Thursday, June 25, 2020

Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Ranah Komedi Menurut Teori Leech

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pragmatik merupakan subdisiplin dari ilmu linguistik yang tumbuh dan berkembang. Pragmatik yaitu ilmu bahasa yang mempelajari kondisi penggunaan bahasa manusia yang pada dasarnya sangat ditentukan oleh konteks yang melatarbelakangi bahasa itu. Menurut Thomas pragmatik mempunyai hubungan dengan sosiolinguistik, pragmatik menompang sosiolinguistik yang memanfaatkan deskripsi sosiolinguistik dan menjelaskan pada interaksi tertentu penutur memilih khazanah linguistiknya suatu bentuk bahasa.

Menurut Rustono (1999:53) penutur yang tidak memberikan kontribusi terhadap koherensi percakapan sama dengan tidak mengikuti prinsip kerja sama.

Istilah komunikasi dalam bahasa inggris disebut communication, yang berasal dari kata communication atau communis yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dalam melakukan komunikasi tentu terdapat hal yang lucu seperti drama komedi

Komedi pertama kali diperkenalkan oleh Aris­tophanes dan dikenal sebagai komedi kuno. Komedi itu bukan hanya berdasarkan suka ria, tetapi digabung dengar, sindiran. Dalam komedi kuno diperkenalkan cerita fantastik yang diikuti dengan diskusi melalui paduan suara yang ditujukan secara langsung ke pe­nonton. Olehnya itu peneliti tertarik untuk menulis penelitian yang berjudul penggunaan bahasa interaksi antar pelawak/komedian.

 

B.    Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas maka penelitian ini difokuskan pada rana sebagai berikut:

1.     Prinsi kerjasama komunikasi komedian.

2.     Penggunaan maksim sesuai teori lecch pada percakapan antar pelawak.

3.     Kesantunan dan tingkat kesantunan pelawak

 

C.    Tujuan Penelitian

Berdasarkan fokus penelitian di atas maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:

1.     Untuk mengetahui prinsi kerjasama komunikasi komedian.

2.     Untuk mengetahui penggunaan maksim sesuai teori lecch pada percakapan antar pelawak.

3.     Untuk mengetahui  kesantunan dan tingkat kesantunan pelawak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A.    Pengertian Komunikasi

Komunikasi Secara Umum adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Istilah komunikasi dalam bahasa inggris disebut communication, yang berasal dari kata communication atau communis yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami.

Pengertian Komunikasi menurut definisi James A.F.Stoner adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. Sedangkan menurut definisi Prof. Drs. H.A.W. Widjaya yang mengatakan bahwa pengertian komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara manusia baik individu maupun kelompok. Menurut definisi William F.Glueck yang menjelaskan bahwa komunikasi dapat dibagi menjadi dengan dua bentuk. yaitu sebagai berikut

·        Interpersonal Communications : Interpersonal communications (komunikasi antarpribadi adalah proses pertukaran informasi serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih di dalam suatu kelompok kecil manusia. 

·        Organization Communications : Organization communications adalah proses dimana pembicara secara sistematis memberikan informasi dan memindahkan pengertian kepada orang yang banyak dalam organisasi dan kepada pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang ada hubungan. 

 

 

 

 

B.    Tujuan Komunikasi

Secara umum, tujuan komunikasi adalah sebagai berikut... 

·        Supaya yang disampaikan komunikator dapat dimengerti oleh komunikan. Agar dapat dimengerti oleh komunikan maka komunikator perlu menjelaskan pesan utama dengan sejelas-jelasnya dan sedetail mungkin. 

·        Agar dapat memahami orang lain. Dengan melakukan komunikasi, setiap individu dapat memahami individu yang lain dengan kemampuan mendengar apa yang dibicarakan orang lain. 

·        Agar pendapat kita diterima orang lain. Komunikasi dan pendekatan persuasif merupakan cara agar gagasan kita diterima oleh orang lain. 

