BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui, banyak sekali benda-benda peninggalan
bersejarah di indonesia khususnya terdapat di kota makassar. Hal ini
dikarenakan semua masyarakat memahami betapa pentingnya benda-benda tersebut
untuk kedepannya. Masyarakat senantiasa menjaga dan merawat benda-benda
tersebut agar tidak dimakan oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu,
masyarakat menempatkan benda-benda tersebut dimusium-musium agar penerus
keturanan dapat melihat dan mengetahui benda-benda apa saja itu . Hal ini juga
dapat dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan
dengan benda tersebut dan membuka wawasan bagi para mahasiswa khususnya .
Benda peninggalan bersejarah tersebut sangatlah berpengaruh
dalam dunia pendidikan , seiring berkembangnya era globalisasi yang makin
modern maka apabila kita semua tidak dapat menjaga harta tersebut maka benda
tersebut akan hilang begitu saja . Tetapi apabila apabila benda-benda tersebut
di jaga maka hal ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kita khususnya
bagi para pelajar.
B.
Rumusan Masalah
1. Menjelaskan
apa itu Meseum kota makassar?
2. Menjelaskan
apa itu Monument mandala?
3. Menjelaskan
apa itu Balla Lompoa?
4. Menjelaskan
apa itu Meseum karaeng pattingngalloang?
5. Menjelaskan
apa itu benteng Rotterdam ?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1.
Untuk mengetahui
apa yang dimaksud Meseum kota makassar.
2.
Untuk mengetahui apa
yang dimaksud Monumen Mandala.
3.
Untuk mengetahui apa
yang dimaksud Balla Lompoa .
4.
Untuk mengetahui
apa yang dimaksud meseum karaeng pattingngalloang
5.
Untuk mengetahui
apa yang dimaksud benteng Rotterdam
BAB 2
PEMBAHASAN
A.
Benda-benda
peninggalan sejarah dimakassar
1.
Meseum kota makassar
Dibangun sekitar tahun 1916, gedung bersejarah ini menyimpan
beragam koleksi benda bersejarah yang jumlahnya mencapai 560 unit.
Memasuki pekarangan Museum
Kota Makassar, pengunjung akan disambut oleh sebuah meriam yang diperkirakan
berusia 300 tahun. Bangunan ini didominasi warna putih pada dinding dan merah
marun pada bagian atap. Ketika mulai melangkahkan kaki ke dalam museum, suasana
kolonial Belanda yang kental akan menemani perjalanan selama di dalam museum.
Perjalanan Kota Makassar dari zaman ke zaman, terekam dalam gedung ini.
Lantai pertama terisi dengan
berbagai lukisan klasik peninggalan Belanda, foto-foto dokumentasi perkembangan
Kota Makassar, benda-benda arkeologi, dan berbagai mata uang yang pernah
berlaku di Makassar dari zaman penjajahan hingga saat ini. di lantai dua juga
didominasi foto-foto dokumentasi, sebuah meja yang pernah digunakan oleh
Walikota Ujung Pandang, lambang-lambang kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan
dan berbagai pernak pernik tradisional hasil kerajinan rakyat.
Ketika meniti dari satu ruas
ke ruas lain sambil memperhatikan setiap benda-benda bersejarah di dalam
ruangan gedung Museum Kota Makassar, Anda akan berdecak dan tenggelam dalam
kekaguman. Melalui museum ini Anda bisa menelisik dan mengikuti sejarah
perjalanan Makassar hingga menjadi Kota Makassar seperti saat ini.
2.
Monument Mandala
Dengan ketinggian 75 meter dari
permukaan tanah, Monumen Mandala menjulang di pusat Kota Makassar. Ini
merupakan bangunan menara yang dibangun pada tahun 1994 dan selesai pada tahun
1996.
Monumen Mandala adalah sebuah
bukti monumental penghargaan dan kenangan abadi masyarakat Sulawesi Selatan
terhadap perjuangan untuk pembebasan Irian Barat pada tahun 1966. Kala itu, Makasarditetapkan
sebagai pusat Markas Komando Mandala dalam pelaksanaan operasi perebutan Irian
Barat, hingga akhirnya Indonesia berhasil merebut Irian Barat.
Bangunan ini memiliki empat
lantai. Pada dinding luarnya, direalisir kobaran api yang melambangkan gelora
semangat untuk membebaskan Irian Barat. Di lantai satu terdapat diorama relief
dan replika pakaian dan perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan pada abad XVII.
Pada lantai dua terdapat diorama dan relief yang menceritakan tentang
perjuangan pembebasan Irian Barat.
Di lantai tiga terdapat replika
ruang kerja Panglima Mandala, lengkap dengan peta irian barat, foto-foto
persiapan pemberangkatan pasukan, tanda jabatan, dan pakaian yang dipergunakan
pada saat operasi Mandala. Sedangkan pada lantai empat adalah ruang pandang di
mana pengunjung dapat melihat suasana kota Makassar dari ketinggian.
