KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, akhirnya kami dapat
menyelesaikan makalah ini. Dengan itikad baik kami menulis makalah ini dalam
rangka untuk memenuhi tugas Metodologi Penelitian dengan bahasan “POPULASI dan
SEMPEL”. Makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Diharapkan dalam makalah ini pembaca mampu memperkaya materi dan mampu
menerapkan dan mengaplikasi pengetahuan yang diperoleh dalam makalah ini.
Penulis menyadari bahwa tanpa adanya
uluran tangan dari berbagai pihak, makalah ini tidak dapat terselesaikan. Untuk
itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih
sebesar-besarnya kepada :
Dalam penyusunan makalah ini kami
menyadari bahwa kemungkinan masih adanya kekurangan dan kesalahan, oleh karena
itu kepada semua pihak sangat terbuka untuk menerima saran, masukan dan
kritikan untuk menyempurnakan makalah ini.
Akhir kata, kami mengharapkan semoga makalah ini bermanfaat
bagi kalian yang membaca dan mempelajari khususnya bagi mahasiswa yang ingin
menambah informasi dan pengetahuan di bidang metodologi penelitian khususnya
mengenai populasi dan sempel.
Makassar 07 Oktober 2016
Kelompok
II
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Penelitian adalah pekerjaan ilmiah yang bermaksud
mengungkapkan rahasia ilmu secara obyektif, dengan dibentengi bukti-bukti yang
lengkap dan kokoh. Penelitian merupakan proses kreatif untuk mengungkapkan
suatu gejala melalui cara tersendiri sehingga diperoleh suatu informasi. Pada
dasarnya, informasi tersebut merupakan jawaban atas masalah-masalah yang
dipertanyakan sebelumnya. Oleh karena itu, penelitian juga dapat dipandang sebagai
usaha mencari tahu tentang berbagai masalah yang dapat merangsang pikiran atau
kesadaran seseorang.
Sebagian dari kualitas
hasil suatu penelitian bergantung pada teknik pengumpulan data yang digunakan.
Pengumpulan data dalam penelitian ilmiah dimaksudkan untuk memperoleh
bahan-bahan yang relevan, akurat, dan reliable. Untuk memperoleh data seperti
itu, peneliti dapat menggunakan metode, teknik, prosedur, dan alat-alat yang
dapat diandalkan.
Ketidaktepatan dalam
penggunaan intrumen penelitian tersebut dapat menyebabkan rendahnya kualitas
penelitian. Penelitian bertujuan
menemukan jawaban atas pertanyaan melalui aplikasi prosedur ilmiah. Prosedur
ini dikembangkan untuk meningkatkan taraf kemungkinan yang paling relevan
dengan pertanyaan serta menghindari adanya bias. Sebab, penelitian ilmiah pada
dasarnya merupakan usaha memperkecil interval dugaan peneliti melalui pengumpulan
dan penganalisaan data atau informasi yang
diperolehnya
Dalam penelitian, salah
satu bagian dalam langkah-langkah penelitian adalah menentukan populasi dan
sampel penelitian. Seorang peneliti dapat menganalisa data keseluruhan objek
yang diteliti sebagai kumpulan atau komunitas tertentu. Seorang peneliti juga
dapat mengidentifikasi sifat-sifat suatu kumpulan yang menjadi objek penelitian
hanya dengan mengamati dan mempelajari sebagian dari kumpulan tersebut.
Kemudian, peneliti akan mendapatkan metode atau langkah yang tepat untuk memperoleh
keakuratan penelitian dan penganalisaan data terhadap objek. Untuk itu kami akan mengkaji lebih dalam mengenai
populasi dan sampel.
B.
Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan populasi dan jenis-jenisnya?
2. Apakah yang dimaksud dengan sampel?
3. Apakah yang dimaksud dengan teknik sampling?
4. Bagamaimanakah cara untuk menentukan ukuran sampel?
C.