·        Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Komunikasi dan pendekatan persuasif kita mampu membangun persamaan presepsi dengan orang kemudian menggerakkannya sesuai keinginan kita. 

C.    Teori Prinsip Kesantunan Geoffrey Leech

Dalam prinsip kesantunan Leech erdiri dari enam maksim yaitu:

1.     Maksim Kearifan (Tact Maxim)

Buatlah kerugian orang lain sekecil mungkin.

Buatlah keuntungan orang lain sebesar mungkin.

Maksud dari maksim diatas yaitu selalu mengurangi keuntungan dirinya sendiri dan memaksimalkan keuntungan pihak lain dalam kegiatan bertutur. Contohnya:

     Ibu       : “Ayo dimakan bakminya! Di dalam masih banyak, kok.”

Rekan Ibu : “ Wah, segar sekali. Siapa yang memasak ini, Bu?”

Informasi Indeksal:

Dituturkan oleh seorang ibu kepada teman dekatnya pada saat ia berkunjung ke rumahnya. Tuturan yang disampaikan dengan maksud agar sang tamu merasa bebas dan dengan senang hati menikmati hidangan yang disajikan tanpa ada perasaan tidak enak sekalipun.

2.     Maksim Kedermawanan (Generosity Maxim)

Buatlah keuntungan diri sendiri sekecil mungkin.

Buatlah kerugian diri sendiri sebesar mungkin.

Maksud dari maksim diatas yaitu agar peserta tutur dapat menghormati orang lain. Contohnya:

Kakak : “Dik, Indosiar filmnya bagus loh, sekarang!”

Adik : “Sebentar, Mas. Saya hidupkan dulu saluran listriknya”

Informasi Indeksal:

Dituturkan oleh seorang kakak kepada adiknya pada sebuah  keluarga, mereka sedang berbincang tentang acara tertentu pada sebuah saluran televisi swasta. Tuturan yang disampaikan yaitu si adik menghormati kakaknya dengan langsung menyalakan saluran listrik.

3.     Maksim Pujian (Approbation Maxim)

Kecamlah orang lain sesedikit mungkin.

Pujilah orang lain sebanyak mungkin.

Maksud dari maksim diatas adalah agar para peserta pertuturan tidak saling mengejek, saling mencaci, atau saling merendahkan pihak yang lain. Contohnya, tuturan Andi saat mendengar Susi yang dapat berbahasa Jepang dan Inggris.

“Susi memang tak hanya pandai berbahasa Inggris tetapi juga pandai berbahasa Jepang.” Dari tuturan diatas sangat jelas bahwa Andi memberikan pujian kepada Susi yang dapat berbahasa Inggris dan berbahasa Jepang.

4.   Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxim)

Pujilah diri sendiri sesedikit mungkin.

Kecamlah diri sendiri sebanyak mungkin.

Maksud dari maksim diatas yaitu agar para peserta pertuturan dapat bersikap rendah hati dengan cara mengurangi pujian terhadap dirinya sendiri. Contohnya:

“Kapan-kapan main Pak ke rumah saya, tetapi rumah saya jelak seperti gubuk”

Dari tuturan diatas dijelaskan bahwa dia mempunyai rumah yang dengan kesederhanaan dan kerendahan hati banyak digunakan sebagai parameter penilaian kesantunan seseorang.

5.   Maksim Kesepakatan (Agreement Maxim)

Usahakan ketaksepakatan antara diri dan lain terjadi sedikit mungkin.

Usahakan kesepakatan antara diri dan lain terjadi sebanyak mungkin.

Maksud dari maksim diatas yaitu agar para peserta tutur dapat saling membina kecocokan atau kesepakatan di dalam kegiatan bertutur. Contohnya:

Hani : “Nanti malam kita makan bersama ya, Tar!”

Tary : “Boleh. Saya tunggu di Bambu Resto ya.”

Dari tuturan diatas bahwa antara Hani dan Tary terjadi kesepakatan untuk makan bersama nanti malam.

6.     Maksim Simpati (Sympathy Maxim)

Kurangilah rasa antipati antara diri dengan lain sekecil mungkin.