3.
Balla lompoa
Museum BallaLompoa menyimpan
koleksi benda-benda berharga yang tidak hanya bernilai tinggi karena nilai
sejarahnya, tetapi juga karena bahan pembuatannya dari emas atau batu mulia
lainnya.
Di museum ini terdapat sekitar 140 koleksi benda kerajaan
yang bernilai tinggi, seperti mahkota, gelang, kancing, kalung, keris dan
benda-benda lain yang umumnya terbuat dari emas murni dan dihiasi berlian, batu
ruby, dan permata. Di antara koleksi tersebut, rata-rata memiliki bobot
700gram, bahkan ada yang sampai atau lebih dari 1 kilogram.
Di ruang pribadi raja, terdapat
sebuah mahkota raja yang berbentuk kerucut bunga teratai (lima helai kelopak
daun) memiliki bobot 1.768 gram yang bertabur 250 permata berlian. Di museum
ini juga terdapat sebuah tatarapang, yaitu keris emas seberat 986,5 gram,
dengan pajang 51 cm dan lebar 13 cm, yang merupakan hadiah dari Kerajaan Demak.
Selain perhiasan-perhiasan
berharga tersebut, masih ada koleksi benda-benda bersejarah lainnya, seperti:
10 buah tombak, 7 buah naskah lontara, dan 2 buah kitab Al Quran yang ditulis
tangan pada tahun 1848.
4.
Meseum Karaeng
Pattingngalloang
Museum Karaeng Pattingalloang
dibangun pada area seluas 600 meter persegi. Bangunan museumnya menggunakan
konsep rumah panggung dengan gaya atap yang menarik. Koleksi museum yang
terdiri dari dua lantai ini cukup banyak, semuanya memberikan pengetahuan
kepada kita tentang keberadaan Gowa pada masa lampau.
Di lantai satu kita akan melihat
berbagai objek hasil ekskavasi yang dulu menjadi elemen penting bagi keberadaan
Benteng Somba Opu.
Kita juga bisa menjumpai berbagai
peninggalan manusia Gowa dahulu seperti lempeng tanah liat yang digunakan
sebagai instrumen untuk menentukan hari yang baik untuk berbagai perhelatan
seperti pernikahan. Di sudut yang lain, terpampang koleksi peninggalan perang
Makassar ketika Kerajaan Gowa digempur VOC pada ahun 1666 – 1669.
5.
Benteng Rotterdam
Saat mengunjungi kota Makassar,
sempatkan sedikit waktumu untuk mengunjungi Fort Rotterdam, yang letaknya tepat
di tengah kota ini. Fort Rotterdam adalah benteng peninggalan Kerajaan
Gowa-Gorontalo.
Uniknya, jika dilihat dari atas,
struktur bangunan ini mirip dengan seekor penyu. Hal ini bukan tanpa sebab.
Sesuai filosofi yang diadopsi oleh Kerajaan Gowa, yaitu layaknya penyu yang
dapat hidup di darat maupun laut, maka begitu pula Kerajaan Gowa harus berjaya
di dua alam tersebut.
Di dalam Fort Rotterdam terdapat
beberapa ruangan tahanan atau penjara yang salah satunya merupakan tempat
penahanan Pangeran Diponegoro dan gereja yang dibangun pada zaman penjajahan
Belanda. Tak hanya itu, terdapat juga Museum La Galigo yang menyimpan 5.000
koleksi sejarah dan prasejarah, seperti keramik, naskah, serta etnografi yang
terdiri dari berbagai kesenian khas suku Bugis, Mandar, Toraja, dan Makassar.
BAB 3
PENUTUP
A. Kesimpulan
Seperti yang kita ketahui, banyak sekali benda-benda peninggalan
bersejarah di indonesia khususnya terdapat di kota makassar. Hal ini
dikarenakan semua masyarakat memahami betapa pentingnya benda-benda tersebut
untuk kedepannya. Masyarakat senantiasa menjaga dan merawat benda-benda
tersebut agar tidak dimakan oleh perkembangan zaman. Oleh karena itu,
masyarakat menempatkan benda-benda tersebut dimusium-musium agar penerus
keturanan dapat melihat dan mengetahui benda-benda apa saja itu . Hal ini juga
dapat dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan
dengan benda tersebut dan membuka wawasan bagi para mahasiswa khususnya .
DAFTAR
PUSTAKA
Yus Rusyana. 1984. Bahasa
dan Sastra dalam Gamitan pendidikan. Bandung : Diponegoro.
Zuber Usman. 1970. Bahasa
Persatuan. Jakarta : Gunung Agung.
No comments:
Post a Comment