Tujuan Pembuatan Makalah
1. Menguraikan pengertian populasi dan jenis-jenisnya
2. Menguraikan pengertian sampel
3. Memaparkan teknik sampling
4. Menjelaskan cara untuk menentukan ukuran
sampel
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Populasi
Populasi berasal dari kata bahasa inggris population, yang
berarti jumlah penduduk. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2013:
117). Menurut Nazir (1983:327)
mengatakan bahwa popuasi adalah berkenaan dengn data bukan barang atau
bendanya. Pengertian lainnya, diungkapkan oleh Nawawi yang menyebutkan bahwa
populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia,
benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes, atau
peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karaktersitik tertentu di
dalam suatu penelitian. Sedangkan Riduwan (2002: 3) mengatakan bahwa populasi
adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit hasil pengukuran menjadi objek
penelitian.
Dari beberapa pendapat
dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada
suatu wilayah dan memenuhi syarat – syarat tertentu berkaitan dengan masalah
penelitian. Kaitannya dengan batasan
tersebut, populasi dapat dibedakan berikut ini :
1.
Populasi teoritis (Theoritical
Population), yakni sejumlah populasi yang batas-batasnya di
tetapkan secara kualitatif. Kemudian agar hasil penelitian berlaku juga bagi
populasi yang lebih luas, maka di tetapkan terdiri dari guru; berumur 25 tahun
sampai 40 tahun, program S1, jalur tesis, dll.
2.
Populasi yang tersedia
(Accessible population), yakni sejumlah populasi yang secara kuantitatif dapat
di nyatakan dengan tegas. Misalnya, guru sebanyak 250 di kota Bandung terdiri
dari guru yang memiliki karakteristik yang telah di tetapkan dalam populasi
teoritis.
Bedasarkan sifatnya, populasi dapat digolongkan menjadi
populasi homogen dan populasi yaitu :
1.
Homogeny adalah sumber
data yang unsurnya memiliki sifat yang sama
sehingga tidak perlu mempersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.
2.
Populasi heterogen
adalah sumber data yang unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang berbeda
(bervariasi) sehingga perlu ditetapkan batas – batasnya, baik secara kualiatif
maupun kuantitatif.
B.
Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
mempelajari semua yang ada pada pupulasi, misalnya karena keterbatasan dana,
tenaga dan waktu, maka peneliti daapat menuggunakan sampel yang diambil dari
populasi itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel
yangdiambil dari populasi betul-betul representatif (mewakili).
Adapun alasan-alasan penelitian dilakukan dengan
mempergunakan sampel beikut ini:
1. Ukuran populasi
Dalam hal populasi tak terbatas (tak terhingga) berupa
parameter yang jumlahnya tidak diketahui
dengan pasti, pada dasarnya bersifat konseptual. Karena itu sama sekali tidak mungkin mengumpulkan data
dari populasi seperti itu. Demikian juga dalam populasi terbatas (terhingga)
yang jumlahnya sangat besar, tidak praktis untuk mengumpulkan data dari populasi 50 juta murid sekolah
dasar yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia misalnya.
2. Masalah biaya
Besar-kecilnya biaya tergantung juga dari banyak
sedikitnya objek yang diselidiki. Semakin besar jumlah objek, maka semakin
besar biaya yang diperlukan, lebih – lebih bila objek itu tersebar diwilayah
yang cukup luas. Oleh karena itu, sampling ialah satu cara untuk mengurangi
biaya.
3. Masalah waktu
Penelitian sampel selalu memerlukan waktu yang lebih
sedikit daripada penelitian populasi. Sehubungan dengan hal itu,apabila waktu
yang tersedia terbatas, dan kesimpulan diinginkan dengan segera, maka
penelitian sampel,dalam hal ini, lebih cepat.
4. Percobaan yang sifatnya merusak
Banyak penelitian yang tidak dapat dilakukan pada seluruh
populasi karena dapat merusak atau merugikan. Misalnya, tidak mungkin
mengeluarkan semua darah dari tubuh seseorang pasien yang akan dianalisis
keadaan darahnya, juga tidak mungkin mencoba seluruh neon untuk diuji
kekuatannya. Karena itu penelitian harus dilakukan hanya pada sampel.
