Sunday, August 4, 2019

Model-Model Pembelajaran Bahasa Indonesia

A. Model-model Pembelajaran Bahasa Indonesia
Model pembelajaran yang dibahas berikut ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru bahasa Indonesia dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas. PenerapanModel-model tersebut dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat bergantung kepada kreativitas guru, terutama dalam hal mencermati standar isi dan mengaitkannya  denganmodel-model alternatif sehingga menghasilkan model  pembelajaran bahasa Indonesia yang tepat sasaran.
1.     Pengalaman Penting (Critical Incident )
Model ini digunakan untuk memulai pelajaran. Tujuan dan penggunaan model  ini untuk melibatkan siswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka. Langkah- langkah:
a.      Sampaikan kepada siswa topik atau materi yang akan dipelajari.
b.     Beri kesempatan beberapa menit kepada siswa untuk mengingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan berkaitan dengan materi yang ada.
c.      Tanyakan pengalaman apa yang menurut mereka tidak terlupakan.
d.     Sampaikan materi pelajaran dengan mengaitkan pengalaman siswa dengan materi yang akan disampaikan.
Model ini dapat digunakan dengan maksimal pada mata pealajaran yang bersifat praktis.

2.     Tebak Pelajaran (Prediction Guide)
Strategi ini digunakan untuk melibatkan siswa dalam proses pembelajaran secara aktif dari awal sampai akhir. Melalui strategi ini siswa diharapkan dapat terlibat dalam pelajaran dan tetap mempunyai perhatian ketika guru menyampaikan materi.
Pertama kali siswa diminta untuk menebak apa yang akan muncul dalam topik tertentu. Selama penyampaian materi, siswa dituntut untuk mencocokkan hasil tebakan mereka dengan materi yang disampaikan oleh guru. Langkah-langkah:
a.      Tentukan topik yang akan disampaikan.
b.     Bagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil.
c.      Guru meminta siswa untuk menebak apa saja yang kira-kira akan mereka dapatkan dalam pelajaran.
d.     Siswa diminta untuk membuat perkiraan itu di dalam kelompok kecil.
e.      Sampaikan materi pelajaran secara interaktif.
f.      Selama proses pembelajaran siswa diminta untuk mengidentifikasi tebakan mereka yang sesuai dengan materi yang disampaikan.
g.     Pada akhir pelajaran, tanyakan berapa jumlah tebakan mereka yang benar.
Model ini dapat diterapkan pada hampir semua mata pelajaran. Kelas akan menjadi dinamis jika diadakan kompetisi antarkelompok untuk mencari kelompok dengan prediksi yang paling banyak benarnya.
3.     Menilai Kelas (Assessment Search)
Model ini dapat dilakukan dalam waktu yang cepat dan sekaligus melibatkan siswa untuk saling mengenal dan bekerja sama. Langkah-langkah:
a.      Buatlah tiga atau empat pertanyaan untuk mengetahui kondisi kelas, pertanyaan itu dapat berupa:
1)     Pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran.
2)     Sikap mereka terhadap materi
3)     Pengalaman mereka yang ada hubungannya dengan materi
4)     Keterampilan yang telah mereka peroleh
5)     Latar belakang mereka
6)     Harapan yang ingin didapat siswa dari mata pelajaran ini
b.     Tulislah pertanyaan tersebut sehingga dapat dijawab secara kongkret. Contohnya: Apa yang Anda ketahui tentang.................?
c.      Bagi siswa menjadi kelompok kecil. Beri masing-masing siswa satu pertanyaan dan minta masing-masing untuk menginterview teman satu grup untuk mendapatkan jawaban dari mereka.
d.     Pastikan bahwa setiap siswa mempunyai pertanyaan sesuai dengan bagiannya. Dengan demikian, jika jumlah siswa adalah 18, yang dibagi menjadi tiga kelompok, akan ada 6 orang yang mempunyai pertanyaan yang sama.
e.      Mintalah masing-masing kelompok untuk menyeleksi dan meringkas data dari hasil interview yang telah dilakukan.
f.      Minta masing-masing kelompok untuk melaporkan hasil dari apa yang telah mereka pelajari dari temannya ke kelas.
