Terdapat perbedaan jumlah huruf antara aksara
Lontara versi Makassar dan aksara Lontara versi Bugis. Dalam aksara Lontara
versi Makassar terdapat 19 huruf sedangkan dalam aksara Lontara versi Bugis
terdapat 23 huruf. Gambar di bawah ini memperlihatkan huruf-huruf aksara
Lontara versi Bugis.
Lontara adalah perkembangan dari tulisan Kawi
yang digunakan di kepulauan Indonesia sekitar tahun 800-an. Namun dari itu,
tidak diketahui apakah Lontara merupakan turunan langsung dari Kawi atau dari
kerabat Kawi lain karena kurangnya bukti. Terdapat teori yang menyatakan bahwa
tulisan Lontara didasarkan pada tulisan Rejang, Sumatra selatan karena adanya
kesamaan grafis di antara dua tulisan tersebut. Namun hal ini tidak berdasar,
karena beberapa huruf lontara merupakan perkembangan yang berumur lebih muda.
Istilah "Lontara" juga mengacu pada
literatur mengenai sejarah dan geneologi masyarakat Bugis. Contoh paling
panjang dan terkenal barangkali merupakan mitos penciptaan bugis Sure’
Galigo, dengan jumlah halaman yang mencapai 6000 lembar. Lontara pernah
dipakai untuk menulis berbagai macam dokumen, dari peta, hukum perdagangan,
surat perjanjian, hingga buku harian. Dokumen-dokumen ini biasa ditulis dalam
sebuah buku, tetapi terdapat juga medium tulis tradisional bernama Lontara’, di
mana selembar daun lontar yang panjang dan tipis digulungkan pada dua buah
poros kayu sebagaimana halnya pita rekaman pada tape recorder. Teks
kemudian dibaca dengan menggulung lembar tipis tersebut dari kiri ke kanan.
Walaupun penggunaan aksara Latin telah
menggantikan Lontara, tulisan ini masih dipakai dalam lingkup kecil masyarakat Bugis
dan Makassar. Dalam komunitas Bugis, penggunaan Lontara terbatas dalam upacara
seperti pernikahan, sementara di Makassar tulisan Lontara kadang dibubuhkan
dalam tanda tangan dan dokumen pribadi.
untuk dapat menggunakan di versi androidnya klik UNDUH
UNDUH 2
UNDUH 3
No comments:
Post a Comment