A. Model-model Pembelajaran Bahasa Indonesia
Model pembelajaran yang dibahas
berikut ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru bahasa Indonesia
dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas.
PenerapanModel-model tersebut dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat
bergantung kepada kreativitas guru, terutama dalam hal mencermati standar
isi dan mengaitkannya denganmodel-model alternatif sehingga
menghasilkan model pembelajaran bahasa Indonesia yang tepat
sasaran.
1. Pengalaman
Penting (Critical Incident )
Model ini digunakan untuk
memulai pelajaran. Tujuan dan penggunaan model ini untuk
melibatkan siswa sejak awal dengan melihat pengalaman mereka. Langkah- langkah:
a.
Sampaikan kepada siswa topik atau
materi yang akan dipelajari.
b.
Beri kesempatan
beberapa menit kepada siswa untuk mengingat pengalaman mereka yang tidak
terlupakan berkaitan dengan materi yang ada.
c.
Tanyakan
pengalaman apa yang menurut mereka tidak terlupakan.
d.
Sampaikan materi pelajaran dengan
mengaitkan pengalaman siswa dengan materi yang akan disampaikan.
Model ini dapat digunakan
dengan maksimal pada mata pealajaran yang bersifat praktis.
2.
Tebak Pelajaran (Prediction Guide)
Strategi ini digunakan untuk
melibatkan siswa dalam proses pembelajaran secara aktif dari awal sampai akhir.
Melalui strategi ini siswa diharapkan dapat terlibat dalam pelajaran dan tetap
mempunyai perhatian ketika guru menyampaikan materi.
Pertama kali siswa diminta untuk
menebak apa yang akan muncul dalam topik tertentu. Selama penyampaian materi,
siswa dituntut untuk mencocokkan hasil tebakan mereka dengan materi yang
disampaikan oleh guru. Langkah-langkah:
a.
Tentukan topik yang akan
disampaikan.
b.
Bagi siswa ke dalam kelompok-kelompok
kecil.
c.
Guru meminta siswa untuk menebak apa
saja yang kira-kira akan mereka dapatkan dalam pelajaran.
d.
Siswa diminta untuk membuat
perkiraan itu di dalam kelompok kecil.
e.
Sampaikan materi pelajaran secara
interaktif.
f.
Selama proses pembelajaran siswa
diminta untuk mengidentifikasi tebakan mereka yang sesuai dengan materi yang
disampaikan.
g.
Pada akhir pelajaran, tanyakan
berapa jumlah tebakan mereka yang benar.
Model ini dapat
diterapkan pada hampir semua mata pelajaran. Kelas akan menjadi dinamis jika
diadakan kompetisi antarkelompok untuk mencari kelompok dengan prediksi yang
paling banyak benarnya.
3.
Menilai Kelas (Assessment Search)
Model ini dapat
dilakukan dalam waktu yang cepat dan sekaligus melibatkan siswa untuk saling
mengenal dan bekerja sama. Langkah-langkah:
a.
Buatlah tiga atau empat pertanyaan
untuk mengetahui kondisi kelas, pertanyaan itu dapat berupa:
1)
Pengetahuan
siswa terhadap materi pelajaran.
2)
Sikap mereka terhadap materi
3)
Pengalaman
mereka yang ada hubungannya dengan materi
4)
Keterampilan yang telah mereka
peroleh
5)
Latar belakang mereka
6)
Harapan yang
ingin didapat siswa dari mata pelajaran ini
b.
Tulislah
pertanyaan tersebut sehingga dapat dijawab secara kongkret. Contohnya:
Apa yang Anda ketahui tentang.................?
c.
Bagi siswa menjadi kelompok kecil.
Beri masing-masing siswa satu pertanyaan dan minta masing-masing untuk
menginterview teman satu grup untuk mendapatkan jawaban dari mereka.
d.
Pastikan bahwa setiap siswa
mempunyai pertanyaan sesuai dengan bagiannya. Dengan demikian, jika jumlah
siswa adalah 18, yang dibagi menjadi tiga kelompok, akan ada 6 orang yang
mempunyai pertanyaan yang sama.
e.