Tingkatkan rasa simpati sebanyak-banyaknya antara diri dan lain.

Maksud dari maksim diatas yaitu agar para peserta tutur dapat memaksimalkan sikap simpati antara pihak yang satu dengan pihak lainnya. Contohnya:

Ani : “Sus, nenekku meninggal.”

Susi : “Innalillahiwainnailaihi rojiun. Ikut berduka cita.”

Dari tuturan merupakan ucapan simpati dari penutur kepada salah satu temannya yang gagal ujian.

7.   Maksim Pertimbangan (Consideration Maxim)

Minimalkan rasa tidak senang penutur.

Maksimalkan rasa senang penutur.

Maksud dari maksim diatas yaitu untuk mempertimbangkan perasaan penutur, jangan sampai ia merasa lebih tidak senang dalam suasana yang tidak menyenangkan.

“Selamat atas kemenangan Anda pada lomba yang diikuti oleh artis-artis yang hebat-hebat itu.”

Tuturan diatas terdengar lebih santun dari pada hanya “Selamat atas kemenangan anda”.

 

D.    Teori Kesantunan

Kata kesantunan dapat diartikan secara berbeda-beda tergantung pada persepsi dari penerjemah itu sendiri. Misalnya, dalam kamus besar bahasa Indonesia kata kesantunan yang memiliki kata dasar santun  artinya adalah halus dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya); sabar dan tenang; sopan. kesantunan merupakan hubungan antara pembicara dan pendengar saat berkomunikasi. Kesantunana seseorang dinilai dari tata cara bicara, gesture tubuh dan tutur berucap seseorang tersebut. hal ini juga berkaitan dengan aturan perilaku dan etika seseorang dalam berkomunikasi sehari-hari dan harus dipatuhi karena telah menjadi suatu aturan yang disepakati oleh masyarakat. Kesantunan seseorang akan dihargai apabila ia dapat menempatkan bahasa lisan dan bahasa tubuhnya dengan baik.

Teori kesantunan berbahasa menurut Brown dan Levinson berkisaran atas notasi muka (face) dibagi menjadi dua yaitu muka negatif dan muka positif.[3] Teknik dasar seorang penutur yaitu menghitung derajat keterancaman sebuah tindak ujaran dalam berkomunikasi banyak ditentukan oleh umur, latar belakang sosial, jenis kelamin ataupun jarak sosial yang ditimbulkan oleh lingkungan sekitar.

Menurut Leech kesantunan yaitu menyangkut hubungan antara peserta komunikasi, yaitu penutur dan pendengar. Maka penutur menggunakan kalimat dalam tuturannya dengan santun tanpa harus menyinggung pendengar. Leech mengusulkan untuk melengkapi prinsip koperasi Grice dengan prinsip kesopanan. Prinsip kesopanan setidaknya terdiri dari enam maksim, seperti bidal kebijaksanaan, bidal penerimaan, bidal kemurahan, bidal kerendahan hati, bidal kecocokan, bidal kesimpatian, dan yang diungkapkan oleh Gunawan terdapat satu bidal lagi yaitu bidal pertimbangan.

 

E.    Pengertian Komedi

Dari kata Yunani komos yang berarti suka ria dan kata aeidein yang berarti nyanyian, adalah sa­lah satu bentuk drama ringan Yunani yang berisikan cerita lucu yang umumnya diakhiri dengan kebaha­giaan.

