|
|
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pragmatik merupakan subdisiplin dari ilmu linguistik
yang tumbuh dan berkembang. Pragmatik yaitu ilmu bahasa yang mempelajari
kondisi penggunaan bahasa manusia yang pada dasarnya sangat ditentukan oleh
konteks yang melatarbelakangi bahasa itu. Menurut Thomas pragmatik mempunyai
hubungan dengan sosiolinguistik, pragmatik menompang sosiolinguistik yang
memanfaatkan deskripsi sosiolinguistik dan menjelaskan pada interaksi tertentu
penutur memilih khazanah linguistiknya suatu bentuk bahasa.
Menurut Rustono (1999:53) penutur yang tidak
memberikan kontribusi terhadap koherensi percakapan sama dengan tidak mengikuti
prinsip kerja sama.
Istilah komunikasi dalam bahasa inggris
disebut communication, yang berasal dari kata communication atau communis
yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan
penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud
dapat dipahami. Dalam melakukan komunikasi tentu terdapat hal yang lucu seperti
drama komedi
Komedi pertama kali diperkenalkan oleh Aristophanes
dan dikenal sebagai komedi kuno. Komedi itu bukan hanya berdasarkan suka ria,
tetapi digabung dengar, sindiran. Dalam komedi kuno diperkenalkan cerita
fantastik yang diikuti dengan diskusi melalui paduan suara yang ditujukan
secara langsung ke penonton. Olehnya itu peneliti tertarik untuk menulis penelitian
yang berjudul penggunaan bahasa interaksi antar pelawak/komedian.
B.
Fokus Penelitian
Berdasarkan
latar belakang di atas maka penelitian ini difokuskan pada rana sebagai
berikut:
1. Prinsi kerjasama komunikasi komedian.
2.
|
1
|
3. Kesantunan dan tingkat kesantunan pelawak
C.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan
fokus penelitian di atas maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui prinsi kerjasama komunikasi komedian.
2. Untuk mengetahui penggunaan maksim sesuai teori lecch
pada percakapan antar pelawak.
3. Untuk mengetahui kesantunan dan tingkat kesantunan
pelawak
|
|
KAJIAN PUSTAKA
A.
Pengertian Komunikasi
Komunikasi
Secara Umum adalah proses
pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih
dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Istilah komunikasi dalam
bahasa inggris disebut communication, yang berasal dari kata communication
atau communis yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna
pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi
adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih
agar pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Pengertian
Komunikasi menurut definisi James A.F.Stoner adalah proses dimana
seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan.
Sedangkan menurut definisi Prof. Drs. H.A.W. Widjaya yang mengatakan
bahwa pengertian komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara manusia
baik individu maupun kelompok. Menurut definisi William F.Glueck yang
menjelaskan bahwa komunikasi dapat dibagi menjadi dengan dua bentuk. yaitu
sebagai berikut
·
Interpersonal
Communications : Interpersonal
communications (komunikasi antarpribadi adalah proses pertukaran informasi
serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih di dalam suatu kelompok
kecil manusia.
·
Organization
Communications : Organization
communications adalah proses dimana pembicara secara sistematis memberikan
informasi dan memindahkan pengertian kepada orang yang banyak dalam organisasi
dan kepada pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang ada hubungan.
|
3
|
Secara
umum, tujuan komunikasi adalah sebagai berikut...
·
Supaya
yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh komunikan. Agar dapat
dimengerti oleh komunikan maka komunikator perlu menjelaskan pesan utama dengan
sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin.
·
Agar dapat memahami
orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu dapat memahami
individu yang lain dengan kemampuan mendengar apa yang dibicarakan orang lain.
·
Agar pendapat kita
diterima orang lain. Komunikasi dan pendekatan persuasif merupakan cara agar
gagasan kita diterima oleh orang lain.
·
Menggerakkan orang
lain untuk melakukan sesuatu. Komunikasi dan pendekatan persuasif kita mampu
membangun persamaan presepsi dengan orang kemudian menggerakkannya sesuai
keinginan kita.