Mintalah masing-masing kelompok
untuk menyeleksi dan meringkas data dari hasil interview yang telah dilakukan.
f.
Minta masing-masing kelompok untuk
melaporkan hasil dari apa yang telah mereka pelajari dari temannya ke kelas.
Catatan:
- Siswa dapat diminta untuk membuat pertanyaan sendiri.
- Dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama, dan membuat mereka berpasangan dan menginterview pasangannya secara bergantian.
- Minta mereka melaporkan hasilnya ke kelas (variasi ini cocok dalam kelas besar).
4. Model
Pembelajaran pada Aspek Menyimak
a.
Pertanyaan
dari Siswa (Questions Students Have)
Model ini dapat memotivasi siswa
untuk dapat melatih keterampilan mendengarkan. Belajar membuat pertanyaan dan
menganalisis pertanyaan tersebut dari tingkat kepentingannya untuk dibahas
dalam kelas. Langkah-langkah:
1) Guru mengondisikan siswa dalam kelas untuk siap dalam pelajaran boleh
dengan bernyanyi atau bertepuk tangan
2) Guru menginformasikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai
3) Guru membagi siswa menjadi dua kelompok besar
4) Guru menyajikan simulasi wawancara atau rekaman dari radio/TV atau menonton
tayangan TV.
5) Siswa mendengar dan mencatat hal-hal penting
6) Setiap siswa menuliskan soal yang berkaitan dengan materi
pelajaran (tidak perlu menuliskan nama).
7) Setelah semua selesai membuat pertanyaan masing-masing diminta untuk
memberikan kertas yang berisi pertanyaan kepada teman di samping kirinya. Dalam
hal ini, jika posisi duduk siswa adalah lingkaran, akan terjadi gerakan
perputaran kertas searah jarum jam. Jika posisi duduk mereka berderet sesuai
dengan posisi mereka asalkan semua siswa dapat giliran untuk membaca semua
pertanyaan dari teman-temannya.
8) Pada saat menerima kertas dari teman di sampingnya, siswa diminta untuk
membaca pertanyaan yang ada. Jika pertanyaan itu juga ingin dia ketahui
jawabannya, maka dia harus memberi tanda centang, jika tidak ingin diketahui
atau tidak menarik, berikan langsung pada teman di samping kiri. Dan begitu
seterusnya sampai semua soal kembali kepada pemiliknya,
9) Ketika
kertas pertanyaan tadi kembali kepada pemiliknya, siswa diminta untuk
menghitung tanda centang yang ada pada kertasnya. Pada saat ini carilah
pertanyaan yang mendapat tanda centang paling banyak.
10) Siswa
bersama Guru menjawab/membahas soal yang paling banyak ceklisnya.
Bisa kelompok A menjawab kelompok B atau sebaliknya.
11) Guru dan
siswa menyimpulkan pembelajaran.
b.
Snow Ball
Throwing (Lemparan Bola Salju)
model
ini dapat memotivasi siswa belajar dalam mengembangkan pikirannya melalui kertas-kertas
(HVS warna yang jumlahnya tergantung kebutuhan) sebagai media untuk menuangkan
gagasan sesuai instruksi guru. Langkah-Langkah
1) Guru membuka
pelajaran dengan apersepsi
2) Guru
menginformasikan tujuan pembelajaran
3) Siswa
mendengarkan teks berita yang diperdengarkan oleh guru
4) Siswa
mencatat hal-hal yang pentingmengenai pokok isi berita yang didengar
5) Guru
menyediakan kertas yang berisi pertanyaan sebagai bola salju
6) Guru
melemparkan bola dan siswa menjawab dan menulis nama pada bola salju
7) Guru mengumpulkan
bola dan membacakan jawaban siswa
8) Guru bersama
siswa menyimpulkan materi pelajaran
c.
Model A
B C Games
Model
ABC Games dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan aktif dan menyenangkan.
Siswa diajak berlomba menemukan jawaban secara mandiri dan secara bersama-sama.