Catatan:
  • Siswa dapat diminta untuk membuat pertanyaan sendiri.
  • Dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama, dan membuat mereka berpasangan dan menginterview pasangannya secara bergantian.
  • Minta mereka melaporkan hasilnya ke kelas (variasi ini cocok dalam kelas besar).
4.     Model Pembelajaran pada Aspek Menyimak
a.      Pertanyaan dari Siswa (Questions Students Have)
Model ini dapat memotivasi siswa untuk dapat melatih keterampilan mendengarkan. Belajar membuat pertanyaan dan menganalisis pertanyaan tersebut dari tingkat kepentingannya untuk dibahas dalam kelas. Langkah-langkah:
1)      Guru mengondisikan siswa dalam kelas untuk siap dalam pelajaran boleh dengan bernyanyi atau bertepuk tangan
2)      Guru menginformasikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai
3)      Guru membagi siswa menjadi dua kelompok besar
4)      Guru menyajikan simulasi wawancara atau rekaman dari radio/TV atau menonton tayangan TV.
5)      Siswa mendengar dan mencatat hal-hal penting
6)      Setiap siswa  menuliskan soal yang berkaitan dengan materi pelajaran (tidak perlu menuliskan nama).
7)      Setelah semua selesai membuat pertanyaan masing-masing diminta untuk memberikan kertas yang berisi pertanyaan kepada teman di samping kirinya. Dalam hal ini, jika posisi duduk siswa adalah lingkaran, akan terjadi gerakan perputaran kertas searah jarum jam. Jika posisi duduk mereka berderet sesuai dengan posisi mereka asalkan semua siswa dapat giliran untuk membaca semua pertanyaan dari teman-temannya.
8)      Pada saat menerima kertas dari teman di sampingnya, siswa diminta untuk membaca pertanyaan yang ada. Jika pertanyaan itu juga ingin dia ketahui jawabannya, maka dia harus memberi tanda centang, jika tidak ingin diketahui atau tidak menarik, berikan langsung pada teman di samping kiri. Dan begitu seterusnya sampai semua soal kembali kepada pemiliknya,
9)      Ketika kertas pertanyaan tadi kembali kepada pemiliknya, siswa diminta untuk menghitung tanda centang yang ada pada kertasnya. Pada saat ini carilah pertanyaan yang mendapat tanda centang paling banyak.
10)   Siswa bersama Guru menjawab/membahas soal yang paling banyak ceklisnya. Bisa kelompok A menjawab kelompok B atau sebaliknya.
11)   Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran.
