Saturday, November 5, 2022

Makalah PROSES PEMBELAJARAN


Proses pembelajaran

A. Pengertian Proses Pembelajaran
Pembelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang juga 
berperan dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Dari proses 
pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan timbal balik antara guru 
dengan siswa untuk menuju tujuan yang lebih baik.
Proses pembelajaran antara lain menurut Rooijakkers (1991:114): 
“Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan belajar mengajar 
menyangkut kegiatan tenaga pendidik, kegiatan peserta didik, pola dan 
proses interaksi tenaga pendidik dan peserta didik dan sumber belajar 
dalam suatu lingkungan belajar dalam kerangka keterlaksanaan program 
pendidikan”.
Pembelajaran merupakan salah satu sub sistem dari sistem pendidikan, 
disamping kurikulum, konseling, administrasi, dan evaluasi. (Yamin, 
martinis. (2013)).
Jadi belajar merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh ilmu atau 
kepandaian, sehingga dapat merubah tingkah laku pada peserta didik 
karena adanya tindakan atau interaksi baik secara individual maupun 
kelompok di dalam lingkungannya. (Sulfemi, 2017 : 1-8).
B. Merumuskan Tujuan Pendidikan
Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem 
pembelajaran, sebab seluruh aktivitas guru dan siswa diarahkan untuk 
mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah kemampuan 
(kompetensi) atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa 
setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu.(Wina.S,2007:84)
Tujuan pendidikan pada dasarnya tidak lain adalah arah yang hendak 
dicapai demi terwujudnya tujuan hidup manusia, yaitu hidup sesuai HMM 
(Harkat Martabat Manusia), dengan segenap kandungannya, dimensi 
kemanusiaan dan pancadaya. (Prayitno,2009:48)

C. Arti Dan Makna Pembelajaran

Pembelajaran ialah membelajarkan siswa menggunakan asas
pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan
pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah,
mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan balajar
dilakukan oleh peserta didik atau murid.
D. Ciri-Ciri Pembelajaran
➢ Meningkatkan dan mendukung proses belajar bagi siwa.
➢ Proses pembelajaran merupakan upaya sadar dan disengaja
➢ Adanya interaksi antara siswa dengan guru, siswa lain, tutor, media,
atau sumber belajar lainnya.
E. Konsep Pembelajaran
Proses pembelajaran pada awalnya meminta guru untuk mengetahui
kemampuan dasar yang dimiliki oleh siswa meliputi kemampuan
dasarnya, motivasinya, latar belakang akademisnya, latar belakang sosial
ekonominya, dan lain sebagainya. Kesiapan guru untuk mengenal
karakteristik siswa dalam pembelajaran merupakan modal utama
penyampaian bahan belajar dan menjadi indikator suksesnya pelaksanaan
pembelajaran.
Penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning
(CTL) media Miniatur Lingkungan Alam dan Buatan membuat peserta
didik termotivasi dan mendapat hasil belajar peserta didik.( Sulfemi,
Wahyu Bagja1, Yuliani, Nunung2. (2019)).
Pembelajaran mempunyai dua karakteristik yaitu pertama, dalam
proses pembelajran melibatkan proses mental siswa secara maksimal,
bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar, mencatat, akan tetapi
menghendaki aktivitas siswa dalam proses berfikir. Kedua, dalam
pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus
menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan
kemampuan siswa, yang pada gilirannya kemampuan berfikir itu dapat
mambantu siswa untuk memperoleh pengetahuan yang mereka konstruksi
sendiri.