C. Teori
Prinsip Kesantunan Geoffrey Leech
Dalam prinsip kesantunan Leech
erdiri dari enam maksim yaitu:
Buatlah kerugian orang lain sekecil
mungkin.
Buatlah keuntungan orang lain
sebesar mungkin.
Maksud dari maksim diatas yaitu
selalu mengurangi keuntungan dirinya sendiri dan memaksimalkan keuntungan pihak
lain dalam kegiatan bertutur. Contohnya:
Ibu : “Ayo dimakan bakminya! Di dalam masih
banyak, kok.”
Rekan Ibu :
“ Wah, segar sekali. Siapa yang memasak ini, Bu?”
Informasi
Indeksal:
Dituturkan
oleh seorang ibu kepada teman dekatnya pada saat ia berkunjung ke rumahnya. Tuturan
yang disampaikan dengan maksud agar sang tamu merasa bebas dan dengan senang
hati menikmati hidangan yang disajikan tanpa ada perasaan tidak enak sekalipun.
2.
Maksim Kedermawanan (Generosity
Maxim)
Buatlah keuntungan diri sendiri sekecil mungkin.
Buatlah kerugian diri sendiri sebesar mungkin.
Maksud dari maksim diatas yaitu agar
peserta tutur dapat menghormati orang lain. Contohnya:
Kakak :
“Dik, Indosiar filmnya bagus loh, sekarang!”
Adik :
“Sebentar, Mas. Saya hidupkan dulu saluran listriknya”
Informasi
Indeksal:
Dituturkan
oleh seorang kakak kepada adiknya pada sebuah keluarga, mereka sedang
berbincang tentang acara tertentu pada sebuah saluran televisi swasta. Tuturan
yang disampaikan yaitu si adik menghormati kakaknya dengan langsung menyalakan
saluran listrik.
3.
Maksim Pujian (Approbation Maxim)
Kecamlah orang lain sesedikit mungkin.
Pujilah orang lain sebanyak mungkin.
Maksud dari maksim diatas adalah
agar para peserta pertuturan tidak saling mengejek, saling mencaci, atau saling
merendahkan pihak yang lain. Contohnya, tuturan Andi saat mendengar Susi yang
dapat berbahasa Jepang dan Inggris.
“Susi memang
tak hanya pandai berbahasa Inggris tetapi juga pandai berbahasa Jepang.” Dari
tuturan diatas sangat jelas bahwa Andi memberikan pujian kepada Susi yang dapat
berbahasa Inggris dan berbahasa Jepang.
4.
Maksim Kerendahan Hati (Modesty
Maxim)
Pujilah diri sendiri sesedikit mungkin.
Kecamlah diri sendiri sebanyak mungkin.
Maksud dari maksim diatas yaitu agar
para peserta pertuturan dapat bersikap rendah hati dengan cara mengurangi
pujian terhadap dirinya sendiri. Contohnya:
“Kapan-kapan
main Pak ke rumah saya, tetapi rumah saya jelak seperti gubuk”
Dari tuturan diatas dijelaskan bahwa dia mempunyai
rumah yang dengan kesederhanaan dan kerendahan hati banyak digunakan sebagai
parameter penilaian kesantunan seseorang.
5.
Maksim Kesepakatan (Agreement
Maxim)
Usahakan ketaksepakatan antara diri dan lain terjadi
sedikit mungkin.
Usahakan kesepakatan antara diri dan lain terjadi
sebanyak mungkin.
Maksud dari maksim diatas yaitu agar
para peserta tutur dapat saling membina kecocokan atau kesepakatan di dalam
kegiatan bertutur. Contohnya:
Hani :
“Nanti malam kita makan bersama ya, Tar!”
Tary :
“Boleh. Saya tunggu di Bambu Resto ya.”
Dari tuturan diatas bahwa antara Hani dan Tary terjadi
kesepakatan untuk makan bersama nanti malam.