b.     Snow Ball Throwing (Lemparan Bola Salju)
            model ini dapat memotivasi siswa belajar dalam mengembangkan pikirannya melalui kertas-kertas (HVS warna yang jumlahnya tergantung kebutuhan) sebagai media untuk menuangkan gagasan sesuai instruksi guru. Langkah-Langkah
1)      Guru membuka pelajaran dengan apersepsi
2)      Guru menginformasikan tujuan pembelajaran
3)      Siswa mendengarkan teks berita yang diperdengarkan oleh guru
4)      Siswa mencatat hal-hal yang pentingmengenai pokok isi berita yang didengar
5)      Guru menyediakan kertas yang berisi pertanyaan sebagai bola salju
6)      Guru melemparkan bola dan siswa menjawab dan menulis nama pada bola salju
7)      Guru mengumpulkan bola dan membacakan jawaban siswa
8)      Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran
c.      Model A B C Games
            Model ABC Games dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan aktif dan menyenangkan. Siswa diajak berlomba menemukan jawaban secara mandiri dan secara bersama-sama. Langkah-Langkah
1)      Guru mengkondisikan kelas dengan tebak-tebakan yang lucu
2)      Guru menginformasikan tujuan pembelajaran Contoh Mampu menganalisis laporan perjalanan
3)      Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok (A, B, C) dan mintalah masing-masing kelompok memberi  nama kelompoknya
4)      Guru memperdengarkan teks laporan perjalanan. Siswa mencatat hal-hal penting
5)      Setiap kelompok menyiapkan anggotanya untuk mengikuti games
6)      Guru menyiapkan pertanyaan yang ditulis pada kartu
7)      Guru meminta siswa yang mewakili kelompok untuk maju ke depan kelas. Guru menyiapkan flipchard atau papan tulis yang akan digunakan siswa menulis jawaban
8)      Guru memperlihatkan soal kepada siswa. Soal belum bias diperlihatkan pada siswa lainnya
9)      Siswa yang mengikuti lomba harus menjawab soal sendiri dan tidak bias dibantu kelompoknya. Kalu tidak bias menjawab baru minta bbantuan pada kelompoknya
10)   Soal selanjutnya digantikan oleh siswa yang lain
11)   Guru menilai jawaban siswa
12)   Guru menyimpulkan materi pembelajaran 
d.     Get A Star (Raihlah Bintang)
            Model ini memotivasi siswa untuk mengembangkan kompetensi baik secara perorangan ataupun kelompok. Tiap siswa dalam kelompok dapat menjawab kuis dan meraih skor sebanyak-banyaknya untuk kemenangan kelompok. Langkah-Langkah
1)      Guru membuka pembelajaran (menyanyikan Lagu)
2)      Menginformasikan tujuan/kompetensi pembelajaran. Contoh menyimpulkan isi informasi yang didengan melalui tuturan tidak langsung (rekaman atau teks yang dibacakan)
3)      Guru membentuk kelompok sesuai kondisi kelas dan member nama
4)      Guru memperdengarkan teks dan siswa mencatat hal-hal penting
5)      Setiap kelompok membuat pertanyaan (banyaknya soal teegantung kondisi dan waktu dalam kelas) setiap pertanyaan ditulis di kertas dan disimpan dalam kotak
6)      Guru membacakan soal dan siswa berlomba menjawab untuk kemenangan kelompoknya
7)      Guru member symbol bintang pada kelompok setiap jawaban yang benar
8)      Pada akhir pelajaran guru memberikan nilai dan reward
9)      Guru dan siswa merefleksi materi pembelajaran

5.     Model Pembelajaran pada Aspek Berbicara
a.      Debat Aktif (Active Debate)
Debat bisa menjadi satu model berharga yang dapat mendorong pemikiran dan perenungan terutama kalau siswa diharapkan dapat mempertahankan pendapat yang bertentangan dengan keyakinan mereka sendiri. Ini merupakan strategi yang secara aktif melibatkan semua siswa di dalam kelas bukan hanya pelaku debatnya saja. Langkah-Langkah
1)      Guru membuka pembelajaran dengan menyampaikan tujuan/kompetensi  pembelajaran. Contoh setelah pembelajaran siswa mampu menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi
2)      Siswa dibagi dua kelompok yaitu kelompok pro dan kelompok kontra, setiap kelompok dibagi lagi menjadi 3-4 kelompok. Memilih salah satu anggota sebagai ketua
3)      Guru menginformasikan masalah yang kontroversial yang akan dibahas
Contoh masalah
1)     pemerintah melalui aparatnya sudah seharusnya merazia tempat tertentu seperti warnet dan tempat-tempat hiburan pada saat jam pelajaran sekolah
2)     sebaiknya dibuat UU anti merokok di tempat umum
3)     anggota DPR seharusnya diberi tambahan gaji agar kinerjanya bertambah baik
1)      setiap kelompok berdiskusi untuk mengembangkan argumen
2)      moderator (Siswa) memimpin debat
3)      setiap juru bicara kelompok pro dan kontra  mempresentasikan argumennya
4)      selama pembelajaran guru melaksanakan penilaian
b.     Setiap Orang Adalah Guru (Everyone Is A Teacher Here)
Model ini sangat tepat untuk mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan secara individual. Model ini memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk berperan sebagai guru bagi kawan-kawannya.
