A.
Pengertian Perencanaan
Pembelajaran Bahasa
Perencanaan
pembelajaran terdiri dari dua kata, yaitu kata perencanaan dan kata pembelajaran.
Perencanaan berasal dari kata rencana
yaitu pengambilan keputusan tentang apa
yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian proses perencanaan
harus dimulai dari penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisis
kebutuhan serta dokumen yang lengkap, kemudian menetapkan langkah-langkah yang
yang harus dilakukan untuk mencapau tujuan tersebut.
Menurut Ely (1979),
perencanaan adalah suatu proses dan cara berpikir yang dapat membantu
menciptakan hasil yang diharapkan Sedangkan pembelajaran adalah proses kerja
sama antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang
ada, baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa maupun potensi yang ada
di luar diri siswa sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Maka
dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah proses pengambilan
keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan
pembelajaran tertentu, yakni perubahan tingkah laku serta rangkaian kegiatan
yang harus dilaksanakan sebagai upaya pencapaian tujuan dengan memanfaatkan
segala potensi dan sumber belajar yang ada. Berdasarkan keterangan tersebut,
maka dapat dikatakan bahwa perencanaan pembelajaran bahasa Arab adalah proses
pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional tentang sasaran dan tujuan
pembelajaran bahasa Arab sebagai upaya pencapaian tujuan. dengan memanfaatkan
segala potensi dan sumber belajar. Sebagai suatu proses kerja sama, maka guru
dan siswa secara bersama-sama berusaha mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan. Dengan demikian, kesadaran
dan keterpahaman guru dan siswa akan tujuan yang harus dicapai merupakan syarat
mutlak yang tidak bisa ditawar.
B.
Berbagai Perspektif Konsep Perencanaan Sistem Pembelajaran
Konsep perencanaan
pembelajaran dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, yaitu:
1. Perencanaan pembelajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan
yang mendorong penggunaan teknik-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku
kognitif dan teori-teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem
pengajaran.
2. Perencanaan pembelajaran sebagai suatu sistem adalah
sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur untuk menggerakan
pembelajaran. Pengembangan sistem pembelajaran melalui proses yang sistematik
selanjutnya diimplementasikan dengan mengacu pada sistem perencanaan itu.
3. Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah disiplin adalah cabang dari
pengetahuan yang senantiasa memperhatikan hasil-hasil penelitian dan teori
tentang strategi pembelajaran dan implementasinya terhadap strategi tersebut.
4. Perencanaan pembelajaran sebagai sains (sciene) adalah mengkreasi secara detail
spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi dan pemeliharaan akan
situasi dan fasilitas pembelajaran terhadap unit-unit yang luas ataupun yang
lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan kompleksitasnya.
5. Perencanaan pembelajaran
sebagai sebuah proses adalah pengembangan pembelajaran secara sistematik yang
digunakan secara khusus atas dasar teori-teori pembelajaran dan pembelajaran
untuk menjamin kualitas pembelajaran. Dalam perencanaan ini dilakukan analisis
kebutuhan dari proses belajar dengan alur yang sistematik untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Termasuk di dalamnya melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran
dan aktivitas-aktivitas pengajaran.
6. Perencanaan pembelajaran sebagai sebuah realitas adalah ide
pembelajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan pembelajaran dari waktu ke
waktu dalam suatu proses yang dikerjakan perencana dengan mengecek secara
cermat bahwa semua kegiatan telah sesuai dengan tuntutan sains dan dilaksanakan
secara sistematik.
C.
Tujuan perencanaan
sistem
Suatu perencanaan pastilah memiliki tujuan karena sebuah rencana disusun
untuk mengusahakan bagaimana tujuan yang diinginkan dapat tercapai semaksimal
mungkin.
Perencanaan sistem
pengajaran memberikan panduan bagi pendidik untuk melaksanakan tugas dalam
melayani kebutuhan belajar peserta didik. Perencanaan tersebut sebagai langkah
awal sebelum proses pembelajaran berlangsung. Dalam pembelajaran bahasa seluruh
peserta didik disesuaikan dengan tingkatannya. Dari hal tersebut, diharapkan
peserta didik dapat memahami dan mengaplikasikan seluruh maharah dengan
semua kompleksitas tingkat kesulitannya. Tujuan dari perencnaan sistem
pengajaran bahasa adalah sebagai berikut:
1.
Perencanaan tersebut sebagai petunjuk arah kegiatan
pembelajaran dalam mencapai tujuan.
2.
Perencanaan digunakan sebagai pola dasar dalam
mengatur setiap unsur dalam pembelajarandalam setiap maharah, seperti
metode, tahapan pembelajaran serta strategi.
3.
Perencanaan merupakan pedoman kerja bagi setiap unsur
pembelajaran.
4.
Perencanaan memuat alat
ukur efektif sehingga pembelajaran dapat terevaluasi selama prosesnya
berlangsung.
5.
Perencanaan dapat digunakan untuk menyususn data dan
informasi keberlangsungan pembelajaran sehingga terjdi kesinambungan antara
perencanaan yang disusun dengan proses pembelajaran yang berlangsung.
Dari tujuan tersebut perencanaan sistem pembelajaran dapat terhindarkan
dari duplikasi pemberian materi sehingga pemnyajian materi relevan dengan
komptensi yang ingin dicapai. Konsistensi kompetensi dapat terukur dengan
efektif melalui penyajian yang berlangsung dalam siklus perencanaan
pembelajaran yang sistematis tersebut. Konsistensi tersebut dapat jga dilihat
dari evaluasi atau laporan hasil nelajar berdasarkan kompetensi yang disajikan
dengan kompetensi yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.
