A. Hakikat bahasa
1. Pengertian bahasa
Manusia
merupakan mahluk yang perlu berinteraksi dengan manusia lainnya. Bahasa yang
dalam bahasa inggrisnya disebut language berasal dari bahsa latin yang
bearti”lidah”. Secara universal pengertian bahasa ialah suatu bentuk ungkapan
yang bentuk dasarnya ujaran. Bahasa merupakan alat komunikasi yang mengandung
beberapa sifat yakni, systematik, mana suka, ujar, manusiawi dan komunikatif.
Disebut sistematik karena bahasa diatur
oleh system.
2. Bentuk dan makna
Bahasa yang
digunakan sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat terbagi atas dua
unsur, yakni bentuk (arus ujaran) dan makna (isi). Bentuk merupakan bagian yang
dapat diserap oleh unsure panca indra (mendengar atau membaca). Bagian ini
terdiri dua unsur, yaitu unsur segmental dan unsur suprasegmental. Unsure
segmental secara hierarkis dari segmen yang paling besar sampai segmen yang
paling kecil, yaitu wacana, kalimat, frasa, kata, morfem, dan fonem. Unsure
suprasegmental terdiri atas intonasi. Unsure-unsur inonasi adalah : tekanan,
(keras, lembut ujaran), nada (tinggi rendah ujaran), durasi (panjang pendek
waktu pengucapan), perhentian (yang membatasi arus ujaran).
Makna adalah
isi yang terkandung dalam bentuk-bentuk diatas. Sesuai dengan urtan bentuk dari
segmen yang palin besar sampai segmen yang terkecil, makna pun dibagi
berdasarkan hierarki itu, yaitu makna morfemis (makna imbuhan), makna leksikal
(makna kata) dan makna sintaksis (makna frasa, klausa, kalimat) serta makna
wacana yang disebut tema.
3. Fungsi bahasa
Bahasa sebagai alat komunikasi
memiliki fungsi sebagai berikut:
a.
Fungsi informasi, yaitu untuk
menyampaikan informasi timbale balik antara anggota keluarga ataupun
anggota-anggota masyarakat.
b.
Fungsi eksfresi, diri yaitu untuk
menyalurkan perasaan, sifat, gagasan, emosi atau tekanan-tekanan perasaan
pembicaraan.
c.
Fungsi adaptasi dan integrasi, yaitu
untuk menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat.
d.
Fungsi control social, bahasa
berfungsi untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
4. Fungsi khusus bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai bahasa
nasional mempunyai fungsi khusus yang
sesuai dengan kepentijgan bangsa Indonesia, fungsi itu adalah sebagai
berikut:
a.
Alat untuk menjalankan administrasi
Negara.
b.
Alat pemersatu berbagai suku yang
memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda.
c.
Wadah penampung kebudayaan. Semua
ilmu pengetahuan dan kebudayaan harus diajarkan dan diperdalam dengan
mempergunakan bahasa Indonesia sebagai medianya.
5. Ragam bahasa
Dengan dasar
ini ragam bahasa dapat dibedakan atas:
a. Ragam
ilmiah, yaitu ragam bahasa yang digunakan dalam kegiatan ilmiah, ceramah,
tulisan-tulisan ilmiah.
b. Ragam
popular yaitu bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari dan dalam
tulusan popular.
Ragam bahasa dapat digolongkan
menurut sarana dibagi atas ragam lisan dan ragam tulisan. Makna ragam lisan
diperjelas dengan intojasi, yaitu tekanan, nada, tempo suara dan perhentian.
Sedangkan pengunaan ragam tulisan dipengaruhi oleh bentuk, pola kalimat, dan
tanda baca.
Ragam bahasa dari sudut pendidikan
dapat dibagi atas bahasa baku dan bahasa tidak baku. Ragam baku menggunakan
kaidah bahasa yang lebih lengkap dibandingkan dengan ragam tidak baku. Ciri ragam
bahasa baku adalah a, memiliki sifat kmatapan dinamis artinya konsisten dengan
kaidah dan aturan yang tetap, b, memiliki sifat kecendikian, c, bahasa baku
dapat mengungkapkan penalaran atau pemikiran yang teratur, logis dan masuk
akal.
6. Belajar Bahasa
Belajar
merupakan perubahan prilaku manusia atau perubahan kapabilitas yang relative
permanen sebagai hasil pengalaman. Belajar juga merupakan kegiatan yang
kompleks. Artinya didalam proses belajar tedapat berbagai kondisi yang dapat
menentukan keberhasilan belajar. Factor yang mempengaruhi keberhasilan belajar
adalah berbagai kondisi yang berkaitan dengan proses belajar yakni kondisi
eksternal dan kondisi internal.
