Monday, July 22, 2019

Hakikat Metode Penelitian


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan dimasyaratkan mengharuskan adanya penelitian. Tanpa sebuah penelitian, ilmu pengetahuan tidak akan hidup dan akan diragukan kebenarannya. Sehingga sebuah penelitian akan menjadi tolok ukur seberapa besar kegunaan penelitian dan peran penelitian dalam pengembangan ilmu.
Kegiatan penelitian merupakan upaya untuk merumuskan masalah, mengajukan pertanyaan- pertanyaan, dan mencoba menjawab pertanyaan- pertanyaan tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan cara menemukan fakta- fakta dan memberikan penafsiran yang benar. Tetapi  penelitian akan menjadi lebih dinamis apabila dilakukan secara terus menerus yang bertujuan untuk memperbaharui kesimpulan yang telah ditemukan. Tanpa adanya penelitian itu ilmu pengetahuan akan berhenti dan menjadi tidak valid, bahkan akan surut kebelakang.
Selain itu peneilitian yang baik sebaiknya tidak dilakukan dengan cara yang asal-asalan. Namun harus memenuhi aturan yang sudah ditentukan yakni dengan menyertakan metode-metode yang sesuai dengan objek yang akan diteliti sehingga akan menghasilkan data-data yang sesuai pula.
Hakikatnya, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang benar yang dimaksud adalah berupa fakta-fakta, konsep, generalisasi, dan teori, yang harapannya dapat membantu manusia memahami dan dapat mempermudah pemecahan masalah berkaitan dengan fenomena yang diteliti.Metode Ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Oleh karena itu dalam makalah ini penulis akan menjelaskan tentang hakikat penelitian, metode ilmiah dan paradigma penelitian kualitatif dan kuantitatif.

B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang makalah yang telah dikemukakan diatas, maka dapat dirumuskan :
1.     Apa yang dimaksud penelitian?
2.     Bagaimana hakikat penelitian ?
3.     Apa yang dimaksud metode?
4.     Bagaimana paradigma penelitian kuantitatif ?
5.     Bagaimana hakikat metode penelitian?

C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1.           Untuk menegtahui apa yang dimaksud penelitian
2.           Untuk mengetahui bagaimana hakikat penelitian.
3.           Untuk menegtahui apa yang dimaksud metode.
4.           Untuk menegtahui bagaimana paradigma penelitian kuantitatif.
5.           Untuk mengetahui hakikat metode penelitian.















BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN PENELITIAN
Secara etimologi penelitian berasal dari bahasa Inggris researchre berarti kembali dan search mencari. Dengan demikian research berarti mencari kembali. Pada hakikatnya peneltian adalah suatu kegiatan untuk memperoleh kebenaran mengenai sesuatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah. Menurut Yoseph (1979) penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan karena seni dan ilmiah maka penelitian akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomudasi adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian. Sedangkan menurut Kerlinger (1986), penelitian dapat pula diartikan sebagai cara pengamatan dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan.
Tentang istilah penelitian ada banyak pula para ahli lain yang mengemukakan pendapatnya, seperti:

1.      David H Penny
Penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
2.      J. Suprapto
Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.
3.      Mohammad Ali
Penelitian adalah suatu cara untuk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau usaha mencari bukti-bukti yang muncul sehubungan dengan masalah itu, yang dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya.

Selain itu penelitian juga dapat didefinisikan sebagai berikut:
1.      Suatu usaha untuk mengumpulkan, mencatat dan menganalisa sesuatu masalah.
2.      Suatu penyelidikan secara sistematis, atau dengan giat dan berdasarkan ilmu pengetahuan mengenai sifat-sifat daripada kejadian atau keadaan-keadaan dengan maksud untuk menetapkan faktor-faktor pokok atau menemukan paham-paham baru dalam mengembangkan metode-metode baru.
3.      Penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati serta sistematis.
4.      Usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.  Pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran fakta-fakta.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penelitian adalah usaha seseorang yang dilakukan untuk mendapakan fakta-fakta baru atau mengembangkan fakta-fakta yang sudah ada dengan sangat sistematis.