Langkah-Langkah
1) Guru
mengkondisikan kelas dengan tebak-tebakan yang lucu
2) Guru
menginformasikan tujuan pembelajaran Contoh Mampu menganalisis laporan
perjalanan
3) Guru membagi
siswa menjadi 3 kelompok (A, B, C) dan mintalah masing-masing kelompok
memberi nama kelompoknya
4) Guru
memperdengarkan teks laporan perjalanan. Siswa mencatat hal-hal penting
5) Setiap
kelompok menyiapkan anggotanya untuk mengikuti games
6) Guru
menyiapkan pertanyaan yang ditulis pada kartu
7) Guru meminta
siswa yang mewakili kelompok untuk maju ke depan kelas. Guru menyiapkan
flipchard atau papan tulis yang akan digunakan siswa menulis jawaban
8) Guru
memperlihatkan soal kepada siswa. Soal belum bias diperlihatkan pada siswa
lainnya
9) Siswa yang
mengikuti lomba harus menjawab soal sendiri dan tidak bias dibantu kelompoknya.
Kalu tidak bias menjawab baru minta bbantuan pada kelompoknya
10) Soal
selanjutnya digantikan oleh siswa yang lain
11) Guru menilai
jawaban siswa
12) Guru
menyimpulkan materi pembelajaran
d.
Get A Star (Raihlah Bintang)
Model
ini memotivasi siswa untuk mengembangkan kompetensi baik secara perorangan
ataupun kelompok. Tiap siswa dalam kelompok dapat menjawab kuis dan meraih skor
sebanyak-banyaknya untuk kemenangan kelompok. Langkah-Langkah
1) Guru membuka
pembelajaran (menyanyikan Lagu)
2) Menginformasikan
tujuan/kompetensi pembelajaran. Contoh menyimpulkan isi informasi yang didengan
melalui tuturan tidak langsung (rekaman atau teks yang dibacakan)
3) Guru
membentuk kelompok sesuai kondisi kelas dan member nama
4) Guru
memperdengarkan teks dan siswa mencatat hal-hal penting
5) Setiap
kelompok membuat pertanyaan (banyaknya soal teegantung kondisi dan waktu dalam
kelas) setiap pertanyaan ditulis di kertas dan disimpan dalam kotak
6) Guru
membacakan soal dan siswa berlomba menjawab untuk kemenangan kelompoknya
7) Guru member
symbol bintang pada kelompok setiap jawaban yang benar
8) Pada akhir
pelajaran guru memberikan nilai dan reward
9) Guru dan
siswa merefleksi materi pembelajaran
5.
Model
Pembelajaran pada Aspek Berbicara
a.
Debat Aktif (Active Debate)
Debat bisa
menjadi satu model berharga yang dapat mendorong pemikiran dan perenungan
terutama kalau siswa diharapkan dapat mempertahankan pendapat yang bertentangan
dengan keyakinan mereka sendiri. Ini merupakan strategi yang secara aktif
melibatkan semua siswa di dalam kelas bukan hanya pelaku debatnya saja.
Langkah-Langkah
1) Guru membuka pembelajaran dengan menyampaikan
tujuan/kompetensi pembelajaran. Contoh setelah pembelajaran siswa
mampu menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan pendapat dalam diskusi
2) Siswa dibagi dua kelompok yaitu kelompok pro dan kelompok kontra, setiap
kelompok dibagi lagi menjadi 3-4 kelompok. Memilih salah satu anggota sebagai
ketua
3) Guru menginformasikan masalah yang kontroversial yang akan dibahas
Contoh masalah
1)
pemerintah
melalui aparatnya sudah seharusnya merazia tempat tertentu seperti warnet dan
tempat-tempat hiburan pada saat jam pelajaran sekolah
2)
sebaiknya
dibuat UU anti merokok di tempat umum
3)
anggota DPR
seharusnya diberi tambahan gaji agar kinerjanya bertambah baik
1) setiap kelompok berdiskusi untuk mengembangkan argumen
2) moderator (Siswa) memimpin debat
3) setiap juru bicara kelompok pro dan kontra mempresentasikan
argumennya
4) selama pembelajaran guru melaksanakan penilaian
b.