6.
Maksim Simpati (Sympathy Maxim)
Kurangilah rasa antipati antara diri dengan lain
sekecil mungkin.
Tingkatkan rasa simpati sebanyak-banyaknya antara diri
dan lain.
Maksud dari maksim diatas yaitu agar para peserta tutur dapat memaksimalkan
sikap simpati antara pihak yang satu dengan pihak lainnya. Contohnya:
Ani : “Sus,
nenekku meninggal.”
Susi :
“Innalillahiwainnailaihi rojiun. Ikut berduka cita.”
Dari tuturan merupakan ucapan simpati dari penutur kepada salah satu temannya yang gagal ujian.
7.
Maksim Pertimbangan (Consideration
Maxim)
Minimalkan rasa tidak senang penutur.
Maksimalkan rasa senang penutur.
Maksud dari maksim diatas yaitu
untuk mempertimbangkan perasaan penutur, jangan sampai ia merasa lebih tidak
senang dalam suasana yang tidak menyenangkan.
“Selamat
atas kemenangan Anda pada lomba yang diikuti oleh artis-artis yang hebat-hebat
itu.”
Tuturan diatas terdengar lebih santun dari pada hanya
“Selamat atas kemenangan anda”.
D.
Teori
Kesantunan
Kata kesantunan dapat diartikan secara berbeda-beda
tergantung pada persepsi dari penerjemah itu sendiri. Misalnya, dalam kamus
besar bahasa Indonesia kata kesantunan yang memiliki kata dasar santun
artinya adalah halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya); sabar
dan tenang; sopan. kesantunan merupakan hubungan antara pembicara dan pendengar
saat berkomunikasi. Kesantunana seseorang dinilai dari tata cara bicara,
gesture tubuh dan tutur berucap seseorang tersebut. hal ini juga berkaitan
dengan aturan perilaku dan etika seseorang dalam berkomunikasi sehari-hari dan
harus dipatuhi karena telah menjadi suatu aturan yang disepakati oleh
masyarakat. Kesantunan seseorang akan dihargai apabila ia dapat menempatkan
bahasa lisan dan bahasa tubuhnya dengan baik.
Teori kesantunan berbahasa menurut Brown dan Levinson
berkisaran atas notasi muka (face) dibagi menjadi dua yaitu muka negatif
dan muka positif.[3] Teknik dasar seorang penutur yaitu
menghitung derajat keterancaman sebuah tindak ujaran dalam berkomunikasi banyak
ditentukan oleh umur, latar belakang sosial, jenis kelamin ataupun jarak sosial
yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar.
Menurut Leech kesantunan yaitu
menyangkut hubungan antara peserta komunikasi, yaitu penutur dan pendengar.
Maka penutur menggunakan kalimat dalam tuturannya dengan santun tanpa harus
menyinggung pendengar. Leech mengusulkan untuk melengkapi prinsip koperasi
Grice dengan prinsip kesopanan. Prinsip kesopanan setidaknya terdiri dari enam
maksim, seperti bidal kebijaksanaan, bidal penerimaan, bidal kemurahan, bidal
kerendahan hati, bidal kecocokan, bidal kesimpatian, dan yang diungkapkan oleh
Gunawan terdapat satu bidal lagi yaitu bidal pertimbangan.
E. Pengertian Komedi
Dari kata Yunani komos yang berarti
suka ria dan kata aeidein yang berarti nyanyian, adalah salah satu bentuk
drama ringan Yunani yang berisikan cerita lucu yang umumnya diakhiri dengan
kebahagiaan.
