sudah nikah juga bisa banget gratis kayak yang single abadi!😆🤣🤣

Friday, November 19, 2021

Jenis-Jenis Paragraf dan Contohnya

Dalam membuat karangan atau karya tulis, paragraf adalah bagian penting yang harus diperhatikan. 

Berdasarkan letak gagasan utama, paragraf dibedakan menjadi paragraf deduktif, induktif deduktif-induktif, dan ineraktif

Sebelum kita cari tahu penjelasan jenis-jenis paragraf dan contohnya, kita cari tahu dulu apa itu paragraf. 

Bersumber dari Kompas.com, menurut Suladi (2014) dalam Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf, pada dasarnya paragraf merupakan seperangkat kalimat yang saling berhubungan, yang secara bersama dipakai untuk menyatakan atau mengembangkan gagasan.


Dalam satu paragraf terdapat kalimat yang berisi gagasan utama dan gagasan pendukung. Kalimat pendukung berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama.


Umumnya, paragraf dimulai dengan garis baru dan mengandung satu ide pokok. Kalau teman-teman perhatikan, dalam suatu tulisan, biasanya paragraf ditandai dengan penulisan yang menjorok ke dalam di baris pertama. 


Selain ide pokok, paragraf juga terdiri dari rangkaian kalimat. Kalimat ini memuat ide atau gagasan yang terhubung satu sama lain. 


Nah, sekarang kita cari tahu apa itu paragraf deduktif, induktif, deduktif-induktif, dan ineratif beserta contohnya. 

Paragraf Deduktif


Paragraf deduktif adalah paragraf gagasan utamanya terletak di kalimat awal paragraf. Sedangkan kalimat setelahnya merupakan penjelas untuk mendukung gagasan utama.


Gagasan utama atau ide pokok biasanya berupa pernyataan umum.


Contoh:


Komodo merupakan hewan langka yang dilindungi. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat, per 2017 tercatat 2.884 ekor komodo di Taman Nasional Komodo. Kadal terbesar di dunia ini termasuk dalam daftar hewan dilindungi karena jumlahnya sedikit. Penyebab langkanya komodo akibat habitat komodo yang semakin hari semakin tercemar.

Paragraf Induktif


Berlawanan dengan paragraf deduktif, gagasan utama paragraf iduktif berada di akhir kalimat dalam paragraf. Paragraf ini diawali dengan penyebutan peristiwa khusus atau penjelasan yang berfungsi pendukung gagasan utama.


Ciri lain yang menandai kalimat induktif adalah penggunaan konjungsi “jadi”, “akhirnya”, “akibatnya”, “oleh karena itu”, “maka dari itu”, “berdasarkan uraian di atas”, dan “dengan demikian”. Konjungsi tersebut menunjukkan kesimpulan atau relasi sebab-akibat.


Contoh:


Kementrian Lingkungan Hidup mencatat pada 2016 jumlah komodo sebanyak 2.430 ekor, pada 2017 sebanyak 2.884 ekor, sedangkan 2018 sebanyak 2.879 ekor. Monitoring terus dilakukan setiap tahun. Hal ini agar populasi komodo tidak punah. Jumlah populasi komodo dipengaruhi erat oleh iklim dan prilaku manusia. Maka dari itu, meski populasi komodo dapat dikatakan stabil, kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan habitat komodo.

Paragraf deduktif-induktif


Paragraf deduktif-induktif disebut juga campuran. Letak gagasan utamanya terdapat pada bagian awal dan akhir paragraf. Meskipun gagasan utama disebut dua kali, bukan berarti berlawanan. Gagasan utama di akhir kalimat dalam paragraf berfungsi mempertegas gagasan utama di awal kalimat dalam paragraf.


Contoh:


Hutan mangrove memiliki karakteristik tertentu. Tumbuhan di dalam hutan semacam ini didominasi oleh tumbuhan bakau, maka orang sering menyebutnya hutan bakau. Hutan mangrove terdapat di perairan payau (campuran air asin dan air tawar). Akibatnya, hutan mangrove sangat dipengaruhi pasang surut laut. Itulah beberapa ciri yang dimiliki hutan mangorove.

Paragraf Ineratif

Paragraf inretaif merupakan paragraf yang gagasan utamanya ada di tengah paragraf. Kalimat pendukungnya mengapit kalimat yang mengandung gagasan utama.