B.    HAKIKAT PENELITIAN
Hakikatnya, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang benar yang dimaksud adalah berupa fakta-fakta, konsep, generalisasi, dan teori, yang harapannya dapat membantu manusia memahami dan dapat mempermudah pemecahan masalah berkaitan dengan fenomena yang diteliti. Pembahasan utama dalam penelitian disebut sebagai "masalah penelitian". Masalah penelitian muncul karena adanya kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada. Das Sein dan Das Sollen, apa yang ada dan apa yang seharusnya ada.
Kebenaran yang berlaku dalam sebuah penelitian adalah "kebenaran ilmiah". Hasil penelitian saat ini mungkin hanya benar pada saat ini dan pada saat lain kebenaran sudah tidak relevan. Motivasi dan tujuan dari sebuah penelitian adalah keinginan untuk memecahkan masalah dan pemuasan rasa ingin tau atas fenomena yang dihadapi.

C.    PENGERTIAN METODE
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’. Meta berarti dari atau sudah  dan hodos berarti perjalanan. Dari kedua isilah tersebut metode dapat didefinisikan sebagai “setiap prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir “.
Sedangkan menurut para ahli metode adalah:
1.      Drs. Agus M. Hardjana
Metode adalah cara yang sudah dipikirkan masak- masak dan dilakukan dengan mengikuti langkah–langkah tertentu guna untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
2.      Wiradi
Metode adalah seperangkat langkah ( apa yang harus dikerjakan ) yang telah tersusun secara sistematis ( urutannya logis )
3.      Nasir (1988 :51)
Metode adalah cara yang digunakan untuk memahami sebuah objek sebagai bahan ilmu yang bersangkutan.
4.      Rosdy Ruslan (2003 : 24)
Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau suatu objek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawanban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya.
5.      Kamus Besar Bahasa Indonesia
Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk mempermudah pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
6.      Departemen Sosial RI
Metode adalah cara yang teratur untuk melaksanakan pekerjaan agar tercapai hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa metode adalah segala sesuatu menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan.

D.    PARADIGMA PENELITIAN KUANTITATIF
Istilah paradigma pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Kuhn (1962), dan kemudian dipopulerkan oleh Robert Friedrichs (1970). Menurut Kuhn, paradigma adalah cara mengetahui realitas sosial yang dikonstruksi oleh mode of thought atau mode of inquiry tertentu, yang kemudian menghasilkan mode of knowing yang spesifik. Definisi tersebut dipertegas oleh Friedrichs, sebagai suatu pandangan yang mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari. Pengertian lain dikemukakan oleh George Ritzer (1980), dengan menyatakan paradigma sebagai pandangan yang mendasar dari para ilmuan tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari oleh salah satu cabang/disiplin ilmu pengetahuan.
Paradigma kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Penelitian yang menggunakan pendekatan deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis merupakan penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif. Paradigma ini disebut juga dengan paradigma tradisional (traditional), positivis (positivist), eksperimental (experimental), atau empiris (empiricist). Metode kuantitatif berakar pada paradigma tradisional, positivistik, eksperimental atau empiricist. Metode ini berkembang dari tradisi pemikiran empiris Comte, Mill, Durkeim, Newton dan John Locke. “Gaya” penelitian kuantitatif biasanya mengukur fakta objektif melalui konsep yang diturunkan pada variabel-variabel dan dijabarkan pada indikator-indikator dengan memperhatikan aspek reliabilitas. Penelitian kuantitatif bersifat bebas nilai dan konteks, mempunyai banyak “kasus” dan subjek yang diteliti, sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk data statistik yang berarti. Hal penting untuk dicatat di sini adalah, peneliti “terpisah” dari subjek yang ditelitinya.