Komedi pertama kali diperkenalkan
oleh Aristophanes dan dikenal sebagai komedi kuno. Komedi itu bukan hanya
berdasarkan suka ria, tetapi digabung dengar, sindiran. Dalam komedi kuno
diperkenalkan cerita fantastik yang diikuti dengan diskusi melalui paduan suara
yang ditujukan secara langsung ke penonton. Ceritanya umumnya terlalu
berlebihan dan sesuatu yang mustahil. Komedi ini sangat bersemangat, dan
dipenuhi dengan kata pujian dan sindiran (satirik) serta mengemukakan masalah
politik. Bentuk ini kemudian berkembang, sehingga muncul komedi dengan
sedikit kata pujian, yang lebih mementingkan gaya cerita, walaupun masih
berkisar pada politik tetapi tidak terlalu menyindir. Bentuk terakhir ini
terus berkembang sehingga muncullah komedi bentuk baru (modern). Pada jaman bentuk baru,
paduan suara dihilangkan dan cerita berkisar pada cerita romantis dan dikembangkannya
tipu daya (intrik-intrik). Bentuk baru ini awalnya meniru cerita Aristophanes
yang dipulas sedemikian rupa sehingga melahirkan model komedi baru pada abad
ke-16 dan 17.
Selama akhir abad ke-16 muncul corak
jenaka yang dikembangkan oleh Shakespeare yang disebut komedi romantik atau
komedi humor. Pada waktu yang sama, di Spanyol dan Italia muncul komedi
intrik; semua perhatian ditempatkan pada alur cerita yang berbelit-belit.
Walaupun Shakespeare ditempatkan sebagai seorang artis yang tak ada
tandingannya dan komedi intrik termasuk jenis pertunjukan misteri bagi
penonton, keduanya dianggap penyumbang drama yang dikenal sekarang.
Awal abad ke-20, di Indonesia muncul
kelompok komedi stambul atau komedi bangsawan. Komedi stambul merupakan drama
rakyat Indonesia, namun dipengaruhi kebudayaan Melayu, seperti cerita dan
bahasa pengantarnya. Selain komedi stambul yang sekarang sudah tidak dimainkan
lagi, ada bentuk komedi lain yang umumnya merupakan kesenian tradisional,
misalnya ludruk, lenong, topeng betawi, atau bentuk drama jenaka yang bukan
kesenian tradisional, seperti komedi kelompok Srimulat. Kelompok ini umumnya
mengambil cerita kehidupan sehari-hari.
Sekarang ini komedi tidak hanya
muncul dalam pementasan sandiwara, tetapi juga dalam bentuk film, yaitu film
komedi. Bentuk komedi dalam film lebih mengutamakan faktor yang menimbulkan
tawa penontonnya, baik dalam alur cerita maupun gerak- gerik pemainnya. Tidak
semua film komedi dimainkan oleh para pelawak, tetapi ada kelompok yang lebih
sering bermain dalam film komedi daripada film drama biasa, misalnya Warkop
(Warung Kopi), grup lawak Bagio Cs, dan grup lawak lainnya. Dalam film umumnya
kelompok ini bermain sebagai pemeran utama.
Film-film komedi tersebut tidak
terbatas pada film cerita layar lebar, tetapi juga dalam film-film yang ditayangkan
di televisi. Hal ini terlihat dalam siaran televisi swasta RCTI, yang
menyiarkan banyak film komedi, misalnya Kate and Allie, My Two Dads, Golden
Girls, yang populer di negara asalnya, Amerika Serikat. Bintang-bintang komedi
dunia yang dikenang sepanjang masa karena kepopulerannya adalah Charlie
Chaplin. Bintang lain yang terkenal antara lain Jerry I Lewis dan Bill Cosby,
yang terkenal dengan Cosby Shows dan pernah diputar secara serial di TVRI.
F.
Contoh Analisis
Humor terbagi kedalam dua yakni ada
yang bersifat positif dan negatif. Humor yang tergolong kedalam humor negatif
yaitu humor yang isinya sesuatu yang tidak baik yakni berbau SARA (suku, agama,
ras dan antar golongan), porno, hinaan dan celaan maupun berisi sesuatu yang
tidak baik. Humor positif yaitu humor yang bisa membangkitkan sesuatu yang baik
bagi pendengarnya. Misalnya mendengar humor positif kemudian tergugah hidupnya
untuk menjadi baik dan lain sebagainya. Adapula humor yang mengandung muatan
social dan cultural yang tidak dapat dianggap enteng.