Contoh:

Terhitung hingga 2006, terdapat 50 kawasan yang ditetapkan menjadi Taman Nasional. Indonesia memiliki Taman Nasional yang tersebar di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Taman Nasional di Indonesia merupakan kawasan yang dilindungi oleh negara demi kepentingan konservasi. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.



Thursday, November 18, 2021

Cobami IstriTa Minta 'Duluan' Ternyata Pahalanya Dapat Tiket ke Surga

Istri jangan sia-siakan kesempatan ini, suami juga mesti tahu yang kebelet itu bukan cuma suami saja. Sebenarnya sama saja, tapi istri itu malu untuk mengungkapkan seperti apa.

Meski rumah tangga tidak hanya tentang berhubungan, namun hal ini juga penting diperhatikan, perlu para istri ketahui bahwasanya jika meminta duluan berarti anda sudah mengantongi tiket menuju surga, ini jelas, berikut buktinya.

Alasan mereka karena malu atau bisa juga gengsi. Bahkan dalam budaya Timur merupakan hal yang tabu jika istri ‘minta’ duluan.

Namun perlu Anda ketahui, istri yang minta ‘jatah’ duluan sudah mengantongi tiket menuju surga. Bagaimana bisa? 

Al-Khara’ithy mengatakan Ammarmah bin Watsi-mah memberitahu ‘Abdullah bin Rabi’ah adalah orang yang terkenal di kalangan orang-orang Quraisy sebagai orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya. Namun organ pribadinya tidak bisa berfungsi dengan normal.

Sementara orang-orang Quraisy tidak pernah ada yang memberi kesaksian tentang kebaikan atau keburukannya dalam masalah ini.

Lantas ‘Abdullah bin Rabi’ah pernah menikahi seorang wanita. Tapi hanya beberapa waktu berselang, istrinya lari darinya dan kembali ke keluarganya lagi.

Lalu Zainab binti Umar bin Salamah bertanya, ‘Mengapa para wanita itu lari dari anak pamannya?’

“Ada yang menjawab, ‘Karena wanita-wanita yang pernah menjadi istrinya tak mampu membuatnya mampu melaksanakan tugas sebagai suami.’

‘Tak ada yang menghalangiku untuk membuatnya bangkit. Demi Allah, saya adalah wanita berperawakan besar dan bergairah,” kata Zainab.

“Maka akhirnya Zainab menikah dengannya,” kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.

Zainab selalu sabar meladeninya dan akhirnya mereka dikaruniai enam anak. Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin dan menahan tangannya dari cengkeraman yang mesra kepada suami.

Sikap dingin ada kalanya karena rasa malu yang menguasai, sementara ia sebenarnya berkeinginan untuk memperoleh kehangatan cinta dari suaminya..

Tapi seperti minuman hangat yang didekatkan pada segelas es, ga1rah dan kemesraan suami bisa surut oleh dinginnya sikap istri dalam menanggapi usapan sayang dan kecupan cinta suaminya.

Sebaliknya, seorang suami yang sulit terbangkitkan hasratnya dapat menjadi pria yang penuh kehangatan karena istri yang tahu bagaimana menumbuhkan ketertarikan suami kepada dirinya saat melakukan jima.


Rasa malu tidak menghalanginya untuk memberikan kebahagiaan pada suaminya, dan merasakan keindahan berdekatan dengan suami. Karena keindahan dalam berjima’ merupakan kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah.


Benarlah nasihat Sayyidina Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita.


“Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian lagi.”


Seorang suami akan semakin sayang ketika istri mampu membangkitkan semangatnya ketika sama-sama menanggalkan pakaian.


Dan ia merasakan cinta semakin mendalam disertai kebahagiaan dan keinginan untuk memberikan ketenteraman ketika ada rona merah di wajah istri setelah ia menutupi tubuhnya dengan pakaian kembali. Inilah sebagian di antara rahasia-rahasia.


Insya Allah, seorang istri yang mau membuat suaminya berga1rah akan memperoleh ridha dan barakah-Nya.


Semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada Anda baik saat berjima’, ketika menjalani kehidupan rumah tangga sehari-hari, kebahagiaan saat Allah menitipkan benih suami di rahim Anda, dan seterusnya. Aamiin. (*)