1.
Factor yang mempengaruhi
keberhasilan belajar bahasa
Kondisi
eksternal adalah factor diluar diri murid, seperti lingkungan sekolah, guru,
teman sekolah, keluarga, orang tua, masyarakat. Kondisi eksternal terdiri dari
3 prinsip belajar, yaitu (a) memberikan situasi atau materi yang sesuai dengan
respon yang diharapkan, (b) pengulangan agar belajar lebih sempurna dan lebih
lama diingat,(c) penguatan respon yang tepat untuk mempertahankan dan
menguatkan respon itu.
Kondisi
internal adalah faktor dalam diri murid yang terdiri atas (a) moltivasi
poositif dan percaya diri dalam belajar, (b) tersedia materi yang memadai untuk
memancing aktivitas siswa, (c) adanya strategi dan aspek – aspek jiwa anak.
Factor eksternal lebih banyak
ditangani oleh pendidik, sedangkan factor internal dikembangkan sendiri oleh
para siswa dengan bimbingan guru.
2.
Jenis Keterampilan dan Perilaku
dalam Proses Belajar Bahasa
Belajar
bahasa pada dasarnya bertujuan untuk mengungkapkan kemampuan menggunakan bahasa
untuk berbagai keperluan. Keterampila – keterampilan tersebut dibedakan antar
perilaku internal dan perilaku eksternal.
Keterampilan
yang paling sederhana adalah keterampilan mekanis berupa hafalan atau ingatan.
Murid menghafal dan mengingat bentuk-bentuk bahasa yang palin sederhana yang
paling kompleks. Misal, dimulai dengan mendengar beberapa kosakata baru, membaca
suku kata, kelompok kata, dan kalimat.
Keterampilan
tahap berikutnya adalah pengetahuan berupa demonstrasi pengetahuan tentang
fakta kaidah tentang bahasa yang dipelajari. Jenis perilaku yang internal
(reseptif) kedua adalah pengenalan (metacognitif)
Tahap ketiga
adalah keterampilan transfer. Murid menggunakan pengetahuan dalam situasi baru.
Penerapan kaidah yang disesuaikan dengan konteks bahasa yang dihadapi.
Tahap
keempat adalah komunikasi. Penggunakan bahasa yang dipelajari sebagai sarana
komunikasi.
Mulailah
dengan pertanyaan yang sederhana, misalnya apakah kelas kita sudah bersih?
Biarkan mereka secara bertahap menanggapi pertanyaan ini anda tidak perlu
tergesa-gesa memperbaiki kosakata atau kaidahnya.
Perilaku
eksternal tahap ini adalah ekspresi diri. Murid menggunakan bahasa secara lisan
atau tertulis untuk menyatakan dirinya, menyatakan gagasan atau ide. Murid
membuat karangan sederhana, cerpen, novel, kisah sampai dengan karangan yang
berbentuk karya tulis dan karya ilmiah atau pidato.
Tahap kelima
adalah kritik. Kemampuan menganalisis dan mengevaluasi karangan atau karya
tulis untuk maupun lisan. Perilaku sikap ini adalah analisis. Factor internal,
seperti motivasi belajar anak perlu di rangsang. Fungsi khusus bahasa
Indonesia, yaitu (1) alat menjalankan administrasi Negara, (2) alat pemersatu,
(3) wadah penampung kebudayaan.
Belajar
merupakan perubahan perilaku manusia atau perubahan kapabilitas yang relative
permanen sebagai hasil pengalaman. Belajar merupakan perubahan perilaku manusia
atau perubahan kapabilitas yang relative permanen sebagai hasil pengalaman
belajar dipengaruhi oleh factor – factor internal.
B. Strategi Pembelajaran Bahasa
1. Pengertian Strategi Pembelajaran
Bahasa
Salah satu unsure dalam strategi
pembelajaran adalah menguasai teknik – teknik penyajian atau metode mengajar.
Bila anda akan membimbing murid dalam belajar maka anda perlu mengenal dan
menguasai teknik penyajian. Selain itu, anda perlu mengenal dan menguasai
teknik penyajian. Selain itu, anda perlu memahami karakteristik setiap teknik
penyajian.
Anda perlu menengetahui beberapa
ciri metode mengajar yang baik, yaitu :
a.
Mengundang rasa ingin tahu murid.
b.
Menantang murid untuk belajar
c.