Sebuah percakapan banyak dijumpai
penggunaan pragmati yang mengandung humor. Penulis mengatakan demikian
bahwasannya dalam penggunaan bahasa humor banyak melanggar maksim-maksim yang
ada. Namun banyak diantara pengguna bahasa khususna masyarakat tidak menyadari
karena terjadi secara spontan tanpa disusun ataupun dirancang terlebih dahulu.
Pada percakapan antara dua orang atau lebih yang terjadi secar spontan bagi
seorang enutur dapat dianggap humor, namun belum tentu orang lain bergantung
kepekaan serta tingkat pemahamn masing-masing orang.
Terkait
masalah cinta ini yang penting sekali cinta itu kalo jaman sekarang ini adalah
artinya serba material. Jadi cinta adalah cincin dan permata. Jadi kalo orang
jaman sekarang jatuh cinta , sayajatuh cinta karena hatinya. Hati itu artinya
property. Ada juga kalo saya jatuh cinta itu berawal dari mata, mata
pencahariannya…” (Setyawan, 16 Februari 2012)
|
11
|
Pertama, pelanggaran prinsip kerjasama terjadi pada maksim
relevansi. Bisa dilihat dari kalimat, “…Jadi kalo orang sekarang jatuh cinta,
saya jatuh cita karena hatinya. Hati artinya harta dan property..” Jika
mendengar orang yang merayu dan mengatakan mencintai sesorang karena hatinya
pasti akan mengira bahwa dia benar-benar mencintai orang tersebut.Namun menurut
comic hati yang dimaksud adalah harta dan property. Hal ini trelihat tidak
relevan, bisa dikatakan comic sebagai penutur melanggar maksim relevansi.
Kedua, Pelanggaran rinsip kesopanan terjadi pada maksim
kebijaksanaan. Kalimat yang menunjukkan yakni dari kalimat “Terkait masalah
cinta ini yang terpenting sekali cinta itu kalo jman sekarang ini adalah
artinya material…” menurut comic cinta jaman sekarang bukan lagi tentang
perasaan kasih saying tetapi lebih kepada material. Hal ini jelas merugikan
orang lain yang sedang jatuh cinta. Dilihat dari data diatas bahwa comic
tersebut melanggar maksim kebijaksanann.
1. Maksim
Kearifan (Tact Maxim)
Buatlah kerugian
orang lain sekecil mungkin.
Buatlah
keuntungan orang lain sebesar mungkin.
Maksud dari
maksim diatas yaitu selalu mengurangi keuntungan dirinya sendiri dan
memaksimalkan keuntungan pihak lain dalam kegiatan bertutur. Contohnya:
Andre : “Ayo diminum es teah hangatnya le’’.
Sule :
“ Wah, segar sekali. Siapa yang buat nih, Ndre?”
Informasi Indeksal:
Dituturkan oleh Andre kepada teman
dekatnya pada saat ia berkunjung ke acara pagi-pagi di Net TV. Tuturan yang
disampaikan dengan maksud agar sule merasa bebas dan dengan senang hati
menikmati hidangan yang disajikan tanpa ada perasaan tidak enak sekalipun.
2. Maksim
Kedermawanan (Generosity Maxim)
Buatlah
keuntungan diri sendiri sekecil mungkin.
Buatlah
kerugian diri sendiri sebesar mungkin.
Maksud dari
maksim diatas yaitu agar peserta tutur dapat menghormati orang lain. Contohnya:
azis : “le’, minta dong uangnya ,
sekarang!”
Sule : “Sebentar, yah, saya ambil
amplopnya dulu”
Informasi Indeksal:
Dituturkan oleh Aziz kepada Sule pada sebuah
acara di Net Tv yaitu Ini Talk Show, mereka sedang berbincang tentang acara
pernikahan. Tuturan yang disampaikan yaitu Sule menghormati Aziz dengan langsung
memberikan uang kepada Azis.