Dengan model ini, siswa yang selama ini tidak mau terlibatkan, akan ‘terpaksa’ ikut serta dalam pembelajaran secara aktif. Langkah-langkah:
  • Guru membuka pembelajaran dengan menyampaikan tujuan/topic pembelajaran. Contoh pemberantasan korupsi
  • Bagikan secarik kertas kepada seluruh siswa. Setiap siswa diminta untuk menuliskan satu pertanyaan tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari di kelas.
  • Kumpulkan kertas, acak kertas tersebut kemudian bagikan kepada setiap siswa. Pastikan bahwa tidak ada siswa yang menerima soal yang ditulis sendiri. Minta mereka untuk membaca dalam hati pertanyaan dalam kertas tersebut kemudian memikirkan jawabannya.
  • Minta siswa secara sukarela untuk membacakan pertanyaan tersebut dan menjawabnya.
  • Setelah jawaban diberikan, mintalah siswa lainnya untuk menambahkan.
  • Lanjutkan dengan sukarelawan berikutnya.

c.       Time Token (Kartu Bicara)
            Model ini efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa secara perorangan. Guru sebagai motifator harus mempunyai energy yang mampu memotivasi siswa mengungkapkan pendapat, saran dan tanggapan secara aktif, dinamis dan dalam suasana yang menyenangkan. Langkah-Langkah
1)      .guru membuka pelajaran dengan apersepsi
2)      Guru menginformasikan tujuan/kompetensi  pembelajaran
3)      Siswa masing-masing diberi 3 kartu bicara (lamanya bicara dan banyaknya kartu bicara bias disesuaikan)
4)      Siswa diberi stimulasi berupa cerita yang berisi masalah
5)      Setiap siswa secara bergantian member pendapat secara lisan berupa persetujuan, sanggahan, dan penolakan disertai dengan alas an. Siswa yang telah bicara diambil kartunya ditukar dengan nilai.
6)      Siswa dan guru bersama-sama menyimpulkan pembelajaran.


6.     Model Pembelajaran pada Aspek Membaca
a.      Jigsaw Learning (Belajar Model Jigsaw)
Model ini merupakan model yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan model ini adalah dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar dan sekaligus mengajarkannya kepada orang lain. Langkah-langkah:
1)      Pilihlah materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian (segmen).
2)      Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang ada. Jika jumlah siswa adalah 50 sementara jumlah segmen ada 5, maka masing-masing kelompok terdiri atas 10 orang. Jika jumlah ini dianggap terlalu besar, bagi lagi menjadi dua sehingga setiap kelompok terdiri dan 5 orang, kemudian setelah proses telah selesai gabungkan kedua kelompok pecahan tersebut
3)      Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi pelajaran yang berbeda-beda
4)      Setiap kelompok mengirimkan anggota-anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajani di kelompok.
5)      Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan sekiranya ada persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelompok.
6)      Sampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi   
b.     Index Card Match (Mencari Pasangan)
            Model ini digunakan pada keterampilan membaca dengan dengan memasangkan kartu-kartu. Peserta didik sebelumnya ditugaskan membaca tau mempelajari topik terntu. Langkah-Langkah
1)      Guru membuka pembelajaran dengan menyampaikan tujuan/kompetensi pembelajaran
2)      Guru menentukan topik sesuai KD
3)      Siswa membaca teks bacaan yang telah disiapkan
4)      Guru menyiapkan kartu sebanyak jumlah siswa setengahnya pertanyaan dan setengahnya jawaban
5)      Siswa mendapat kartu secara acak dan setiap siswa mencari pasangan kartunya
6)      Setelah menemukan pasangannya siswa menjelaskan makna yang ada dalam kartu
7)      Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran
8)      Siswa merangkum materi dalam buku tugas.