Tujuan perencanaan sistem pembelajaran dari referensi yang lain adalah
sebagai berikut:
1.
Tercapainya tujuan pembelajaran.
2.
Mempersiapkan proses pembelajaran agar dapat
berlangsung secara terarah dan teratur sehingga hasil belajar lebih maksimal.
3.
Guru dapat mendesain pembelajaran sesuai dengan
jenjang dan kebutuhan.
4.
Siswa dapat menerima materi pembelajaran sesuai dengan
jenjang pendidikan yang ia tempuh.
5.
Guru dapat memprediksi seberapa besar keberhasilan
yang akan dicapai.
D.
Dimensi Perencanaan
Sistem Pembelajaran
Menurut Harjanto (1997:5) memungkinkan diadakannya perencanaan komprehensif
yang menalar dan efesien, yakni:
1.
Signifikan
Signifikan dapat diartikan sebagai kebermaknaan. Nilai
signifikansi artinya, adalah bahwa perencanaan pembelajaran hendaknya bermakna
dalam proses pembelajaran agar proses
tersebut dapat berjalan efektif dan efisien.
Oleh sebab itu,
hendaknya guru berpedoman pada perencanaan yang telah disusun ketika proses
pembelajaran.
2.
Relevansi
Relevan artinya sesuai. Nilai relevansi dalam perencanaan
adalah perencanaan yang kita susun memiliki nilai kesesuaian baik dengan
kurikulum yang berlaku atau pun dengan kebutuhan siswa. Semua itu diperlukan
karena perencanaan pembelajaran pada hakikatnya disusun untuk membantu siswa
dalam mencapai tujuan pembelajaran siswa.
3.
Adaptabilitas
Perencanaan yang disusun hendaknya bersifat lentur dan tidak kaku.
Sebaiknya perencanaan pembelajarn disusun untuk dapat diimplementasikan dalam
berbagai keadaan dan berbagai kondisi. Dengan demikian, perencanaan itu dapat
digunakan oleh setiap orang yang akan menggunakannya.
4.
Kesederhanaan
Perencanaan pembelajaran harus bersifat sederhana, artinya harus mudah
diterjemahkan dan diimplementasikan. Perencanaan yang sulit diterjemahkan dan
diimplementasikan tidak akan berfungsi sebagai pedoman untuk gurudalam
pengelolaan pembelajaran.
5.
Prediktif
Perencanaan pembelajaran yang baik harus memiliki daya ramal yang kuat,
artinya perencanaan dapat menggambarkan “apa yang akan terjadi
seandainya......”. daya ramal ini sangat penting untuk mengantisipasi berbagai
kemungkinan yang akan terjadi, dengan demikian akan mudah bagi guru untuk
mengantisipasinya.
6.
Feasibilitas
Maksudnya perencanaan harus disusun berdasarkan
pertimbangan realitas baik yang berkaitan dengan baiya maupun
pengimplementasiannya.
7.
Kepastian
Konsep kepastian minimum diharapkan dapat mengurangi
kejadian-kejadian yang tidak terduga. Nilai kepastian itu bermakna bahwa dalam
perencanaan pembelajaran yang berfungsi sebagai pedoman dalam proses
penyelenggaraan pembelajaran, tidak lagi memuat alternatif-alternatif yang bisa
dipilih, akan tetapi berisi langkah-langkah pasti yang dapat dilakukan secara
sistematis. Dengan kepastian itulah, kita akan terhindar dari
persoalan-persoalan yang mungkin muncul secara tidak terduga.
8.
Ketelitian
Prinsip utama yang harus diperhatikan ialah agar
perencanaan pengajaran disusun dalam bentuk yang sederhana, serta perlu
diperhatikan secara teliti kaitan-kaitan yang pasti terjadi antara berbagai
komponen.
9.
Waktu
Kaitannya yaitu selain keterlibatan perencanaan dalam mempredeksi masa
depan, juga validitasi dan reliabilitas analisis yang dipakai serta kapan untuk
menilai kebutuhan kependidikan masa kini dalam kaitannya dengan masa
10. Monitoring (pemantauan)
Merupakan proses mengembangkan kriteria untuk menjamin
bahwa berbagai komponen bekerja secara efektif.
11. Isi Perencanaan
Isi perencanaan merujuk pada hal-hal yang akan direncanakan. Perencanaan
pegajaran yang baik memuat:
a.
Tujuan apa yang diinginkan, atau bagaimana cara
mengorganisasi aktvitas belajar dan layanan-layanan pendukungnya.
b.
Program dan layanan
c.
Tenaga manusia, yakni mencakup cara-cara mengembangkan
prestasi, spesialisasi, perilaku, kompetensi maupun kepuasan mereka.
d.
Keuangan, meliputi rencana pengeluaran dan penerimaan.
e.
Bangunan fisik mencakup tentang cara-cara penggunaan
pola distribusi dan kaitannya dengan pengembagan psikologis.
f.
Strktur organiasai, maksudnya bagaimana cara
mengorganisasi dan manajemen dan pengawasan
program dan aktivitas kependidikan yang direncanakan.
g.
Konteks sosial ataupun elemen-elemen lainnya yang
perlu diperetimbangkan dalam perencanaan pembelajaran.
No comments:
Post a Comment