Mengaktifkan mental, fisik, dan
psikis murid.
d.
Memudahkan guru.
e.
Mengembangkan kreativitas murid; dan
f.
Mengembangkan pemahaman murid
terhadap materi yang dipelajari.
Beberapa metode yang perlu dikuasai
guru dalam mengatur strategi pembelajaran bahasa, yaitu :
a. Diskusi
b.
Inkuiri
c.
Sosiodarma atau bermain peran
d.
Tanya-jawab
e.
Penugasan
f.
Latihan
g.
Bercerita
h.
Pemecahan masalah
i. Karya wisata
C. Contoh Penerapan Teknik Penyajian
Dalam Stategi Pembelajaran Bahasa
1. Teknik Diskusi
Tujuan penggunaannya teknik diskusi
agar siswa dapat :
a. Mengembangkan
pengetahuannya untuk mengatasi masalah.
b.
Menyampaikan pendapatnya dengan
bahasa yang baik dan benar.
c.
Menghargai pendapat orang lain.
d. Berfikir
kreatif dan kritis.
Dalam teknik diskusi siswa dilatih untuk :
a. Merumuskan
masalah
b.
Menetapkan tema pembicaraan
c.
Menyampaikan pendapat dengan
bertanggung jawab
d.
Menghargai pendapat orang lain
e.
Menarik kesimpulan
f. Menyusun
laporan diskusi
Contoh pelaksanaan teknik diskusi
Kelas : 5-6
Tujuan :
Anak dapat mencari penyelesaian masalah melalui diskusi
Hasil Pembelajaran : Siswa dapat melaksanakan diskusi.
2. Langkah – langkah pembelajaran
a.
Guru menyampaikan kartu masalah
untuk setiap kelompok. Setiap kelompok siswamemperoleh satu kartu masalah.
b.
Guru membagi siswa atas beberapa
kelompok dan menetapkan siapa yang akan menjadi moderator, dan siapa menjadi
penulis.
c.
Guru memberi petunjuk cara mereka
berdiskusi.
d.
Murid membaca kartu masalah
e.
Guru mendampingi murid – murid dalam
diskusi.
f.
Murid mengakhiri diskusi dan menulis
jawaban masalah.
g.
Setiap kelompok ditugaskan melaporkan
hasil diskusi.
h. Guru
mengakhiri kegiatan dengan member penegasan dan kesimpulan serta penguatan
beberapa pujian dan penghargaan.
3. Inkuiri
Inkuiri
adalah suatu cara yang digunakan guru untuk mengajar didepan kelas yang dapat
dilakukan dengan cara murid – murid diberi kesempatan untuk meneliti suatu
masalah sehingga ia dapat menemukan cara penyelesaiannya.
Tujuan
teknis inkuiri
a.
Membentuk dan mengembangkan rasa
percaya diri
b.
Mendorong siswa untuk berfikir dan
bekerja atas inisiatifnya sendiri
c.
Mengembangkan bakat dan kecakapan
individu
d.
Memberi siswa kesempatan untuk
belajar sendiri
e.
Mendorong murid memperoleh informasi
Dengan teknik inkuiri ini siswa dilatih untuk “
a.
Menyusun rencana kegiatan
b.
Menentukan sasaran kegiatan
c.
Menentukan target kegiatan
d.
Berkomunikasi dengan orang lain
e.
Mencari sumber informasi
Berikut adalah contoh pelaksanaan
teknik inkuiri yang dapat diterapkan untuk siswa SD
Kelas :
5-6
Tujuan :
Anak dapat mencari informasi tentang sesuatu hal
Hasil Pembelajaran : Siswa dapat melakukan wawancara
Langkah – langkah pembelajaran
a.
Guru memperdengarkan teks wawancara
sebagai contoh
b.
Murid – murid dilibatkan dalam
rencana mewawancarai dan informasi apa yang ingin mereka ketahui.
c.
Murid menyusun pertanyaan untuk
wawancara sebelumnya guru merencanakan mengundang nara sumber ke kelas atau
sebaliknya murid – murid serta berkelompok mendatangi nara sumber.
d.
Murid berbagi tugas dalam
kelompoknya.
e.
Setelah wawancara selesai murid
menyusun laporan
4. Sosiodrama dan Bermain Peran
Teknik sosiodrama dan bermain peran
adalah agar siswa dapat :
a.
Memahami perasaan orang lain
b.
Menempatkan diri dalam situasi orang
lain
c.
Mengerti dan menghargai perbedaan
pendapat
Dalam sosiodrama dapat mengembangkan
kemampuan siswa dalam berlatih :
a.