3. Maksim
Pujian (Approbation Maxim)
Kecamlah
orang lain sesedikit mungkin.
Pujilah
orang lain sebanyak mungkin.
Maksud dari
maksim diatas adalah agar para peserta pertuturan tidak saling mengejek, saling
mencaci, atau saling merendahkan pihak yang lain. Contohnya, tuturan caesar YKS
saat mendengar Caesar berbicara di mesjid baitul ihsan
“saya senang sekali bertemu ustadz Karim beliau yang
sangat pintar sekali.” Dari tuturan diatas sangat jelas bahwa Caesar memberikan
pujian kepada Ustadz Karim yang orangnya sangat pintar.
4. Maksim
Kerendahan Hati (Modesty Maxim)
Pujilah diri
sendiri sesedikit mungkin.
Kecamlah
diri sendiri sebanyak mungkin.
Maksud dari
maksim diatas yaitu agar para peserta pertuturan dapat bersikap rendah hati
dengan cara mengurangi pujian terhadap dirinya sendiri. Contohnya tuturan Dede
Sunandar:
“Kapan-kapan main ke rumah saya, tetapi rumah saya
jelak maklum kontrakan”
Dari tuturan
diatas dijelaskan bahwa Dede Sunandar mempunyai
rumah yang dengan kesederhanaan dan kerendahan hati banyak digunakan sebagai
parameter penilaian kesantunan seseorang. Contoh lain yaitu tuturan Arief Stand
Up Comedy
“Saya ini
keluarga berada yaa... berada di dalam garis kemiskinan hahahaha” (arief)
Ini termasuk
maksim kerendahan hati diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim
kerendahan hati berpusat pada diri sendiri. Maksim kerendahan hati menuntut
setiap peserta pertuturan untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri
dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri.
5. Maksim
Kesepakatan (Agreement Maxim)
Usahakan
ketaksepakatan antara diri dan lain terjadi sedikit mungkin.
Usahakan
kesepakatan antara diri dan lain terjadi sebanyak mungkin.
Maksud dari
maksim diatas yaitu agar para peserta tutur dapat saling membina kecocokan atau
kesepakatan di dalam kegiatan bertutur. Contohnya:
Sule : ndre kamu tau susu?
Andre : iya saya tau, emang kenapa?
Sule : kalau susu ndak pake s enak nggak ya..??
Andre : enak juga
Sule : kalau saya tidak enak karena susu tidak
pake s jadinya u u hahahaha
Andre : iya juga si saya kiraain es batu hahaha ya..ya..ya saya setuju
kalau tidak pake s jadinya UU hahahaha
Ini termasuk
maksim kecocokan mengariskan setiap penutur dan lawan tutur untuk
memaksimalkan kecocokan di antara mereka dan meminimalkan tidakcocokan di
antara mereka.
6. Maksim
Simpati (Sympathy Maxim)
Kurangilah
rasa antipati antara diri dengan lain sekecil mungkin.
Tingkatkan
rasa simpati sebanyak-banyaknya antara diri dan lain.
Maksud dari
maksim diatas yaitu agar para peserta tutur dapat memaksimalkan sikap
simpati antara pihak yang satu dengan pihak lainnya. Contohnya:
Deny Cagur mengucapkan “Turut berduka cita atas
meninggalannya Olga Saputra”
Dari tuturan
merupakan ucapan
simpati dari penutur kepada salah satu temannya yang
meninggal.
7. Maksim
Pertimbangan (Consideration Maxim)
Minimalkan
rasa tidak senang penutur.
Maksimalkan
rasa senang penutur.
Maksud dari
maksim diatas yaitu untuk mempertimbangkan perasaan penutur, jangan sampai ia
merasa lebih tidak senang dalam suasana yang tidak menyenangkan. Seperti contoh
Tuturan Cak lontong.
