Thursday, December 3, 2020

Mengenal Artikel Ilmiah

PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI 
Artikel ilmiah sering diartikan sebagai karya tulis yang memenuhi memenuhi kaidah-kaidah ilmu pengetahuan. 
Artikel ilmiah berbeda dengan artikel populer. Berikut adalah perbedaannya:
ARTIKEL POPULER
ARTIKEL ILMIAH

Tujuan 
Memberikan sumbangan pemikiran berdasarkan informasi atau wawasan penulisnya dan selanjutnya (lazimnya diharapkan) sebagai bahan wacana atau diskursus tentang topik itu bagi pembacanya
Tujuan 
Menyampaikan pemikiran kita ke khalayak akademik lebih luas melalui media massa baik cetak maupun elektronik, seperti jurnal, koran, majalah atau website.

Kajian 
Materinya tidak selalu harus berdasarkan pada fakta-fakta empirik (penelitian), boleh juga dari hasil pengamatan atau perenungan (refleksi)
Kajian 
Berdasarkan hasil penelitian lapangan sehingga memuat informasi-informasi dan fakta-fakta empirik yang akurat, mutakhir dan komprehensif dengan metodologi yang jelas. 

Sistematika 
Pembahasan dan analisis tidak perlu terlalu mendalam dan rinci, namun logika serta sistematika pemikiran harus tetap diperhatikan, agar pembaca dapat menangkap pesan sesuai dengan yang ingin disampaikan
Sistematika 
Dipaparkan secara singkat, rinci, logis, sistematis, padat, dan komprehensif (namun tidak bertele-tele). 

Kaidah Penulisan 
Pembahasan dan analisisnya sedapat mungkin menggunakan kata-kata, istilah-istilah atau kalimat yang mudah dicerna dan sudah populer di masyarakat. Semua itu tidak harus secara ketat mengikuti “aturan main” penggunaan tata bahasa yang berlaku di dunia akademi
Kaidah Penulisan 
Ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia atau asing yang sesuai dengan “aturan main” yang berlaku di dunia akademik. Dengan artikel ilmiah hasil penelitian menjadi lebih enak dibaca, dicerna dan dipahami karena telah melalui proses penyempurnaan penulisan dan penyuntingan ulang (pembahasan dan analisis termasuk materi, data, bahasa, dsb.)

Kadang-kadang orang juga menyamakan artikel ilmiah dengan karya ilmiah yang notabene merupakan tulisan akademis, padahal sebenarnya punya bentuk dan peruntukan yang berbeda.
ARTIKEL ILMIAH
KARYA ILMIAH AKADEMIS

Dari segi bahasa, artikel lebih sederhana karena sasaran pembacanya menjangkau semua kelompok masyarakat
Bahasa yang digunakan dalam karya tulis ilmiah haruslah menggunakan bahasa yang formal sehingga kadang-kadang terasa kaku.

Dari segi isi, gagasan-gagasan dalam sebuah artikel tidak perlu ditunjang oleh bukti-bukti yang lengkap sebagaimana dalam karya tulis ilmiah
Di dalam karya tulis ilmiah, penulis harus menyertakan sumber data berupa kutipan, catatan kaki, biografi, serta daftar pustaka pada akhir tulisan

JENIS ARTIKEL ILMIAH 
Terdapat 3 jenis artikel ilmiah yang dikenal, yaitu 
Artikel ilmiah hasil pemikiran 
 Meskipun hasil pemikiran, bukan berarti penulis artikel ilmiah jenis ini tidak melakukan penelitian. Tentu saja ada penelitian, meski penelitian itu dilakukan tidak secara sistematis dan bukan untuk suatu tujuan akademis (misal, mencapai gelar kesarjanaan). Artikel hasil pemikiran bisa kita temukan dalam jurnal ilmiah, biasanya mengulas permasalahan dan menganalisisnya berdasarkan kajian teori dan fakta-fakta yang relevan. 
Artikel ilmiah hasil penelitian
Seorang mahasiswa menulis skipsi, seorang guru menulis tesis dan mengadakan penelitian tindakan kelas. Hasil dari penelitian tersebut kemudian dibuat sedemikian rupa dalam bentuk artikel ilmiah. Jika skripsi dan PTK sulit untuk bisa dinikmati masyarakat luas, maka dalam artikel ilmiah hasil penelitian digunakan bahasa-bahasa yang lentur sehingga enak dibaca dan dipahami. Sebagaimana artikel ilmiah hasil pemikiran, artikel ilmiah hasil penelitian ini bisa kita temukan dalam jurnal-jurnal ilmiah. 
Artikel ilmiah populer
Artikel ilmiah populer adalah tulisan ilmiah yang disajikan dengan format dan bahasa yang populer sehingga enak dibaca dan mudah dipahami. Meskipun demikian, artikel ilmiah populer tetap menjaga kaidah-kaidah penulisan ilmiah sebagaimana telah disampaikan di atas. Artikel ilmiah populer memiliki kerangka isi yang lebih bebas. Contoh artikel ilmiah populer mudah kita temukan di surat kabar maupun majalah, biasanya berupa opini dan esai. 
SISTEMATIKA ARTIKEL ILMIAH 
Dari tiga jenis artikel di atas, secara umum memiliki sistematika penulisan yang sama, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Namun begitu, secara khusus terdapat perbedaan dari ketiganya. Berikut ini kami sampaikan sistematika masing-masing: 
Sistematika Artikel Ilmiah Hasil Pemikiran 
Bagian pendahuluan; terdiri dari judul, abstrak, dan kata-kata kunci 
Bagian isi; terdiri dari pernyataan permasalahan, uraian teori hal-hal yang dipermasalahkan, uraian fakta-fakta hal-hal yang dipermasalahkan, diskusi, dan kesimpulan serta saran 
Bagian penunjang; berupa daftar pustaka dan data diri penulis 
Sistematika Artikel Ilmiah Hasil Penelitian 
Bagian pendahuluan; terdiri dari judul, abstrak (Indonesia dan atau Inggris), dan kata-kata kunci 
Bagian isi; terdiri dari: 
Pendahuluan (berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan kajian teori yang singkat dan relevan) 
Metode penelitian 
Hasil penelitian dan pembahasan 
Simpulan dan saran
3. Bagian penunjang; berupa daftar pustaka dan data diri penulis 
Sistematika Artikel Ilmiah Populer 
Bagian pendahuluan; berisi ungkapan hal-hal menarik dan mutakhir dari permasalahan yang diajukan. Permasalahan merupakan ketimpangan antara teori dan kenyataan, atau antara realitas dan idealitas. Maka dari itu, seorang penulis mesti memahami teori untuk bisa mengungkapkan permasalahan. 
Bagian isi; berisi bahasan yang dimulai dengan memaparkan hal-hal umum menuju kesimpulan yang spesifik, atau sebaliknya. Pada bagian ini, tidak jauh beda dengan artikel ilmiah pemikiran atau hasil penelitian, terdapat teori yang diungkapkan. Tetapi teori tersebut tidak detil dan tidak kaku. Pada bagian ini pula dijelaskan saran, pendapat, dan rekayasa alternatif dalam mengatasi persoalan. 
Bagian penutup; berisi simpulan atau saran. Kesimpulan dan saran biasanya dikemukakan dengan tidak lugas, bisa pula berupa ungkapan yang menggelitik untuk dijadikan renungan bagi pembaca menyangkut permasalahan yang diketengahkan.