5. Masalah ketelitian
Adalah salah satu segi yang diperlukan agar kesimpulan
cukup dapat dipertanggung jawabkan.
Ketelitian ,dalam hal ini, meliputi pengumpulan, pencatatan, dan analisis data.
Penelitian terhadap populasi belum tentu ketelitian terselengar. Boleh jadi
peneliti akan menjadi bosan dlam melaksanakan tugasnya. Untuk menghindarkan itu
semua,penelitian terhadap sampel memungkinkan ketelitian dalam suatu
penelitian.
6. Masalah ekonomis
Pertanyaan yang harus selalu diajukan oleh seseorang
penelitian; apakah kegunaan dari hasil penelitian sepadan dengan biaya ,waktu,
dan tenaga yang telah dikeluarkan? Jika tidak, mengapa harus dilakukan
penelitian? Dengan kata lain penelitian
sampel pada dasarnya akan lebih ekonomis daripada penelitian populasi
(sudjana, 1975:159-161); ( Hadari Nawawi,1923: 146-148).
Menurut Narbuko & Abu (2013: 108) Petunjuk - petunjuk
untuk mengambil sampel :
a. Daerah generalisasi
Yang penting disini adalah menentukan dahulu luas
populasinnya sebagai daerah generalisasi, selanjutnya barulah menentukan
sampelnya sebagai daerah penelitiannya. Di sampling itu, yang penting adalah :
“ kalau yang diselidiki hanya satu kelas saja, jangan diperluas sampai
kelas-kelas lainnya apalagi menyimpulkan untuk sekolah-sekolah lain”.
b. Pengesahan sifat-sifat populasi dan ketegasan batas-batasnya
Bila luas populasinya telah ditetapkan , harus segera
diikuti penegasan tentang sifat-sifat populasinnya. Penegasan ini sangat
penting bila menginginkan adanya valliditas dan reabilitas bagi penelitiannya.
Oleh sebab itu, haruslah ditentukan terlebih dahulu luas dan sifat-sifat
populasi, dan memberikan batas-batas yang tegas, kemudian menetapkan sampelnya.
Jangan terjadi kebalikannya,yaitu menetapkan populasilah yang lebih dahulu baru
kemudian sampelnya.
c. Sumber-sumber informasi tentang populasi
Untuk mengetahui ciri-ciri populasinya secara terperinci
dapat diperoleh melalui bermacam-macam sumber informasi tentang populasi
tersebut. Misalnya, sensus penduduk dokumen-dokumen yang disusun oleh
instansi-instansi dan organisasi-organisasi, seperti pengadilan, kepolisian,
kantor P & K, kantor kelurahan, dan sebagainnya.
Meskipun demikian,
haruslah diteliti kembali apakah informasi tersebut telah menunjukkan
validitasnya (kesahihan) . Hal itu perlu karena jangan sampai terjadi data
tahun 1954 masih dipakai sebagia sumber untuk tahun 1965, misalnya bila tahun
1954 tercatat jumlah anak rata-rata dalam seiap keluarga 4 orang, maka pada
tahun 1965 jumlah anak rata-rata mungkin tidak seperti itu (4 orang).
d. Menetapkan besar kecilnya sampel
Mengenai berapa besar kecilnya sampel yang harus diambil
untuk sebuah penelitian, memang tidak ada ketentuan yang pasti.
e. Menetapkan teknik sampling
Dalam masalah sampel , ada yang disebut biased sampel ,
yaitu sampel yang tidak mewakili populasi atau disebut juga dengan sample yang
menyeleweng. Pengambilan sampel yang menyeleweng disebut : biased sampling.
Biased sampling adalah pengambilan sampel yang tidak dari seluruh populasi,
tetapi hanya dari salah satu golongan populasi saja, tetapi generalisasinya
dikenakan kepada seluruh populasi.Contoh : misalnya mengadakan penelitian
tentang penghasilan rata-rata orang indonesia
hanya diambil sample yang kaya raya saja, ataupun hanya yang melarst ?
miskin saja. Dengan sendirinya akan mengakibatkan
adaanya kesimpulan yang menyeleweng atau disebut biased conclusion.