“Selamat atas mengudanya IMTV di chanel 50 UHF di Semarang, semakin sukses
dan berjaya.”
Tuturan
diatas terdengar lebih santun dari pada hanya “Selamat atas kemenangan anda”.
G.
Pembahasan
Berdasarkan
hasil penelitian diatas bahwa Maksim-maksim
tersebut menganjurkan agar kita mengungkapkan keyakinan-keyakinan dengan sopan
dan menghindari ujaran yang tidak sopan. Maksim-maksim ini dimasukkan ke dalam
kategori prinsip kesopanan.
Prinsip-pinsip
tersebut, terdapat empat maksim yang melibatkan skala-skala berkutub dua, yakni
skala untung-rugi dan skala puji-kecaman. Keempat maksim tersebut adalah maksim
kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, dan maksim
kesederhanaan. Sedangkan dua maksim lainya (maksim mufakat dan maksim
simpatisan) melibatkan skala-skala yang hanya satu kutubnya, yaitu skala
kesepakatan dan skala simpati. Walaupun antara skala yang satu dengan yang lain
ada kaitannya, setiap maksim berbeda dengan jelas, karena setiap maksim mengacu
pada sebuah skala penilaian yang berbeda dengan skala penilaian maksim-maksim
lainnya.
|
|
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pragmatik
merupakan subdisiplin dari ilmu linguistik yang berarti ilmu bahasa yang
mempelajari kondisi penggunaan bahasa manusia yang pada dasarnya sangat
ditentukan oleh konteks yang melatarbelakangi bahasa itu.
Dari
penelitian tersebut dapat kita ketahui bahwa antara prinsip kerja sama dengan
prinsip kesopanan selalu tidak sejalan. Hal tersebut sesuai dengan keterangan Leech
yang menyatakan bahwa kalau kita ingin sopan kita sering dihadapkan pada
benturan antara prinsip kerja sama dengan prinsip kesopanan sehingga kita harus
memutuskan sejauh mana kita akan tawar-menawar antara prinsip kerja sama dengan
prinsip kesopanan.
1.
Maksim kearifan yaitu selalu mengurangi keuntungan dirinya sendiri
dan memaksimalkan keuntungan pihak lain dalam kegiatan bertutur.
2.
Maksim kedermawanan yaitu agar peserta tutur dapat menghormati orang lain.
3.
Maksim pujian adalah agar para peserta pertuturan tidak saling
mengejek, saling mencaci, atau saling merendahkan pihak yang lain.
4.
Maksim kerendahan hati yaitu agar para peserta pertuturan dapat bersikap
rendah hati dengan cara mengurangi pujian terhadap dirinya sendiri.
5.
Maksim kesepakatan yaitu agar para peserta tutur dapat saling membina
kecocokan atau kesepakatan di dalam kegiatan bertutur.
6.
Maksim smpati yaitu agar para peserta
tutur dapat memaksimalkan sikap simpati antara pihak yang satu dengan pihak
lainnya.
7.
Maksim pertimbangan yaitu untuk mempertimbangkan perasaan penutur, jangan
sampai ia merasa lebih tidak senang dalam suasana yang tidak menyenangkan.
|
15
|
B.
Saran
|
|
Asim Gunawan. 2007. Pragmatik
Teori dan Kajian Nusantara. Jakarta: Atma Jaya
Cutting, Joan. 2002. Pragmatics and Discourse:
A Resource Book for Students. New York: Routledge
Departemen Pendidikan
Nasional. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai
Pustaka.
Leech, Geoffrey. 1991. Principle of Pragmatics.
London: Longman
-------------- 1993. Prinsip-prinsip
pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia.
K.M Jaszczolt. 2006. Semantics
and Pragmatics. London: Person Education.
Rahardi, Kunjana. 2005. Pragmatik: Kesantunan
Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga
Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar
Pragmatik. Yogyakarta: Penerbit Andi
Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford:
Oxford University Press
|
17
|
No comments:
Post a Comment