Setiap
Orang Adalah Guru (Everyone Is A Teacher Here)
Model ini sangat tepat untuk
mendapatkan partisipasi kelas secara keseluruhan dan secara
individual. Model ini memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk
berperan sebagai guru bagi kawan-kawannya.
Dengan model ini, siswa
yang selama ini tidak mau terlibatkan, akan ‘terpaksa’ ikut serta dalam
pembelajaran secara aktif. Langkah-langkah:
- Guru membuka pembelajaran dengan menyampaikan tujuan/topic pembelajaran. Contoh pemberantasan korupsi
- Bagikan secarik kertas kepada seluruh siswa. Setiap siswa diminta untuk menuliskan satu pertanyaan tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari di kelas.
- Kumpulkan kertas, acak kertas tersebut kemudian bagikan kepada setiap siswa. Pastikan bahwa tidak ada siswa yang menerima soal yang ditulis sendiri. Minta mereka untuk membaca dalam hati pertanyaan dalam kertas tersebut kemudian memikirkan jawabannya.
- Minta siswa secara sukarela untuk membacakan pertanyaan tersebut dan menjawabnya.
- Setelah jawaban diberikan, mintalah siswa lainnya untuk menambahkan.
- Lanjutkan dengan sukarelawan berikutnya.
c.
Time Token (Kartu Bicara)
Model
ini efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa secara perorangan.
Guru sebagai motifator harus mempunyai energy yang mampu memotivasi siswa
mengungkapkan pendapat, saran dan tanggapan secara aktif, dinamis dan dalam
suasana yang menyenangkan. Langkah-Langkah
1) .guru
membuka pelajaran dengan apersepsi
2) Guru
menginformasikan tujuan/kompetensi pembelajaran
3) Siswa
masing-masing diberi 3 kartu bicara (lamanya bicara dan banyaknya kartu bicara
bias disesuaikan)
4) Siswa diberi
stimulasi berupa cerita yang berisi masalah
5) Setiap siswa
secara bergantian member pendapat secara lisan berupa persetujuan, sanggahan,
dan penolakan disertai dengan alas an. Siswa yang telah bicara diambil kartunya
ditukar dengan nilai.
6) Siswa dan
guru bersama-sama menyimpulkan pembelajaran.
6.
Model
Pembelajaran pada Aspek Membaca
a.
Jigsaw Learning (Belajar Model Jigsaw)
Model ini
merupakan model yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari
dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan
urutan penyampaian. Kelebihan model ini adalah dapat melibatkan seluruh siswa
dalam belajar dan sekaligus mengajarkannya kepada orang lain. Langkah-langkah:
1) Pilihlah materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa bagian
(segmen).
2) Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen yang
ada. Jika jumlah siswa adalah 50 sementara jumlah segmen ada 5, maka
masing-masing kelompok terdiri atas 10 orang. Jika jumlah ini dianggap terlalu
besar, bagi lagi menjadi dua sehingga setiap kelompok terdiri dan 5 orang,
kemudian setelah proses telah selesai gabungkan kedua kelompok pecahan tersebut
3) Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi pelajaran yang
berbeda-beda
4) Setiap kelompok mengirimkan anggota-anggotanya ke kelompok lain untuk
menyampaikan apa yang telah mereka pelajani di kelompok.
5) Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan sekiranya ada
persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelompok.
6) Sampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka
terhadap materi
b.
Index Card Match (Mencari Pasangan)
Model
ini digunakan pada keterampilan membaca dengan dengan memasangkan kartu-kartu.
Peserta didik sebelumnya ditugaskan membaca tau mempelajari topik terntu.