Komedi pertama kali diperkenalkan oleh Aris­tophanes dan dikenal sebagai komedi kuno. Komedi itu bukan hanya berdasarkan suka ria, tetapi digabung dengar, sindiran. Dalam komedi kuno diperkenalkan cerita fantastik yang diikuti dengan diskusi melalui paduan suara yang ditujukan secara langsung ke pe­nonton. Ceritanya umumnya terlalu berlebihan dan sesuatu yang mustahil. Komedi ini sangat bersema­ngat, dan dipenuhi dengan kata pujian dan sindiran (satirik) serta mengemukakan masalah politik. Ben­tuk ini kemudian berkembang, sehingga muncul ko­medi dengan sedikit kata pujian, yang lebih mementingkan gaya cerita, walaupun masih berkisar pada politik tetapi tidak terlalu menyindir. Bentuk ter­akhir ini terus berkembang sehingga muncullah ko­medi bentuk baru (modern). Pada jaman bentuk baru, paduan suara dihilangkan dan cerita berkisar pada cerita romantis dan di­kembangkannya tipu daya (intrik-intrik). Bentuk baru ini awalnya meniru cerita Aristophanes yang dipulas sedemikian rupa sehingga melahirkan model komedi baru pada abad ke-16 dan 17.

Selama akhir abad ke-16 muncul corak jenaka yang dikembangkan oleh Shakespeare yang disebut kome­di romantik atau komedi humor. Pada waktu yang sa­ma, di Spanyol dan Italia muncul komedi intrik; se­mua perhatian ditempatkan pada alur cerita yang berbelit-belit. Walaupun Shakespeare ditempatkan sebagai seorang artis yang tak ada tandingannya dan komedi intrik termasuk jenis pertunjukan misteri bagi penonton, keduanya dianggap penyumbang drama yang dikenal sekarang.

Awal abad ke-20, di Indonesia muncul kelom­pok komedi stambul atau komedi bangsawan. Kome­di stambul merupakan drama rakyat Indonesia, na­mun dipengaruhi kebudayaan Melayu, seperti cerita dan bahasa pengantarnya. Selain komedi stambul yang sekarang sudah tidak dimainkan lagi, ada bentuk komedi lain yang umumnya merupakan kesenian tra­disional, misalnya ludruk, lenong, topeng betawi, atau bentuk drama jenaka yang bukan kesenian tradisio­nal, seperti komedi kelompok Srimulat. Kelompok ini umumnya mengambil cerita kehidupan sehari-hari.

Sekarang ini komedi tidak hanya muncul dalam pe­mentasan sandiwara, tetapi juga dalam bentuk film, yaitu film komedi. Bentuk komedi dalam film lebih mengutamakan faktor yang menimbulkan tawa penontonnya, baik dalam alur cerita maupun gerak- gerik pemainnya. Tidak semua film komedi dimain­kan oleh para pelawak, tetapi ada kelompok yang le­bih sering bermain dalam film komedi daripada film drama biasa, misalnya Warkop (Warung Kopi), grup lawak Bagio Cs, dan grup lawak lainnya. Dalam film umumnya kelompok ini bermain sebagai pemeran utama.

Film-film komedi tersebut tidak terbatas pada film cerita layar lebar, tetapi juga dalam film-film yang di­tayangkan di televisi. Hal ini terlihat dalam siaran te­levisi swasta RCTI, yang menyiarkan banyak film ko­medi, misalnya Kate and Allie, My Two Dads, Golden Girls, yang populer di negara asalnya, Amerika Seri­kat. Bintang-bintang komedi dunia yang dikenang se­panjang masa karena kepopulerannya adalah Charlie Chaplin. Bintang lain yang terkenal antara lain Jerry I Lewis dan Bill Cosby, yang terkenal dengan Cosby Shows dan pernah diputar secara serial di TVRI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Artinya, penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan secara akurat dan sistematis sesuai dengan  fakta-fakta kebahasaan yang ada.

penelitian ini dikatakan  deskriptif kualitatif karena menggunakan prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa data tertulis kemudian berusaha mendeskripsikan kerja sama komunikasi melalui teori lecch serta tingkat kesantunan komunikasi antar pelawak sesuai dengan apa adanya.

 

B.    Data dan Sumber data

Data adalah kumpulan informasi dari suatu pengamatan, oleh karena itu, data penelitian ini adalah data penggunaan bahasa antar pelawak.