E.    HAKIKAT METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah suatu kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Dalam sains dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan, eksperimen, generalisasi, dan verifikasi. Sedangkan dalam ilmu-ilmu sosial dan budaya, yang terbanyak dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dan pengamatan (eksperimen, generalisasi, dan verifikasi) juga dilakukan dalam kegiatan-kegiatan penelitian oleh para ahli dalam bidang-bidang ilmu-ilmu sosial dan pengetahuan budaya untuk memperoleh hasil-hasil penelitian tertentu sesuai dengan tujuan penelitiannya.
Metode penelitian berlandaskan pada pemikiran bahwa pengetahuan itu terwujud melalui apa yang dialami oleh pancaindera, khususnya melalui pengamatan dan pendengaran. Sehingga jika suatu pernyataan mengenai gejala-gejala itu harus diterima sebagai kebenaran, maka gejala-gejala itu harus dapat di verifikasi secara empirik. Jadi, setiap hukum, rumus atau teori ilmiah haruslah dibuat berdasarkan atas adanya bukti-bukti empirik.
Dalam melakukan penelitian ilmiah biasanya menggunakan kaidah-kaidah ilmiah (mengemukakan pokok- pokok pikiran, menyimpulkan dengan melalui langkah- langkah yang sistematis dengan menggunakan pembuktian ilmiah atau meyakinkan), singkatnya adalah metode penelitian yang baik dan sesuai. Ketika metode penelitian digunakan pada data yang sesuai maka akan ada dua kriteria dalam penelitian ilmiah untuk menentukan kadar tinggi atau rendahnya mutu ilmiah suatu penelitian sehingga dapat tercapai pengetahuan yang mutlak atau logis.
1.      Kemampuan memberikan pengertian yang jelas tentang masalah yang diteliti.
2.      Kemampuan untuk meramalkan: sampai dimana kesimpulan yang sama dapat dicapai apabiladata yang sama ditemukan di tempat atau waktu yang berbeda.
Kemudian secara umum ada 5 karateristik agar suatu penelitian dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah, antara lain adalah :
                                                
1.      Sistematik                                                  
Artinya  suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar,mulai dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks.
2.      Logis
Artinya suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
3.      Empirik
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian.
Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :
a.      Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain).
b.     Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.
c.      Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat).
4.      Objektif
Artinya suatu penelitian menjahui aspek-aspek subyektif yaitu tidak mencampurkannya dengan nilai-nilai etis.
5.      Replikatif
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama.
Beberapa sifat atau ciri dari penelitian ilmiah
1.      Purposiveness, Fokus tujuan yang jelas.
2.      Rigor, Memiliki dasar teori dan desain metodeologi yang baik.
3.      Testibility, Prosedur pengujian hipotesis jelas.
4.      Replicability, Pengujian dapat diulang untuk kasus yang sama atau yang sejenis.
5.      Objectivity, Berdasarkan fakta dari data aktual :tidak subjektif adan emosional.
6.      Generalizability, Semakin luas ruang lingkup penggunaan hasilnya semakin berguna.
7.      Precision, Mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat.
8.      Parsimony, kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode.
Dengan adanya penelitian yang merupakan suatu penyelidikan terorganisir, kemudian disandingkan dengan sifat ilmiah yang menggunakan metode ilmiah dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang sistematis sehingga muncul suatu kesimpulan yang dirumuskan setelah semua data terkumpul dan valid sesuai dengan sistematika sampai dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Sehingga dengan penelitian yang diteliti dan menghasilkan sebuah kesimpulan maka hasrat keingintahuan seseorang akan terjawab karena telah mendapatkan fakta yang sesuai dengan penelitia tersebut.
Manfaat yang dapat diperoleh dengan mengetahuinya metode penelitian ini ialah:
1. Mengetahui arti pentingnya penelitian
2. Menilai hasil-hasil penelitian
3. Dapat melahirkan sikap dan pola piker yang skeptic, analitik, kritik dan kreatif
4. Dapat digunakan untuk skripsi, tesis dan research.





BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Penelitian adalah usaha seseorang yang dilakukan untuk mendapakan fakta-fakta baru atau mengembangkan fakta-fakta yang sudah ada dengan sangat sistematis. Hakikatnya, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah.
Metode adalah segala sesuatu menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Paradigma kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.

B. Saran    
Sebagai seorang mahasiswa sebaiknya harus memahami dan mengerti dalam ilmu metodologi penelitian terkhusus dalam mengetahui hakikat dari pada penelitian, metode ilmiah dan istilah yang lain agar dalam penyususnan skripsi maupun tesis tidak banyak terdapat kendala.
Untuk mengetahui lebih jauh dan lebih banyak bahkan lebih lengkap mengenai pembahasan teori belajar bahasa, pembaca dapat membaca dan mempelajari buku-buku dari berbagai pengarang, karena di dalam makalah ini penulis hanya membahas mengenai pemerolehan bahasa pertama.
Di sini penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan penulisan makalah-makalah selanjutnya sangat diharapkan.