Keuntungan menggunakan
sampel yaitu
a. Memdahkan peneliti untuk jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan dengan
enggunakan populasi dan apabila populasinya terlalu besar dikhawatirkan akan
terlewati.
b. Penelitian lebih efesien ( dalam arti menghemat uang, waktu dan tenaga).
c. Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data artinya jia subjeknya banyak
dikhawtirkan adanya bahaya bias dari orang yang mengumpulkan data, karena
sering dialami oleh staf bagian pengumpulan dat mengalami kelelahan sehingga
pencatatan data tidak akurat.
d. Peneitian lebih efektif, jika penelitian bersifat destruktif(merusak) yang
menggunakan spesemen akan hemat dan bias dijangkau tanpa merusak semua bahan
yang ada serta bias digunakan untuk menjaring populasi yang jumlahnya banyak.
C.
Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang
jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya,
dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel
yang representatif. Secara umum, ada dua jenis teknik pengambilan sampel yaitu,
sampel acak atau random sampling / probability sampling dan sampel tidak acak
atau nonrandom samping/nonprobability sampling.
1.
Random sampling adalah
cara pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama untuk diambil
kepada setiap elemen populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Artinya
jika elemen populasinya ada 100 dan yang akan dijadikan sampel adalah 25, maka
setiap elemen tersebut mempunyai kemungkinan 25/100 untuk bisa dipilih menjadi
sampel. Sedangkan yang dimaksud dengan nonrandom sampling atau nonprobability
sampling, setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang sama untuk
dijadikan sampel. Lima elemen populasi dipilih sebagai sampel karena letaknya
dekat dengan rumah peneliti, sedangkan yang lainnya, karena jauh, tidak
dipilih; artinya kemungkinannya 0 (nol).
a)
Simple Random Sampling
atau Sampel Acak Sederhana
Teknik untuk mendapatkan sampel yang langsung dilakukan
pada unit sampling. Dengan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai
kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel.
b) Proportionate Stratified Random Sampling atau Sampel Acak Distratifikasikan
Teknik ini biasa digunakan pada populasi yang mempunyai
susunan bertingkat atau berlapis-lapis. Misalnya sekolah, terdapat beberapa tingkatan
kelas. Jika tingkatan dalam populasi diperhatikan, mula-mula harus dipastikan
strata yang ada, kemudian tiap strata diwakili sampel penelitian.
c) Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan junlah sampel, bila
populasi berstrata tetapi kurang proporsional. Misalnya pegawai dari unit kerja
tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4 orang lulusan S2, 90 orang S1, 800
orang SMU, 700 orang SMP, maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang S2 itu
diambil semuanya sebagai sampel. Karena dua kelompok ini terlalu kecil bila
dibandingkan dengan kelompok S1, SMU dan SMP.
d) Cluster Sampling atau Area Sampel
Teknik ini digunakan jika populasi tidak terdiri dari
individu-individu, melainkan terdiri dari kelompok atau cluster. Misalnya,
penelitian dilakukan terhadap populasi pelajar SMU di suatu kota. Untuk itu
random tidak dilakukan secara langsung pada semua pelajar, tetapi pada
sekolah/kelas sebagai kelompok atau cluster.
2. Nonprobability/Nonrandom Sampling atau Sampel Tidak Acak
Nonprobability sampling adalah teknik pengambilan sampel
yang tidak memberipeluang/ kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota
populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, 2013:122). Tidak semua unsur
atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi
sampel. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena
kebetulan atau karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh
peneliti. Teknik sampel ini meliputi samling sistematis, kuota, aksidental,
purporsive, jenuh, dan snowball.
a)
Sampling Sistematis
Sampling sistematis
adalah teknik pengambilan sample berdasarkan urutan dari anggota populasi yang
telah diberi nomor urut.
b)
Sampling kuota
Sampling kuota adalah
teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu
sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
c)
Sampling insidental
Sampling insidental
adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang
secara kebetulan/ insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai
sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber
data.
d)
Sampling Purporsive
Sampling purporsive
adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
e)
Sampling jenuh
Sampling jenuh adalah
teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30
orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang
sangat kecil.
f)
Sampling Snowball
Sampling Snowball adalah
teknik penentuan sampel yang mla-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar.