Langkah-Langkah
1) Guru membuka pembelajaran dengan menyampaikan tujuan/kompetensi
pembelajaran
2) Guru menentukan topik sesuai KD
3) Siswa membaca teks bacaan yang telah disiapkan
4) Guru menyiapkan kartu sebanyak jumlah siswa setengahnya pertanyaan dan
setengahnya jawaban
5) Siswa mendapat kartu secara acak dan setiap siswa mencari pasangan kartunya
6) Setelah menemukan pasangannya siswa menjelaskan makna yang ada dalam kartu
7) Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran
8) Siswa merangkum materi dalam buku tugas.
c.
Card Sort (Kartu
Sortir)
Model
ini bagian dari pembelajaran kooperatif dimana siswa bergerak secara aktif dan
dinamis mencari pasangan kartu. Langkah-Langkah
1) Guru membuka pelajaran dengan menginformasikan tujuan/kompetensi
pembelajatan
2) Guru menyiapkan kartu sebanyak siswa sesuai kategori
3) Guru meminta siswa mempelajari teks bacaan yang berkaitan KD ensiklopedia.
4) Guru membagikan kartu kepada siswa dan siswa mencari kelompok
dengan kategori yang sama
5) Siswa yang sudah berkumpul dengan kelompoknya diminta mendiskusikan dan
menempel kartu pada kertas
6) Siswa memajang dan mempresentasikan hasil kelompoknya dan kelompok lain memberikan
komentar
7) Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran
8) Siswa membuat rangkuman hasil pembelajaran
7.
Model Pembelajaran pada Aspek
Menulis
a.
Galeri
(Pameran)
Hasil
karya siswa berupa tulisan di pamerkan di dinding kelas seperti layaknya pameran.
Langkah-Langkah
1) Guru membika pelajaran dengan lagu berbentuk pantun
2) Guru menginformasikan tujuan pembelajaran
3) Siswa dibagi kelompok
4) Siswa berdiskusi dan membahas contoh pantun yang diberikan contoh apakah
pantun itu,macam-macam pantun, dan syarat-syarat pantun
5) Siswa menulis pantun dengan kreatif pada kertas berwarna dan diberi
identitas kelompok
6) Siswa memamerkan hasil karyanya layaknya pameran
7) Guru dan siswa mengunjungi stand pameran untuk menilai pantun
8) Guru dan siswa merefleksi pembelajaran
b.
Compelete Sinteses (Melengkapi Paragraf)
model
ini bertujuan memotivasi siswa untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan
dengan melengkapi paragraf yang sudah tersedia dengan kalimat-kalimat yang
tepat. Langkah-Langkah
1) Guru membuka pelajaran dengan apersepsi dan menyampaikan tujuan
pembelajaran
2) Siswa dibagi kelompok dan memberikan nama kelompoknya masing-masing
3) Setiap kelompok diberikan teks paragraf yang berbeda untuk didiskusikan dan
mengisi paragraf yang rumpang
4) Setiap kelompok menulis hasil kerjanya pada flipchart atau kalender bekas
dan memasang hasil karya tersebut pada dinding kelas
5) Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya
6) Guru dan siswa mengoreksi hasil kerja kelompok dan menilai
7) Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran.
c.
Go To Your Post (Bergerak ke Arah yang Dipilih)
Model
ini memotifasi siswa untuk mengembangkan keterampilan menulis berdasarkan
pilihan topiknya. Langkah-Langkah
1) Guru membuka pelajaran dengan apersepsi dan menyampaikan tujuan
pembelajaran
2) Guru menempel kertas warna yang berisi topik tentang ilmu pengetahuan
populer pada dinding kelas
3) Siswa bergerak dan berdiri ke arah topik yang dipilihnya
4) Setelah siswa berkelompok sesuai dengan topik yang dipilih siswa
berdiskusi tentang hal yang akan dikembangkan menjadi tulisan sesuai dengan
topik
5) Siswa kembali duduk secara berkelompok untuk membuat kerangka tulisan dan
mengembangkan menjadi sebuah wacana
6) Siswa menulis hasil karyanya dan menempelkan pada diding kelas
7) Guru menilai hasil karya siswa dan memberikan penghargaan bagi karya yang
baik
8) Guru dan siswa merefleksi pembelajaran.
No comments:
Post a Comment