Sumber data adalah subjek yang menjadi asal atau tempat data itu  diperoleh (Arikunto, 1985: 90). Data diperoleh dari situs www.youtube.com

 

C.    Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah  teknik dokumentasi. Hal ini berarti bahwa data yang diperoleh bersumber dari  youtube percakapan para Selain itu,  digunakan pula teknik menyimak dan teknik. Teknik menyimak digunakan untuk mendengarkan dan memahami sejumlah penggunaan bahasa yang terdapat  dalam video tersebut.

 

D.    Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan prosedur  mengamati penggunaan bahasa yang terhadap para pelawak atau komedian, kemudian menyimpulkannya.

10

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

A.    Hasil penelitian

Humor terbagi kedalam dua yakni ada yang bersifat positif dan negatif. Humor yang tergolong kedalam humor negatif yaitu humor yang isinya sesuatu yang tidak baik yakni berbau SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), porno, hinaan dan celaan maupun berisi sesuatu yang tidak baik. Humor positif yaitu humor yang bisa membangkitkan sesuatu yang baik bagi pendengarnya. Misalnya mendengar humor positif kemudian tergugah hidupnya untuk menjadi baik dan lain sebagainya. Adapula humor yang mengandung muatan social dan cultural yang tidak dapat dianggap enteng.

Sebuah percakapan banyak dijumpai penggunaan pragmati yang mengandung humor. Penulis mengatakan demikian bahwasannya dalam penggunaan bahasa humor banyak melanggar maksim-maksim yang ada. Namun banyak diantara pengguna bahasa khususna masyarakat tidak menyadari karena terjadi secara spontan tanpa disusun ataupun dirancang terlebih dahulu. Pada percakapan antara dua orang atau lebih yang terjadi secar spontan bagi seorang enutur dapat dianggap humor, namun belum tentu orang lain bergantung kepekaan serta tingkat pemahamn masing-masing orang.

Terkait masalah cinta ini yang penting sekali cinta itu kalo jaman sekarang ini adalah artinya serba material. Jadi cinta adalah cincin dan permata. Jadi kalo orang jaman sekarang jatuh cinta , sayajatuh cinta karena hatinya. Hati itu artinya property. Ada juga kalo saya jatuh cinta itu berawal dari mata, mata pencahariannya…” (Setyawan, 16 Februari 2012)

 

11

Dilihat dari segi konteks, maksud wacana tersebut yakni cinta jaman sekarang hanya mementingkan harta semata bukan mementingkan perasaan. Maksudnya bentuk rayuan juga berkaitan dengan materi. Pada tuturan comic Setyawan , “…Saya jatuh cinta hatinya..” kata “hati” menurut comic maksudnya adalah harta dan property. Adapun pelanggaran maksim-maksim yaitu pada pelanggaran prinsip kerjasama dan kesopanan.

Pertama, pelanggaran prinsip kerjasama terjadi pada maksim relevansi. Bisa dilihat dari kalimat, “…Jadi kalo orang sekarang jatuh cinta, saya jatuh cita karena hatinya. Hati artinya harta dan property..” Jika mendengar orang yang merayu dan mengatakan mencintai sesorang karena hatinya pasti akan mengira bahwa dia benar-benar mencintai orang tersebut.Namun menurut comic hati yang dimaksud adalah harta dan property. Hal ini trelihat tidak relevan, bisa dikatakan comic sebagai penutur melanggar maksim relevansi.

Kedua, Pelanggaran rinsip kesopanan terjadi pada maksim kebijaksanaan. Kalimat yang menunjukkan yakni dari kalimat “Terkait masalah cinta ini yang terpenting sekali cinta itu kalo jman sekarang ini adalah artinya material…” menurut comic cinta jaman sekarang bukan lagi tentang perasaan kasih saying tetapi lebih kepada material. Hal ini jelas merugikan orang lain yang sedang jatuh cinta. Dilihat dari data diatas bahwa comic tersebut melanggar maksim kebijaksanann.

 

1.     Maksim Kearifan (Tact Maxim)

Buatlah kerugian orang lain sekecil mungkin.

Buatlah keuntungan orang lain sebesar mungkin.