Menjiwai peran yang dimainkan
b.
Mengemukakan pendapat
c.
Memecahkan masalah bersama
d.
Menarik kesimpulan dari sebuah
peristiwa dan
e.
Bersosialisasi dengan lingkungan
Berikut adalah contoh pelaksanaan
sosiodrama
Kelas :
1, 2, 3
Tujuan :
Siswa
Hasil Pembelajaran : Siswa dapat bermain peran
a.
Tugaskan untuk tiap kelompok
memerankan dua orang tokoh.
b.
Salah satu kelompok memerankannya
didepan kelas, murid – murid lain menanggapi.
c.
Guru member tanggapan terhadap hasil
kegiatan bermain peran atau sandiwara boneka.
5. Teknik Tanya-jawab
Tanya jawab
adalah suatu teknik untuk member motivasi para murid agar timbul keberaniannya
untuk bertanya atau menjawab pertanyaan guru selama proses pembelajaran
berlangsung.
Tujuannya
adalah sebagai berikut ;
a.
Siswa dapat mengerti dan mengingat
kembali materi yang dipelajari, didengar atau dibaca.
b.
Siswa dapat berfikir secara
kronologis atau runut.
c.
Siswa dapat mengetahui taraf
pengetahuan dan pemahamannya.
d.
Siswa dapat memahami bacaan.
Dalam Tanya jawab siswa berlatih :
a.
Merumuskan pertanyaan
b.
Menyebutkan fakta
c.
Menyampaikan opini atau tanggapan
d.
Mengungkapkan kembali uraian secara
runut
e.
Menggunakan kata Tanya
f.
Bersikap kritis
Contoh pelaksanaan Tanya jawab
Kelas :
2-3
Tujuan :
Siswa dapat menulis
Hasil Pembelajaran : Siswa dapat menulis deskripsi
Saran :
gambar ruangan dalam sebuah rumah
Langkah –
langkah pembelajaran
1. Guru
membagikan sehelai gambar ruangan yang memperlihatkan gambar ruang tamu.
2. Guru
mengajukan pertanyaan, seperti berikut ini :
a. Ruangan apa
ini ?
b. Barang –
barang apa saja yang terlihat digambar ini ?
c.
Berapa
jumlah meja diruangan ini ?
d. Terbuat dari
apa benda ini ?
e. Apa warna
kursi di ruana tamu ini ?
f.
Ruangan tamu
harus bersih tidak ?
g. Mengapa
harus bersih ?
3. Murid
menulis jawabannya pada buku tulisnya sehingga tersusun tulisan deskripsi ruang
tamu.
Siswa berlatih membuat pertanyaan
1. Seorang
murid diminta ke depan kelas dan merahasiakan benda yang akan diterka teman –
temannya.
2. Guru meminta
murid menerka dengan cara bertanya, misalnya berikut ini
a. Apa benda
itu alat tulis ?
b. Jawaban : Ya
c.
Apakah
bentuk ujungnya runcing ?
d. Jawaban :
Tidak !
e. Apakah bisa
untuk menulis buku ?
f.
Jawaban :
Tidak !
Berikut
ini, anda dapat mempelajari beberapa teknik penyajian yang dapat di terpakan di
kelas tinggi.
1. Pembelajaran
: menceritakan kembali puisi dengan kata – kata sendiri.
Langkah –
langkah pembelajrannya adalah sebagai berikut :
a. Menyimak
puisi
b. Meniru
pembicaraan puisi
c.
Membac puisi
dalam hati
d. Mengidentifikasikan
kata – kata sukar
e. Memahami isi
karik demi larik dan bait demu bait
f.
Menjawab
pertanyaan mengenai puisi
g. Menentukan
gagasan isi puisi
h. Menyusun isi
puisi dengan bahasa sendiri.
2. Pembelajaran : membaca petunjuk
Langkah –
langkah pembelajaran
Sebelumnya
anda menugaskan siswa membawa brosur, label, denah jalan.
a. Mencermati
iklan, brosur, atau label obat, kosmetik atau denah jalan
b. Membaca
label obat secara bergantian
c.
Menjawab
pertanyaan guru, misal :
v Petunjuk apa
yang kamu baca
v Obat apa ?
v Untuk siapa
obat tersebut ?
v Sekali minum
berapa sendok ?
v Pada label
tertulis efek sampingan, apa artinya ?
v Mengapa di
tulis efek samping ?
v Apa
akibatnya apabila minum obat itu ?
No comments:
Post a Comment