D.
Menentukan Ukuran Sampel
Jumlah ukuran sampel sering dinyatakan dengan ukuran
sampel. Jumlah sampel yang diharapkan 100% mewakili populasi adalah sama dengan
jumlah anggota populasi itu sendiri. Jadi bila jumlah populasi 1000 dan hasil
penelelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang tersebut tanpa ada
kesalahan, maka jumlah sampel yang diambil sama dengan jumlah populasi tersebut
yaitu 1000 orang.
Makin besar jumlah
mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan
sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, makin besar kesalahan
generalisasi (diberlakukan umum) (Sugiyono, 2013:126).
Roscoe 1975
(Sugiyono:2013) memberikan acuan umum untuk menentukan ukuran sampel:
1.
Ukuran sampel lebih
dari 30 dan kurang dari 500 adalah tepat untuk kebayakan penelitian
2.
Jika sampel dipecah
kedalaam subsampel (pria/wanita, junior/senior, dan sebagainya), ukuran sampel
minimum 30 untuk tiap kategori adalah tepat.
3.
Dalam penelitian
mutivariate (termasuk analisis regresi berganda), ukuran sampel sebaiknya 10x
lebih besar dari jumlah variabel dalam penelitian.
4.
Untuk Penelitian
eksperimental sederhana dengan kontrol eksperimen
5.
Yang ketat, penelitian
yang sukses adalah mungkin dengan ukuran sampel kecil antara 10 sampai dengan
20
Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara
lain=
a. Rumus Slovin
n
=
n= sampel: N = populasi: d= nilai presisi 95% atau sig= 0.05
b.
Tabel Issac dan Michael
s =
dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10%.
P=Q= 0,5.
D= 0,05.
S= jumlah sampel
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab II, dapat ditarik
kesimpulan bahwa:
1.
Populasi adalah seluruh
data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita
tentukan.
2.
Jenis-jenis populasi:
populasi umum dan populasi target
3.
Sedangkan sampel adalah
sebagian dari populasi, sebagai contoh (monster) yang diambil dengan
menggunakan cara-cara tertentu.
4.
Adapun alasan penelitian
menggunakan sampel adalah ukuran populasi, Masalah biaya, Masalah waktu,
Percobaan yang sifatnya merusak,mMasalah ketelitian,dan Masalah ekonomis
5.
Teknik sampling adalah
cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang
akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan
penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif.
6.
Teknik-teknik yang di
gunakan dalam pengambilan sampel
7.
Probability/Random
Sampling
8.
Nonprobability/Nonrandom
Sampling atau Sampel Tidak Acak
B. Saran
Oleh
karena itu pemakalah membutuhkan kritik dan saran yang membangun bagi
penyussunan makalah ini. Semoga apa yang penulis tulis pada makalah ini
bermanfaat bagi pembaca dan bagi penulis sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. 2009. BelajarMudah Penelitian. Bandung: Alfabeta
Darmadi, Hamid. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Bandung:
Alfabeta
Dedy. 2012. Makalah Populasi dan Sampel. http//www//.populasi dan
sampel\makalah-populasi-dan-sampel2.html. Akses tanggal 10 April 2014
Narbuko, Cholid dan Abu Achamadi.2013. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT
Bumi Aksara
Sangadji, Etta Mamang dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian. Malang: Andi
Yogyakarta
Sholihi, Ribbi. 2013. Populasi dan Sampel. http//www//.populasi dan sampel\makalah-populasi-dan-sampel.html.
Akses tanggal 10 April 2014
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
untuk power pointnya silahkan Undu Disini
untuk power pointnya silahkan Undu Disini
No comments:
Post a Comment