Maksud dari maksim diatas yaitu selalu mengurangi keuntungan dirinya sendiri dan memaksimalkan keuntungan pihak lain dalam kegiatan bertutur. Contohnya:

     Andre         : “Ayo diminum es teah hangatnya le’’.

Sule           : “ Wah, segar sekali. Siapa yang buat nih, Ndre?”

Informasi Indeksal:

Dituturkan oleh Andre kepada teman dekatnya pada saat ia berkunjung ke acara pagi-pagi di Net TV. Tuturan yang disampaikan dengan maksud agar sule merasa bebas dan dengan senang hati menikmati hidangan yang disajikan tanpa ada perasaan tidak enak sekalipun.

 

2.     Maksim Kedermawanan (Generosity Maxim)

Buatlah keuntungan diri sendiri sekecil mungkin.

Buatlah kerugian diri sendiri sebesar mungkin.

Maksud dari maksim diatas yaitu agar peserta tutur dapat menghormati orang lain. Contohnya:

azis : “le’, minta dong uangnya , sekarang!”

Sule : “Sebentar, yah, saya ambil amplopnya dulu”

Informasi Indeksal:

Dituturkan oleh Aziz kepada Sule pada sebuah  acara di Net Tv yaitu Ini Talk Show, mereka sedang berbincang tentang acara pernikahan. Tuturan yang disampaikan yaitu Sule menghormati Aziz dengan langsung memberikan uang kepada Azis.

 

3.     Maksim Pujian (Approbation Maxim)

Kecamlah orang lain sesedikit mungkin.

Pujilah orang lain sebanyak mungkin.

Maksud dari maksim diatas adalah agar para peserta pertuturan tidak saling mengejek, saling mencaci, atau saling merendahkan pihak yang lain. Contohnya, tuturan caesar YKS saat mendengar Caesar berbicara di mesjid baitul ihsan

“saya senang sekali bertemu ustadz Karim beliau yang sangat pintar sekali.” Dari tuturan diatas sangat jelas bahwa Caesar memberikan pujian kepada Ustadz Karim yang orangnya sangat pintar.

 

4.     Maksim Kerendahan Hati (Modesty Maxim)

Pujilah diri sendiri sesedikit mungkin.

Kecamlah diri sendiri sebanyak mungkin.

Maksud dari maksim diatas yaitu agar para peserta pertuturan dapat bersikap rendah hati dengan cara mengurangi pujian terhadap dirinya sendiri. Contohnya tuturan Dede Sunandar:

“Kapan-kapan main ke rumah saya, tetapi rumah saya jelak maklum kontrakan”

Dari tuturan diatas dijelaskan bahwa Dede Sunandar mempunyai rumah yang dengan kesederhanaan dan kerendahan hati banyak digunakan sebagai parameter penilaian kesantunan seseorang. Contoh lain yaitu tuturan Arief Stand Up Comedy

            Saya ini keluarga berada yaa... berada di dalam garis kemiskinan hahahaha” (arief)

Ini termasuk maksim kerendahan hati diungkapkan dengan kalimat ekspresif dan asertif. Maksim kerendahan hati berpusat pada diri sendiri. Maksim kerendahan hati menuntut setiap peserta pertuturan untuk memaksimalkan ketidakhormatan pada diri sendiri dan meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri.

 

5.   Maksim Kesepakatan (Agreement Maxim)

Usahakan ketaksepakatan antara diri dan lain terjadi sedikit mungkin.

Usahakan kesepakatan antara diri dan lain terjadi sebanyak mungkin.

Maksud dari maksim diatas yaitu agar para peserta tutur dapat saling membina kecocokan atau kesepakatan di dalam kegiatan bertutur. Contohnya:

Sule     : ndre kamu tau susu?

Andre  : iya saya tau, emang kenapa?

Sule     : kalau susu ndak pake s enak nggak ya..??