F. Kondisi Pembelajaran
Belajar merupakan sebuah proses yang kompleks yang terjadi pada
semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak masih bayi (bahkan
dalam kandungan) hingga liang lahat. Salah satu petanda bahwa seseorang
telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya.
“Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan yang bersifat
pengetahuan (kognitif) dan keterampilan (pisikomotor) maupun yang
menyangkut nilai dan sikap (afektif).( Sulfemi, Wahyu Bagja, Arsyad, A.
(2019)).
Kondisi belajar adalah suatu keadaan yang dapat mempengaruhi
proses dan hasil belajar siswa. Definisi yang lain tentang kondisi belajar
adalah suatu keadaan yang mana terjadi aktifitas pengetahuan dan
pengalaman melalui berbagai proses pengolahan mental. Kondisi belajar
juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang harus dialami siswa
dalam melaksanakan kegiatan belajar.
➢ Gagne membagi kondisi belajar atas dua, yaitu:
1. Kondisi internal (internal condition): Kemampuan yang telah ada pada
diri individu sebelum ia mempelajari sesuatu yang baru. Kondisi internal
ini dihasilkan oleh seperangkat proses transformasi (ingat information
processing theory Gagne).
2. Kondisi eksternal (external condition) adalah situasi perangsang di luar
diri si pelajar. Kondisi belajar yang diperlukan untuk belajar ber-beda2
untuk tiap kasus. Jenis kemampuan belajar yang berbeda akan
membutuhkan kemampuan belajar sebelumnya yang berbeda dan kondisi
eksternal yang berbeda pula.
F. Hasil Pembelajaran
Hasil belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata yakni
“Hasil” dan “Belajar”. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, Moeliono
(1989 : 300) mengemukakan bahwa hasil adalah sesuatu yang diadakan,
dibuat, dijadikan, dan sebagainya oleh usaha. (Sulfemi, 2017 : 1-8).
Variabel hasil pembelajran dapat diklarifikasikan dengan cara yang
sama. Pada tingkat yang amat umum sekali, hasil pembelajaran dapat
diklasifikasikan menjadi 3 yaitu: 1.) Keefektifan pembelajaran biasanya diukur dengan tingkat pencapaian si belajar. Ada 4 aspek yang penting 
yang dapat dipakai untuk mempreskripsikan keefektifan pembelajaran,
yaitu kecermatan penguasaan perilaku yang dipelajari, kecepatan unjuk 
kerja, tingkat alih belajar, tingkat retensi dari apa yang dipelajari. 2.) 
Efisien pembelajaran biasanya diukur dengan rasio antara keefektifan dan 
jumlah waktu yang dipakai si belajar dan/atau jumlah biaya pembelajaran 
yang digunakan. 3.) Daya tarik pembelajaran biasanya diukur dengan 
mengamati kecenderungan siswa untuk tetap belajar.
Penggunaan Metode Modelling The Way menjadikan mendidik 
peserta didik mampu menyelesaikan sendiri problema sosial yang ia 
jumpai, peserta didik berbahasa yang baik dan dapat menyalurkan pikiran 
serta perasaannya dengan jelas dan tepat, memperkaya pengetahuan dan 
pengalaman peserta didik, memupuk perkembangan kreativitas anak, dan 
mau menerima dan menghargai pendapat orang lain. (Sulfemi, 2015 : 1-
10).
Pembelajaran picture and picture adalah suatu model pembelajaran 
yang menggunakan gambar yang dipasangkan menjadi urutan yang logis. 
Model pembelajaran ini, mengandalkan gambar dalam proses 
pembelajarannya. (Sulfemi dan Minati, 2018 : 151-158).
G. Pendekatan Belajar dan Pembelajaran
Dalam pelaksanaan pembelajaran Siklus I, ditemukan kekuatan dan 
kelemahan. Kekuatan pada pembelajaran ini diperoleh: 1) Pembelajaran 
lebih efektif dengan metode diskusi. 2) Sudah melibatkan peserta didik 
dalam pembelajaran. 3) Peserta didik mulai antusias pembelajaran, 4) 
Pemahaman materi oleh peserta didik lebih baik. (Sulfemi dan Minati, 
2018 : 151-158).
Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditenpuh oleh 
guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan 
instruksional tertentu. Pendekatan pembelajaran ini sebagai penjelas untuk 
mempermudah bagi para guru memberikan pelayanan belajar dan juga mempermudah bigi siswa untuk memahami materi ajar yang disampaikan
guru, dengan memelihara suasana pembelajaran yang menyenangkan.
Dalam upaya pencapaian tujuan instruksional tersebut akan
menghasilkan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, hal ini
akan memberikan dampak tertentu terhadap sistem pembelajaran, sehingga
pengajaran beralih pendekatannya dari cara lama ke cara baru yang lebih
meyakinkan. Beberapa perubahan dalam pendekatan tersebut antara lain
adalah:
❖ Penerapan prinsip-prinsip belajar mengajar yang lugas dan terencana
❖ Mengacu pada aspek-aspek perkembangan sesuai tingkat peserta didik
❖ Dalam proses pembelajaran betul-betul menghormati individu peserta
didik
❖ Memperhatikan kondisi obyektif individu bertitik tolak pada
perkembangan pribadi peserta didik
❖ Menggunakan metode dan teknik mengajar yang sesuai dengan
kebutuhan materi pelajaran
❖ Memaparkan konsep masalah dengan penuh disiplin
❖ Menggunakan pengukuran dan evaluasi hasil belajar yang standar
untuk mengukur kemajuan belajar
❖ Penggunaan alat-alat audio visual dengan memanfaatkan fasilitas
maupun perlengkapan yang tersedia secara optimal.
H. Macam-macam Teori Pembelajaran
• Teori Pembelajaran Behavioristik
Merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang
disebut stimulus (S) dengan respon (R) yang diberikan atas stimulus
tersebut.
• Teori Pembelajaran Konstruktivisme
Pembentukan pengetahuan menurut konstruktivisme memendang subyek
aktif menciptakan stuktur-struktur kognitif dalam interaksi dengan
lingkungan. Yang terpenting dalam teori ini adalah bahwa dalam proses
pembelajaran, si belajar yang harus mendapatkan pengajaran.