c.      Card Sort (Kartu Sortir)
            Model ini bagian dari pembelajaran kooperatif dimana siswa bergerak secara aktif dan dinamis mencari pasangan kartu. Langkah-Langkah
1)      Guru membuka pelajaran dengan menginformasikan tujuan/kompetensi pembelajatan
2)      Guru menyiapkan kartu sebanyak siswa sesuai kategori
3)      Guru meminta siswa mempelajari teks bacaan yang berkaitan KD ensiklopedia.
4)      Guru membagikan kartu kepada siswa dan siswa mencari kelompok dengan  kategori yang sama
5)      Siswa yang sudah berkumpul dengan kelompoknya diminta mendiskusikan dan menempel kartu pada kertas
6)      Siswa memajang dan mempresentasikan hasil kelompoknya dan kelompok lain memberikan komentar
7)      Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran
8)      Siswa membuat rangkuman hasil pembelajaran
7.     Model Pembelajaran pada Aspek Menulis
a.      Galeri (Pameran)
            Hasil karya siswa berupa tulisan di pamerkan di dinding kelas seperti layaknya pameran. Langkah-Langkah
1)      Guru membika pelajaran dengan lagu berbentuk pantun
2)      Guru menginformasikan tujuan pembelajaran
3)      Siswa dibagi kelompok
4)      Siswa berdiskusi dan membahas contoh pantun yang diberikan contoh apakah pantun itu,macam-macam pantun, dan syarat-syarat pantun
5)      Siswa menulis pantun dengan kreatif pada kertas berwarna dan diberi identitas kelompok
6)      Siswa memamerkan hasil karyanya layaknya pameran
7)      Guru dan siswa mengunjungi stand pameran untuk menilai pantun
8)      Guru dan siswa merefleksi pembelajaran
b.      Compelete Sinteses (Melengkapi Paragraf)
            model ini bertujuan memotivasi siswa untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan dengan melengkapi paragraf yang sudah tersedia dengan kalimat-kalimat yang tepat. Langkah-Langkah
1)      Guru membuka pelajaran dengan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran
2)      Siswa dibagi kelompok dan memberikan nama kelompoknya masing-masing
3)      Setiap kelompok diberikan teks paragraf yang berbeda untuk didiskusikan dan mengisi paragraf yang rumpang
4)      Setiap kelompok menulis hasil kerjanya pada flipchart atau kalender bekas dan memasang hasil karya tersebut  pada dinding kelas
5)      Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya
6)      Guru dan siswa mengoreksi hasil kerja kelompok dan menilai
7)      Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran.
c.      Go To Your Post (Bergerak ke Arah yang Dipilih)
            Model ini memotifasi siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis berdasarkan pilihan topiknya. Langkah-Langkah
1)      Guru membuka pelajaran dengan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran
2)      Guru menempel kertas warna yang berisi topik tentang ilmu pengetahuan populer pada dinding kelas
3)      Siswa bergerak dan berdiri ke arah topik yang dipilihnya
4)      Setelah siswa berkelompok sesuai dengan topik yang dipilih  siswa berdiskusi tentang hal yang akan dikembangkan menjadi tulisan sesuai dengan topik
5)      Siswa kembali duduk secara berkelompok untuk membuat kerangka tulisan dan mengembangkan menjadi sebuah wacana
6)      Siswa menulis hasil karyanya dan menempelkan pada diding kelas
7)      Guru menilai hasil karya siswa dan memberikan penghargaan bagi karya yang baik
8)      Guru dan siswa merefleksi pembelajaran.

No comments:

Post a Comment