Wednesday, December 2, 2015

ANALISIS PUISI "TANAH KELAHIRAN"



Tanah Kelahiran
Seruling dipasir ipis, merdu
antara gundukan pohon pina,
tembang menggema di dua kaki,
Burangrang-Tangkubanprahu,

Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di air tipis menurun.

Membelit tangga di tanah merah
dikenal gadis-gadis dari bukit.
Nyanyikan kentang sudah digali,
Kenakan kebaya ke pewayangan.

Jamrut di pucuk-pucuk,
Jamrut di hati gadis menurun.



Ø  Diksi
Dalam puisi Ramadhan KH yang berjudul Tanah Kelahiran I. Penggunaan dialek, terdapat pada bait 1 larik ke-1 yaitu “ipis”. Terdapat juga Penggunaan Register (pada bait 1 larik ke-3 dan ke-4). Berikut penggalan sajaknya :
tembang menggema di dua kaki,
Burangrang-Tangkubanprahu,
Ø  Imaji
- Imaji Suara (Audio)
Seruling dipasir ipis, merdu
tembang menggema di dua kaki,
- Imaji Visual
antara gundukan pohon pina,
Jamrut di air tipis menurun.
Ø  Kata Kongkret
“Jamrut” = Hijau (kesuburan/kesejahteraan)
“Kaki” = Gunung.
Ø  Bahasa Figuratif
- Litotes/Hiperbola
tembang menggema di dua kaki,
Jamrut di air tipis menurun.
Ø  Versifikasi
- Rima Berpeluk
antara gundukan pohon pina,
tembang menggema di dua kaki,
- Rima tak sempurna
di tanah merah.

v  Struktur Batin

Ø  Tema  Tanah Kelahiran
Ø  Makna
Kedukaan terhadap tanah kelahirannya yang direbut oleh kekuasaan penjajah pada masa itu.
Ø  Amanat
Dari puisi ini si pengarang memberikan pesan kepada pembaca, bahwa harus mencintai tanah asalnya dan menjaganya agar tidak terpengaruhi oleh budaya luar. Akibat dari kemajuan jaman.

No comments:

Post a Comment