Andre : enak juga

Sule     : kalau saya tidak enak karena susu tidak pake s jadinya u u hahahaha

Andre : iya juga si saya kiraain es batu hahaha ya..ya..ya saya setuju kalau tidak pake s  jadinya UU hahahaha

Ini termasuk maksim kecocokan mengariskan setiap penutur dan lawan tutur untuk memaksimalkan kecocokan di antara mereka dan meminimalkan tidakcocokan di antara mereka.

 

6.     Maksim Simpati (Sympathy Maxim)

Kurangilah rasa antipati antara diri dengan lain sekecil mungkin.

Tingkatkan rasa simpati sebanyak-banyaknya antara diri dan lain.

Maksud dari maksim diatas yaitu agar para peserta tutur dapat memaksimalkan sikap simpati antara pihak yang satu dengan pihak lainnya. Contohnya:

Deny Cagur mengucapkan “Turut berduka cita atas meninggalannya Olga Saputra”

Dari tuturan merupakan ucapan simpati dari penutur kepada salah satu temannya yang meninggal.

 

 

7.   Maksim Pertimbangan (Consideration Maxim)

Minimalkan rasa tidak senang penutur.

Maksimalkan rasa senang penutur.

Maksud dari maksim diatas yaitu untuk mempertimbangkan perasaan penutur, jangan sampai ia merasa lebih tidak senang dalam suasana yang tidak menyenangkan. Seperti contoh Tuturan Cak lontong.

“Selamat atas mengudanya IMTV  di chanel 50 UHF di Semarang, semakin sukses dan berjaya.”

Tuturan diatas terdengar lebih santun dari pada hanya “Selamat atas kemenangan anda”.

 

B.    Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian diatas bahwa Maksim-maksim tersebut menganjurkan agar kita mengungkapkan keyakinan-keyakinan dengan sopan dan menghindari ujaran yang tidak sopan. Maksim-maksim ini dimasukkan ke dalam kategori prinsip kesopanan.

Prinsip-pinsip tersebut, terdapat empat maksim yang melibatkan skala-skala berkutub dua, yakni skala untung-rugi dan skala puji-kecaman. Keempat maksim tersebut adalah maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, dan maksim kesederhanaan. Sedangkan dua maksim lainya (maksim mufakat dan maksim simpatisan) melibatkan skala-skala yang hanya satu kutubnya, yaitu skala kesepakatan dan skala simpati. Walaupun antara skala yang satu dengan yang lain ada kaitannya, setiap maksim berbeda dengan jelas, karena setiap maksim mengacu pada sebuah skala penilaian yang berbeda dengan skala penilaian maksim-maksim lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

A.    Simpulan

Pragmatik merupakan subdisiplin dari ilmu linguistik yang berarti ilmu bahasa yang mempelajari kondisi penggunaan bahasa manusia yang pada dasarnya sangat ditentukan oleh konteks yang melatarbelakangi bahasa itu.

Dari penelitian tersebut dapat kita ketahui bahwa antara prinsip kerja sama dengan prinsip kesopanan selalu tidak sejalan. Hal tersebut sesuai dengan keterangan Leech yang menyatakan bahwa kalau kita ingin sopan kita sering dihadapkan pada benturan antara prinsip kerja sama dengan prinsip kesopanan sehingga kita harus memutuskan sejauh mana kita akan tawar-menawar antara prinsip kerja sama dengan prinsip kesopanan.

 

B.    Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

16

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Asim Gunawan. 2007. Pragmatik  Teori dan Kajian Nusantara. Jakarta: Atma Jaya

 

Cutting, Joan. 2002. Pragmatics and Discourse: A Resource Book for Students. New York: Routledge

 

Departemen Pendidikan Nasional. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka.

 

Leech, Geoffrey. 1991. Principle of Pragmatics. London: Longman

 

-------------- 1993. Prinsip-prinsip pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia.

 

K.M Jaszczolt. 2006. Semantics and Pragmatics. London: Person Education.

 

Rahardi, Kunjana. 2005. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga

 

Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Penerbit Andi

 

Yule, George. 1996. Pragmatics. Oxford: Oxford University Press

17

 

No comments:

Post a Comment