• Teori Pembelajaran Kognitif
Teori ini memandang bahwa perubahan persepsi dan pemahaman yang
tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan
bahwa pada bagian-bagian suatu situasi berhubungan dengan koneks
seluruh situasi tersebut.
• Teori Pembelajaran Humanistik
Teori ini memandang bahwa belajar menekankan pentingnya isi dari
proses belajar yang bersifat eklektik yang bertujuan memanusiakan
manusia atau mencapai aktualisasi diri.
• Teori Pembelajaran Kontemporer
Teori ini menekankan pada pentingnya sebuah sistem informasi inilah
yang akan menentukan proses bagaimana proses belajar akan berlangsung,
sangat ditentukan oleh sistem informasi yang dipelajari.

DAFTAR PUSTAKA
https://eprints.uny.ac.id/8120/3/BAB%202-06208241034.pdf
https://sugithewae.wordpress.com/2012/05/27/proses-pembelajaran/
http://tbp-unj.blogspot.com/2011/10/kondisi-belajar.html
Sulfemi, Wahyu Bagja. (2016). Hubungan Persepsi Peserta Didik Tentang
Kompetensi Guru Mata Pelajaran Sejarah dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran
Sejarah di Kelas X SMA Negeri 1 Pamijahan Kabupaten Bogor. Fascho : Kajian
Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan. 5 (2), 52-70.
Sulfemi, Wahyu Bagja1, Yuliani, Nunung2. (2019). Model Pembelajaran
Contextual Teaching And Learning (CTL) Berbantu Media Miniatur Lingkungan
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS. STKIP Muhammadiyah Bogor, 2 SDN
Kebon Sirih 01 Pagi Jakarta 1 wahyubagja@gmail.com, 2
yuliani1975nuug@gmail.com
Sulfemi, Wahyu Bagja, Arsyad, A. (2019). Korelasi Penguasaan Materi
Pembelajaran Oleh Guru Dengan Motivasi Belajar Siswa Mata Pelajaran
Administrasi Perkantoran di SMK Pelita Bogor.
Sulfemi, W. B. (2015). Pengaruh Metode Pembelajaran Kontekstual dan
Penggunaan Media Video Pendidikan Terhadap Hasil Belajar IPS. Edutecno. 13
(2), 1, 10.
Sulfemi, Wahyu Bagja dan Hilga Minati. (2018). Meningkatkan Hasil Belajar
Peserta Didik Kelas 3 SD Menggunakan Model Picture And Picture dan Media
Gambar Seri. JPSD. 4 (2), 228- 242.
Yamin, martinis. (2013). Strategi dan Metode Dalam Model Pembelajaran.
Rooijakkers (1991:114):
Wina.S,2007:84
Prayitno,2009:48